31 C
Semarang
Monday, September 20, 2021

Pengertian Filsafat : Ciri Ciri, Metode, Unsur, Jenis, Aliran, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Contoh

Artikel Pilihan

Filsafat merupakan istilah populer yang sering diartikan sebagai hal rumit dan sulit dimengerti. Namun sebenarnya permasalahan yang utama dari filsafat merupakan persoalan yang pernah dipikirkan oleh semua orang.

Semua orang secara langsung sebenarnya sudah berfilsafat. Contohnya seperti melakukan perbincangan filosofis, mengajukan pertanyaan filosofis serta menganut sudut pandang filosofis tertentu. Perbedaannya dengan filsuf adalah melakukan semuanya dengan cara yang sistematis sehingga ada kadar keilmuwan yang lebih terarah serta lebih tinggi.

Pengertian Filsafat

Filsafat merupakan sebuah pemikiran serta kajian kritis pada kepercayaan serta sikap yang telah dijunjung tinggi kebenarannya lewat analisis serta pencarian konsep dasar tentang bidang kegiatan pemikiran.

Contoh kegiatan pemikiran tersebut diantaranya seperti konsep, prinsip, keyakinan serta sikap umum dari kelompok atau seseorang untuk menciptakan kebijaksanaan serta pertimbangan yang jauh lebih baik.

Ahli filsafat bernama Karl Popper mengatakan jika kita semua memiliki filosofi yang masih menjadi misteri. Sementara tugas pokok paling utama dari filsafat adalah menyelidiki berbagai filosofi tersebut dengan kritis.

Pendapat Popper yang lain dari pengertian filsafat adalah sebagai sebuah objek dan bukan kata kerja. Jika dilihat secara informal, filsafat bisa diartikan sebagai kumpulan sikap serta kepercayaan pada kehidupan serta alam yang umumnya diterima begitu saja tanpa pertanyaan atau biasa disebut dogmatik.

Contohnya ketika publik figur berkata jika filosifi miliknya dalam berkaya adalah… Nantinya seorang filsuf akan kembali mempertanyakan pemikiran spontan itu dengan metode yang sistematis, mendalam serta terarah.

Pengertian Filsafat Secara Etimologi

Jika dilihat secara etimologi, pengertian dari filsafat diambil dari bahasa Yunani yakni Philein atau Philos yang berarti cinta dan juga Sophia yang berarti kebijaksanaan.

Jika dilihat secara etimologis, filsafat mengartikan cinta kebijaksanaan atau love if wisdom. Dengan begitu, seorang filosof mengartikan pendamba, pencinta atau pencari kebijaksanaan.

Pengertian Filsafat Menurut Makna Kata

Dalam KBBI, filsafat memiliki arti penyelidikan serta pengetahuan memakai akal budi tentang semua hakekat yang ada, asal, sebab serta hukumnya. Teori yang menjadi dasar adalah sebuah kegiatan atau alam pikiran sampai ke ilmu yang memiliki inti logika, metafisika, estetika serta epistomology.

Di dalam Webster’s Dictionary, filosofi memiliki arti seluruh pembelajaran eksklusif tentang pedoman teknis yakni disiplin yang meliputi estetika, logika inti, etika, epistomology dan metafisika. Ini meripakan pencarian tentang pengertian umum nilai serta realitas yang lebih spekulatif dibandingkan obervasi.

Jika dilihat dari makna katanya seperti tidak ada perbedaan signifikan dengan pengertian filsafat di dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

Filsafat merupakan ilmu yang sudah tua dan bisa merujuk ke para ahli dari tahun 384 hingga 322 SM. Semua ahli dari masa ke masa sudah memberikan perbedaan persepsi meski maknanya menjurus ke hal yang sama yakni pencariannya. Berikut adalah beberapa pengertian filsafat dari para ahli:

1. Menurut Bertrand Russel

Ia berpendapat jika filsafat merupakan sebuah usaha untuk menjawab berbagai pertanyaan terbaru namun tidak dogmatis atau dangkal seperti yang kita lakukan setiap hari. Ini dilakukan secara kritis yang berarti sesudah semuanya diselediki, maka dilihat masalah yang ditimbulkan dari pertanyaan. Dengan begitu, kita bisa sadar dari kebingungan tersebut.

2. Menurut Beerling

Ia berpendapat jika filsafat merupakan berbagai pemikiran bebas yang diilhami rasio tentang semua yang timbul dari pengalaman.

3. Menurut Karl Popper

Ia berpendapat jika semua orang memiliki filsafat yang masih menjadi misteri. Sedangkan tugas pokok dari filsafat adalah menyelidiki segala filsafat tersebut dengan kritis yang sebelumnya belum diselediki dengan kritis.

4. Menurut Immanuel Kant

Ia merumuskan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok pangkal serta puncak semua pengetahuan yang terkandung didalam 4 persoalan, yakni:

  • Etika: Apa yang seharusnya dilakukan.
  • Metafisika: pertanyaan tentang apa yang bisa kita ketahui.
  • Agama: Sampai dimana harapan kita.
  • Antropologi: Hakikat dari manusia.

5. Menurut Poedjawijatna

Ia berpendapat jika filsafat merupakan ilmu yang berusaha untuk mencari suatu sebab sedalam mungkin untuk semua hal berdasarkan dari pikiran saja.

6. Menurut Notonagoro

Ia berpendapat jika filsafat bertujuan untuk menelaah berbagai hal yang menjadi objek dari sudut inti yang mutlak serta terdalam namun tetap serta tidak berubah yang disebut dengan hakikat.

7. Menurut Pendapat Driyakarya

Ia berpendapat jika filsafat merupakan refleksi mendalam tentnag penyebab, refleksi dari realitas yang jauh ke dalam.

Ciri Ciri Filsafat

Supaya bisa memahami arti dari filsafat dengan lebih mudah, maka ciri-ciri dari filsafat sebaiknya diketahui dengan baik. Berikut adalah beberapa ciri dari filsafat:

  • Universal atau menyeluruh: Pemikiran luas dan tidak dari aspek tertentu saja.
  • Radikal atau mendasar: Pemikiran yang mendalam hingga mendapatkan hasil yang esensial dan fundamental.
  • Sistematis: Mengikuti pola serta metode berpikir yang runtut serta logis meski spekulatif.
  • Implikatif: Memikirkan akibat yang diperoleh dari sebuah pemikiran dengan tujuan supaya manusia bisa selalu menghasilkan pemikiran baru yang bisa mengembangkan intelektualitas.
  • Tidak faktual: Bersifat spekulatif dengan menciptakan banyak dugaan logis serta masuk akal untuk menangani hal baru tanpa bukti.
  • Berhubungan dengan nilai: Susila dan asusila serta baik dan buruknya.
Baca Juga :  Kelemahan Tardigrada Mahluk Terkuat di Bumi yang Terancam Perubahan Iklim
Baca Juga :  Pengertian Astronomi : Sejarah, Cabang Ilmu, dan Manfaantya

Selain beberapa ciri umum dari filsafat diatas, para ahli juga memberikan tambahan ciri-ciri filsafat yang lain, seperti:

  • Deskriptif: Sebuah uraian terperinci mengenai sesuatu yang menjelaskan kenapa sesuatu bisa berbuat seperti demikian.
  • Kritis: Mempertanyakan segala sesuatu termasuk juga hasil filsafat serta tidak menerima begitu saja yang dilihat sepintas.
  • Analisis: Mengulas serta mengkaji dengan rinci dan menyeluruh tentang sesuatu. Ini termasuk berbagai konse dasar yang membuat manusia memikirkan dunia serta kehidupan manusia.
  • Evaluatif: Bisa disebut dengan normatif yakni usaha yang sungguh-sungguh dalam menilai serta menyikapi semua masalah yang dihadapi. Penilaian tersebut bisa bersifat pemastian kebenaran, kebaikan serta kelayakan.
  • Spekulatif: Usaha akal budi manusia yang bersifat mereka-reka, menjelajah serta berandai-andai dan tidak membatasi hanya pada rekaman indera serta pengamatan lahiriah.

Metode Filsafat

Sama seperti pada pengetahun ilmiah, metode serta objek formal pada bidang filsafat tidak bisa terpisahkan. Semua cabang metode bisa menentukan objek formalnya, mempunyai metode serta logika tersendiri, sesuai dengan objek formal tersebut serta uraian teorinya.

Intinya adalah banyak metode yang bisa dipakai untuk berfilsafat atas dasar pegangan teori masing-masing. Contohnya berfilsafat bisa dilakukan dengan cara dialektis yakni mengambil konsep atau pengertian yang jelas serta lazim diterima.

Sesudah itu, bantahan dari pengertian yang lazim itu akan dibuat. Kemudian kedua pendapat akan saling bertentangan dan akhirnya diambil kesimpulan atau jalan tengah dan menjadi hakikat yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Beberapa metode filsafat diantaranya adalah:

  • Metode matematis.
  • Metode kritis.
  • Metode intuitif.
  • Metode skolastik.
  • Metode empiris eksperimental.
  • Metode dialektis.
  • Metode transendental.
  • Metode fenomenologis.
  • Eksistensialisme.
  • Analitika bahasa.

Unsur Filsafat

1. Epistemologi

Epistemologi merupakan istilah yang pertama kali muncul di tahun 1854, dipelopori J.F Ferrier. Epistemologi berasal dari bahasa Yunani yakni Episteme yang berarti pengathuan serta Logos yang berarti Teori.

Ini adalah ilmu filsafat yang membahas semua jenis masalah berhubungan dengan filosofikal seputar teori pengetahuan. Ini adalah bagian filsafat yang meneliti tentang sifat dasar serta asal usul mendapatkan suatu pengetahuan dengan cara benar.

Bisa disimpulkan jika ini adalah unsur yang sangat berpengaruh besar pada karakter pengetahuan. Ditambah lagi ketika memisahkan mana yang benar dan mana yang salah. Apabila pengetahuan dikumpulkan dengan baik dan diklarifikasi serta disusun sistematis, maka bisa dijadikan metode epistemologi.

2. Axiologi

Axiologi atau teori tentang nilai merupakan unsur filsafat yang berguna untuk menelusuri kegunaan pengetahuan. Axiologi ada supaya bisa menjawab berbagai pertanyaan seperti untuk apa ilmu pengetahuan tersebut digunakan, kaitan manfaat pengetahuan dengan kaidah moral yang ada serta cara menentukan objek yang dikaji menurut banyak pilihan moral.

3. Ontologi

Ontologi berguna untuk menelusuri sesuatu yang sudah ada secara universal serta ditampilkan dalam pemikiran alam universal. Ini adalah unsur yang tidak terikat dengan perwujudan tertentu dan punya usaha untuk mencari inti dalam kenyataan. Bisa dikatakan jika objek dari ontologi secara formal adalah hakikat dari seluruh realitas.

Jenis Filsafat

1. Estetika

Estetika merupakan filsafat yang mempelajari serta membahas tentang keindahan. Selain itu, estetika juga berguna untuk mencari tahu tentang cara sebuah keindahan bisa terbentuk. Estetika juga berguna untuk mempelajari cara manusia ketika merasakan keindahan.

2. Etika

Etika berguna untuk mempelajari tentang aturan dan norma yang digunakan masyarakat ketika berperilaku. Bisa dikatakan jika jenis filsafat ini dipakai untuk pedoman dalam menunjukkan mana yang baik dan yang buruk.

3. Metafisika

Metafisika merupakan jenis filsafat yang berhubungan dengan hakikat fundamental serta proses analitis pada realitas dan kondisi yang menyertai. Penelitian yang berkaitan dengan emtafisika umumnya akan berpusat di pertanyaan seputar keberadaan serta realitas..

4. Logika

Jenis filsafat logika ini adalah cabang yang khusus mendalami kemampuan seseorang ketika berpikir dengan benar dan tepat.

5. Epistemologi

Ini adalah jenis filsafat yang khusus membahas tentang pengetahuan. Beberapa pengetahuan yang dibahas pada filsafat ini diantaranya adalah validitas, asal mula, validitas data, metodologi dan struktur yang bekerja sama saat menyusun pengetahuan manusia.

6. Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi yakni filsafat pengetahuan. Akan tetapi, pengkajian filsafat ilmu terbilang lebih berpusat di pengetahuan bersifat ilmiah serta hakikat dari ilmu tersebut.

Aliran Dalam Filsafat

1. Idealisme

Idealisme adalah aliran yang meyakini jika realitas atau kenyataan terdiri dari ide serta jiwa. Idealisme diambil kata Idea yang berarti yang hadir di dalam jiwa. Aliran ini sangat penting untuk perkembangan cara berpikir dari manusia.

Pemikiran dasar dari aliran idealisme sudah pernah dipaparkan Plato sebelumnya. Ia berpendapat jika ealitas mendasar adalah ide. Sementara realitas yang bisa dilihat manusia merupakan bayangan dari ide.

Baca Juga :  Pengertian Tata Surya : Pembentukan, Susunan dan Teori

Pemikiran ini memandang realitas yang terlihat sebagai sesuatu yang tidak penting dan hanya bisa diterima ketika realitas dihubungkan dengan ide.

Namun, ini tetap menjadi pemikiran yang paling bisa diterima filsuf atau tokoh. Salah satunya Descartes yang setuju jika unsur yang berhubungan dengan jiwa adalah unsur terpenting dibandingkan kebendaan atau yang terlihat.

Baca Juga :  Pengertian Internet : Sejarah, Tujuan, Fungsi, Jenis, Cara Kerja dan Contoh Manfaat

2. Rasionalisme

Ini adalah aliran yang mengutamakan akal sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang bisa dipercaya. Untuk para tokohnya, akal adalah aset paling penting yang ada pada manusia untuk mendapatkan, menemukan sampai menguji pengetahuan.

Mereka yakin jika akal punya kemampuan menyelesaikan banyak masalah dalam hidup. Semua masalah nantinya bisa dipecahkan dengan akal. Tokoh yang terkenal dari aliran ini adalah Rene Descrates dengan julukan bapak filsafat modern.

3. Empirisme

Ini adalah aliran yang fokus ke pengalaman seseorang sebagai sumber pengetahuan. Empirisme diambil dari bahasa Yunani dengan arti pengalaman iderawi lewat panca indera.

Ini adalah aliran yang berlawanan dengan rasionalisme. Para tokohnya berpendapat jika pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga panca indera menjadi sumber terjelas dan pasti jika dibandingkan dengan akal.

Semua yang diketahui manusia akan tergantung dari cara manusia memakai panca indera untuk mendengar, melihat dan menyentuh. Para tokoh empirisme menolak keyakinan jika manusia punya fitrah pengetahuan dalam diri. Menurut aliran ini, jika tidak ada pengalaman, maka pengetahuan tidak akan terbentuk.

4. Dualisme

Ini adalah aliran yang mengatakan jika realitas terdiri dari 2 akar yang bertolak belakang. Setiap akar bersifat unik dan tidak bisa dihilangkan. Dengan begitu, beberapa tokoh mengatakan jika ini adalah aliran dari gabungan aliran idealisme serta materialisme.

5. Positivisme

Aliran positivisme hadir di abad ke-19. Dasar pemikirannya adalah sumber pengetahuan berasal dari yang diketahui, nyata serta menjadi hal yang pasti. Aliran ini fokus pada fakta nyata dan mengesampingkan semua hal diluar reailtas atau kenyataan.

Tujuan Umum Filsafat

Ilmu filsafat bisa membantu manusia untuk menyelesaikan banyak masalah dalam hidup. Berikut adalah beberapa tujuan umum dari filsafat:

  • Untuk membantu manusia memiliki sifat bijaksana dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Untuk membuat manusia mempunyai perspektif luas ketika melihat sesuatu. Manusia bisa mempunyai pandangan luas dan terhindar dari egosentrisme.
  • Untuk mendidik manusia sehingga bisa mempunyai pengetahuan yang luas.
  • Untuk mendorong para ilmuwan supaya bisa mengembangkan dan mendalami ilmu pengetahuan.
  • Untuk membantu manusia memahami perkembangan, kemajuan ilmu pengetahuan dan sejarah pertumbuhan pengetahuan.
  • Untuk membantu manusia agar memiliki kemauan berpendapat sendiri, berpikir sendiri, mandiri dalam urusan rohaniah dan memperlihatkan sifat yang kritis.
  • Untuk membantu manusia lebih mudah memahami hakikat ilmu dan sumber serta tujuannya.
  • Untuk membantu dunia pendidikan supaya siswa dan pengajar memiliki pedoman kuat untuk belajar ilmu pengetahuan khususnya membedakan persoalan ilmiah dan bukan ilmiah.

Fungsi dan Manfaat Filsafat

Filsafat merupakan akar dari segala ilmu. Tanpa adanya pertanyaan filosofis, maka tidak akan ada permasalahan baru yang haru dipecahkan serta menjadi ilmu yang bermanfaat untuk hidup manusia.

Masalah merupakan salah satu pemicu terbesar sebuah perubahan. Tanpa adanya masalah, maka sebuah kelompok tidak akan bisa berkembang. Apabila manusia terus menggunakan paham kolonialisme, maka perang juga tidak akan pernah berhenti.

Di masanya, kolonialisme merupakan paham yang dianggap tepat guna. Dengan begitu, seluruh peradaban terbesar di seluruh dunia berlomba untuk mengkolonialisasi semua ujung dunia yang belum terjamah peradaban canggih.

Ditambah lagi, mempermasalahkan hakikat persoalan serta mempertanyakan jawaban yang dikembangkan bisa membuat seseorang lebih bijaksana dan arif untuk menjalani kehidupan dan memahami alam di dunia.

Manfaat lain dari filsafat adalah untuk membentuk ilmu pengetahuan yang berasal dari hipotesis kemudian berkembang menjadi tesis yang bisa dipertanggungjawabkan sampai menjadi bukti sarat makna. Berikut adalah beberapa fungsi dari filsafat selengkapnya:

1. Untuk Membentuk Sifat yang Kritis

Filsafat bisa membantu untuk membentuk pemikiran kritis pada manusia. Ini sangat penting dan berguna untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Dengan begitu ketika menghadapi masalah, manusia diharapkan bisa berpikir rasional dan tidak terjebak dengan sifat fanatisme.

2. Untuk Memecahkan Masalah

Ilmu filsafat mengajarkan manusia untuk bisa berpikir bijak ketika menghadapi persoalan. Dengan cara berpikir filsafat, maka manusia diharapkan bisa mengidentifikasi masalah sekaligus memudahkan manusia untuk memperoleh jawaban danmasalah bisa terpecahkan tanpa kesulitan.

3. Untuk Membantu Kemampuan Analisis

Berpikir secara filsafat sangat penting untuk pelajar dan peneliti. Dengan kemampuan berpikir filsafat, maka kemampuan menganalisa bisa dilakukan dengan lebih mudah. Analisa nantinya bisa dilakukan dengan kritis serta komprehensif ketika mengatasi banyak masalah ilmiah pada riset.

4. Untuk Menambah Pengalaman

Lewat dasar hidup atau ide baru, maka filsafat bisa membentuk pengalaman kehidupan manusia dengan kreatif. Jika rasa ingin tahu manusia dan keinginan untuk mencari semakin tinggi, maka pengalaman secara otomatis juga akan bertambah.

Sumber Referensi

https://serupa.id/filsafat-umum/
https://www.kozio.com/pengertian-filsafat/
https://satupersen.net/blog/filsafat-101-mengenal-arti-ciri-ciri-dan-aliran-filsafat-love-of-wisdom
https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-filsafat.html
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-filsafat/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa