31 C
Semarang
Monday, September 20, 2021

Pengertian E-commerce : Sejarah, Perkembangan, Jenis, Tujuan, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan

Artikel Pilihan

E-commerce merupakan penjualan, penyebaran, pemasaran dan pembelian jasa atau barang yang dilakukan dengan sistem elektronik. Perdagangan E-commerce ini akan mengandalkan sistem elektronik seperti televisi, internet serta jaringan komputer lain.

Biasanya, perdagangan elektronik ini akan melibatkan pertukaran data dan transfer dana secara elektronik dan juga sistem pengumpulan data otomatis. Untuk sekarang ini, perdagangan elektronik memang sudah dijadikan bisnis menjanjikan serta sering dilakukan masyarakat umum khususnya Indonesia.

Pengertian E-commerce Secara Umum

E-commerce atau Elektronik Commerce atau perdagangan secara elektronik merupakan aktivitas penjualan, penyebaran, pemasaran produk dan pembelian dengan memakai jaringan telekomunikasi seperti televisi, internet atau jaringan komputer yang lain.

Jika dilihat secara sederhana, E-commerce merupakan proses pembelian dan penjualan produk secara elektronik. E-commerce semakin hari terus berkembang dan secara bertahap menggantikan toko offline atau tradisional.

E-commerce sendiri tidak hanya berhubungan dengan jual beli sebab ada beberapa transaksi lain yang tergolong ke dalam transaksi E-commerce, seperti:

  • Pabrik memakai internet untuk memantau ketersediaan barang yang ada di dalam gudang.
  • Mengambil uang lewat ATM.

Pengertian E-commerce Menurut Para Ahli

1. Menurut Kalkota dan Whinston

Mereka berpendapat jika E-commerce merupakan aktivitas belanja online memakai jaringan internet. Sedangkan cara bertransaksinya dilakukan lewat transfer uang digital. Berikut adalah 4 perspektif dari pengertian E-commerce menurut Kalkota dan Whinston:

  • Perspektif proses bisnis: E-commerce adalah aplikasi dari sebuah teknologi menuju otomatisasi dari transaksi bisnis serta aliran kerja.
  • Perspektif komunikasi E-commerce  merupakan proses pengiriman layanan, barang, informasi atau pembayaran lewat komputer atau perangkat elektronik yang lain.
  • Perspektif layanan: E-commerce merupakan alat untuk memenuhi keinginan manajemen, perusahaan serta komponen. Tujuannya adalah untuk mengurangi biaya layanan saat meningkatkan kualitas barang serta meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
  • Perspektif online: E-commerce menyediakan kemampuan untuk membeli serta menjual produk atau barang sekaligus informasi lewat layanan internet atau sarana online yang lain.

2. Menurut Loudon

Menurutnya, E-commerce merupakan proses transaksi jual beli yang dilakukan pembeli serta penjual secara elektronik dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya. Ketika transaksi, maka komputer akan dipakai sebagai perantara.

3. Menurut Shely Cashman

Ia berpendapat jika E-commerce adalah transaksi bisnis yang terjadi di dalam jaringan elektronik contohnya seperti internet.

4. Jony Wong

Menurutnya, E-commerce merupakan pembelian, penjualan serta pemasaran jasa atau barang yang dilakukan lewat sistem elektronik.

5. Menurut McLeod Pearson

Ia berpendapat jika E-commerce merupakan pelaksanaan proses bisnis dengan cara memanfaatkan jaringan komputer dan komunikasi.

Sejarah E-commerce

Dari penjelasan Prasetyo Budi Widagdo, E-commerce sudah ada sejak tahun 1970 yang hadir bersamaan dengan electronic fund transfer yakni layanan mengirim uang lewat saluran elektronik.

Ketika itu, perusahaan yang memakai E-commerce memang baru sedikit sehingga tidak dipakai secara umum. Namun seiring berjalannya waktu, electronic data interchange hadir yang membuat E-commerce semakin berkembang pesat.

Banyak perusahaan manufaktur dan pemesanan perjalanan yang kemudian mulai memakai E-commerce. Di tahun 1990, internet mulai dikomersilkan yang membuat perdagangan elektronik juga semakin besar. Dengan begitu, muncul istilah electrinic commerce atau E-commerce.

Perkembangan E-commerce di Indonesia

Industri dari E-commerce di Indonesia sudah berkembang secara pesat sekarang ini. Pada tahun 2018 yang lalu, E-commerce Indonesia sudah berkembang sampai 78 persen. Dari angka tersebut, 17.7 persen diantaranya merupakan transaksi pembelian tiket pesawat serta pemesanan hotel.

Dari statistik tersebut, memiliki E-commerce bisa dikatakan sangat menguntungkan dari segi pebisnis atau yang baru mulai menggeluti bisnis. Ditambah lagi, E-commerce juga bisa memberikan manfaat untuk penggunanya.

Jenis E-commerce

1. E-commerce Consumer to Consumer [C2C]

Jenis E-commerce ini dilakukan antar satu konsumen dengan konsumen lainnya. Contohnya konsumen sebuah produsen menjual kembali produknya ke konsumen yang lain. OLX, Tokopedia dan Bukalapak menjadi beberapa jenis dari E-commerce ini.

2. E-commerce Business to Business [B2B]

Jenis E-commerce ini dilakukan orang atau pihak yang berkepentingan untuk menjalankan bisnis. Keduanya sudah saling mengenal serta mengetahui proses bisnis yang dilakukan tersebut.

Umumnya, B2B akan dilakukan berkelanjutan sebab kedua pihak sudah memperoleh keuntungan serta ada rasa saling percaya antar satu dengan yang lainnya. Contohnya seperti ada 2 perusahaan yang melakukan transaksi jual beli online, maka untuk pembayaran yang tersedia akan memakai kartu kredit. Beberapa karakteristik dari E-commerce Business to Business diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Trading partners sudah saling mengenal dan mengetahui. Diantara mereka juga sudah terjalin hubungan yang biasanya telah berlangsung cukup lama.
  • Pertukaran data dilakukan berulang dan berkala memakai format data yang sudah disepakati bersama.
  • Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan lainnya ketika ingin mengirimkan data.
  • Model yang biasa digunakan adalah peer to peer yaknni processing intelligence bisa didistribusikan untuk kedua pelaku bisnis.
Baca Juga :  Program Komputer : Definisi, Manfaat, dan Contohnya
Baca Juga :  Tips Kiat Kerja dan Situs Freelancing Untuk Programer

3. E-commerce Consumer to Business [C2B]

Jenis E-commerce ini merupakan bisnis yang terjadi antar konsumen dengan produsen. Bisnis akan dilakukan konsumen pada produsen yang menjual jasa atau produk. Contohnya ketika konsumen memberitahukan detail jasa atau produk yang diinginkan secara online untuk produsen. Produsen akan mengetahui permintaan itu dan akan menawarkan jasa atau produk yang diinginkan konsumen.

4. E-commerce Business to Consumer [B2C]

Jenis E-commerce ini dilakukan pelaku bisnis serta konsumen. Transaksi E-commerce terjadi sama seperti proses jual beli biasanya. Konsumen memperoleh penawaran produk kemudian melakukan pembelian secara online. Contohnya seperti produsen yang menjual produk ke konsumen secara online.

Pihak produsen akan menjalankan bisnis dengan cara memasarkan produk ke konsumen tanpa feedback dari konsumen untuk melakukan bisnis kembali. Ini artinya, produsen hanya memasarkan jasa atau produk, sedangkan konsumen hanya berperan sebagai pemakai atau pembeli. Karakteristik E-commerce Business to Consumer diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Servis yang dipakai berdasarkan dari permintaan.
  • Terbuka untuk umum sehingga informasi yang disebarkan juga dilakukan untuk umum.
  • Servis yang dipakai bersifat umum sehingga bisa dipakai orang banyak.
  • Servis dilakukan memakai sistem pendekatan client server.

Tujuan E-commerce Untuk Bisnis

Tujuan dari pemakaian sistem E-commerce adalah supaya perusahaan bisa lebih efektif serta efisien untuk meningkatkan keuntungan. Berikut adalah beberapa tujuan dari penggunaan E-commerce untuk dunia bisnis:

  • Meningkatkan market exposure: Transaksi online membuat orang di seluruh dunia bisa memesan serta membeli produk yang dijual hanya lewat computer dan tidak terbatas dengan jarak dan waktu.
  • Untuk menurunkan biaya operasional: Transaksi yang dilakukan pada E-commerce kebanyakan sudah diprogram pada komputer. Dengan begitu, biaya seperti beban gaji berlebihan, showroom dan sebagainya tidak dibutuhkan.
  • Memperluas jangkauan: Transaksi lewat E-commerce bisa diakses semua orang di seluruh dunia tanpa batas tempat dan waktu. Semua orang nantinya bisa mengakses E-commerce hanya memakai media komputer sebagai perantara.
  • Meningkatkan customer loyalty: Ini bisa terjadi karena transaksi E-commerce menyediakan informasi lengkap dan bisa diakses kapan saja. Ditambah lagi, pembelian juga bisa dilakukan kapan saja dan bahkan konsumen juga bisa memilih sendiri produk yang dikehendaki.
  • Meningkatkan supply management: Transaksi E-commerce membuat biaya operasional semakin efisien khususnya untuk perusahaan dengan jumlah karyawan dan stok barang. Dengan begitu biaya bisa lebih efisien dan supplay management juga meningkat.
  • Mempersingkap waktu produksi: Perusahaan terdiri dari banyak divisi atau distributor bisa memesan bahan baku atau produk yang mau dijual ketika barang habis dengan cara memesan kapan saja. Ini disebabkan karena E-commerce dilakukan secara online sehingga lebih cepat dan teratur karena sudah terprogram di dalam komputer.

Metode Pembayaran E-commerce

Untuk urusan pembayaran, ada beberapa metode yang biasanya paling sering dipakai dan berikut beberapa diantaranya:

1. Pembayaran Elektronik

Pembayaran ini dilakukan memakai kartu debit atau kredit, memakai internet banking atau uang digital yang ada di Ovo, GoPay, Dana, Link Aja dan sebagainya.

2. Pembayaran Cash on Delivery

Transaksi pembayaran menggunakan metode ini dilakukan secara langsung. Penjual serta pembeli akan bertemu sesuai seperti yang telah disepakati atau juga bisa menggunakan jasa kurir. Sesudah barang diterima, maka pembeli akan membayar tunai ke pihak penjual. Pembayaran dengan memakai cara ini juga bisa mengurangi terjadinya penipuan secara online.

3. Pembayaran Lewat Transfer

Untuk pembayaran lewat transfer, pembeli atau mengirim atau transfer sejumlah uang ke nomor rekening milik penjual. Sesudah selesai membayar, maka barang baru dikirimkan penjual memakai jasa pengiriman.

Manfaat E-commerce

Ada beberapa alasan kenapa E-commerce dijadikan pilihan yang tepat untuk para pengusaha dan berikut adalah beberapa manfaat dari E-commerce:

  • Untuk menghemat waktu.
  • Untuk mempermudah pembeli lintas wilayah.
  • Untuk meningkatkan market exposure.
  • Untuk meningkatkan customer loyality.
  • Untuk meningkatkan supplier management.
  • Untuk mengurangi biaya operasional.
  • Untuk mempersingkat waktu produksi.
  • Selalu buka 24 jam.
  • Manajemen persediaan otomatis.
  • Untuk mempermudah pembayaran sebab bisa dilakukan secara online.

Kelebihan E-commerce

1. Tidak Membutuhkan Toko Fisik

Kelebihan E-commerce pertama adalah tidak membutuhkan toko fisik. Ini tentunya bisa mengurangi biaya sewa dan biata tenaga kerja para penjaga toko. Inilah sebabnya, banyak barang atau jasa yang dijual online pada E-commerce dibanderol dengan harga lebih murah dibandingkan pada toko fisik.

2. Lebih Mudah Berkembang

Salah satu kelebihan E-commerce lainnya adalah bisa dengan mudah dan cepat digunakan untuk mengembangkan bisnis. Ini disebabkan karena biaya yang dibutuhkan tidak sebanyak seperti ketika membangun toko offline.

Ditambah lagi, tingkat kepraktisan E-commerce juga bisa membuat konsumen lebih memilih melakukan belanja secara online.

Baca Juga :  Download Cisco Packet Tracer Terbaru Original Gratis

3. Tidak Memutus Kontak

Ketika sedang berbelanja online, maka konsumen biasanya akan diminta untuk mengisi data lengkap. Jika ini disetujui, maka kontak bisa dipakai untuk sarana promosi. Beberapa E-commerce juga memiliki aplikasi yang bisa diinstall di smartphone. Pengguna nantinya akan mendapatkan notifikasi sebagai sarana promosi yang efektif.

4. Dapat Difungsikan Sebagai Katalog

Pada saat sedang menjual produk pada media sosial atau marketplace, maka biasanya kemudahan untuk deskripsi tidak diberikan meski tampilan website bisa diatur sesuai keinginan. Contohnya untuk memajang banyak barang dagangan lengkap dengan tulisan yang bisa membantu calon konsumen untuk mengenal barang atau jasa tersebut.

Baca Juga :  Apa Itu Web Designer ? Pengertian, Tugas, Keahlian, Tools Software dan Tips

5. Untuk Meningkatkan Pelayanan Pada Pembeli

E-commerce mempunyai fitur message atau chat yang dapat diakses kapan saja. Dengan begitu, pelayanan untuk para pembeli bisa semakin ditingkatkan. Akan tetapi, pengelolaan pesan masuk bisa berantakan ketika ada banyak konsumen yang sudah berkomunikasi.

Untuk mengatasi masalah ini, maka dibutuhkan website dengan fitur chat atau ticketing yang terorganisir dan mumpuni.

6. Brand Lebih Mudah Ditemukan di Mesin Pencarian

Dari penelitian GE Capital Retail Bank memperlihatkan jika 81 persen orang melakukan riset produk lewat mesin pencarian sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian. 60 persen pembeli juga berkunjung ke situs E-commerce yang ditemukan pada mesin pencarian sebelum memutuskan untuk membeli jasa atau produk.

Dari fakta ini, menjual lewat E-commerce terbilang cukup menjanjikan dan bisa membuat brand lebih mudah ditemukan pada mesin pencarian.

Kekurangan E-commerce

1. Barang Tidak Bisa Dilihat

Dengan melakukan belanja secara online, maka konsumen tidak akan bisa melihat jasa atau barang secara langsung. Meski sudah disediakan sistem rating atau pemberian testimoni, akan tetapi beberapa konsumen masih tidak bisa menjamin jasa atau barang yang didapat berkualitas sama seperti yang dijanjikan.

2. Risiko Terlalu Besar

Kekurangan E-commerce lainnya adalah memiliki risiko yang lumayan besar khususnya jika lewat website E-commerce yang tidak menjamin keamanan seperti Whatsapp, Instagram, Facebook dan lainnya.

Namun ini bisa diminalisir dengan cara belanja pada perusahaan yang memberikan tingkat keamanan belanja di beberapa marketplace. Contohnya seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee dan masih banyak lagi. Meski begitu, konsumen tetap diharapkan berhati-hati karena risiko pencurian data pribadi masih bisa terjadi.

3. Terjadi Persaingan Harga

Kekurangan berikutnya dari E-commerce adalah persaingan antar toko yang tinggi baik untuk harga produk atau untuk hal lain. Ini sebetulnya bagus untuk pelanggan, akan tetapi bisa merugikan untuk penjualnya.

Karena lebih mudah mencari barang atau jasa yang dibutuhkan, maka setiap penjual juga bisa lebih mudah membandingkan dengan barang atau jasa lain yang ditawarkan toko berbeda. Dengan begitu, persaingan yang terjadi juga semakin ketat dan keuntungan penjual juga tidak terlalu besar.

Masalah yang Bisa Terjadi di E-commerce

Karena transaksinya yang dilakukan secara online, maka kemungkinan besar bisa menyebabkan beberapa masalah dan berikut beberapa diantaranya:

  • Scam serta penipuan dari pembeli atau penjual: Umumnya penipuan dilakukan bersamaan dengan pencurian identitas.
  • Hukum yang ada di Indonesia tidak bisa mengikuti sekaligus melindungi konsumen serta penjual berhubungan dengan transaksi online.
  • Apabila terjadi penipuan, maka pelacakan serta penyelesaian masalah bisa menjadi sulit dan butuh waktu yang lama.
  • Penyalahgunaan promo bisa diberikan pihak marketplace.

Contoh E-commerce

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada 6 golongan dari E-commerce. Berikut adalah beberapa contoh dari setiap golongan E-commerce yang penting untuk diketahui:

1. Business to Business [B2B]

  • Electronic city: Menjual perlengkapan elektronik untuk kantor serta rumah tangga.
  • Ralali: Selain menjual peralatan kantor serta rumah tangga juga menyediakan peralatan restoran, industri serta pertanian.
  • Mbiz: Sama seperti Ralali akan tetapi juga menyediakan jasa housekeeping serta perbaikan dinding.

2. Business to Consumer [B2C]

  • Lazada: Menyediakan kebutuhan kan aksesoris, fashion, kosmetik serta elektronik pribadi.
  • Blibli: Sama seperti Lazada akan tetapi juga menyediakan perlengkapan anak, perabotan serta alat olahraga.
  • Shopee: Sama seperti Blibli.

3. Consumer to Consumer [C2C]

  • OLX: Menjual banyak produk seperti keperluan pribadi sampai kendaraan serta alat rumah tangga.
  • Tokopedia: Sama seperti Shopee akan tetapi juga menyediakan barang bekas.
  • Kaskus: Forum terbuka namun sering juga dipakai pengguna untuk memasarkan barang second atau bekas.

4. Consumer to Business [C2B]

  • Freelancer: Website untuk pekerja freelance sehingga bisa menawarkan keahlian untuk bisnis yang membutuhkan.
  • Upwork: Sama halnya seperti Freelancer.
  • iStock: Situs untuk bisnis yang memerlukan video, foto serta ilustrasi digital untuk pemakaian komersial.

5. Business to Public Administration [B2A]

  • Qlue: Menyediakan perangkat lunak untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta lembaga pemerintah termasuk juga aplikasi analitik serta sistem administrasi kendaraan.
  • Accela: Untuk membantu pemerintah melakukan administrasi publik memakai konsep software as a service.
Sumber Referensi

https://idcloudhost.com/pengertian-e-commerce-dan-contohnya-komponen-jenis-dan-manfaat-e-commerce/
https://accurate.id/bisnis-ukm/e-commerce-adalah/
https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/e-commerce/
https://www.niagahoster.co.id/blog/apa-itu-ecommerce/
http://kompetensi.info/materi-bebas/e-commerse-definisi-jenis-tujuan.html
https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/internet/pengertian-e-commerce.html
https://www.dewaweb.com/blog/pengertian-ecommerce/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa