32 C
Semarang
Wednesday, October 27, 2021
HomeAlamGeografi AlamNegara Indonesia : Sejarah, Geografi, Geologi, Suku, Agama dan Budaya

Ternak Uang

Negara Indonesia : Sejarah, Geografi, Geologi, Suku, Agama dan Budaya

Indonesia atau Negara Republik Indonesia merupakan negara yang berada di Asia Tenggara tepatnya pada wilayah yang dilintasi garis khatulistiwa serta ada di antara daratan benua Asia serta Australia dan antara Samudra Pasifik serta Samudra Hindia. Indonesia merupakan negara kepulauan paling besar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau.

Pengertian Indonesia

Pengertian Indonesia

Kata Indonesia diambil dari bahasa Yunani Kuno yakni Indus yang mengarah pada Sungai Indus di India serta Nesos yang berarti pulau. Jika diartikan, Indonesia merupakan wilayah kepulauan India atau kepulauan yang ada di wilayah India. Inilah yang merujuk ke persamaan kedua bangsa yakni India dan Indonesia.

Di tahun 1850. George Windsor Earl yang merupakan etnolog asal inggris pada awalnya memberikan usul istilah Indunesia serta Malayunesia untuk penduduk Kepulauan Hindi atau Kepulauan melayu.

Murid dari Earl bernama James Richardson Logan memakai kata Indonesia sebagai sinonim Kepulauan India. Akan tetapi penulisan akademik Belanda pada media Hindi Belanda tidak memakai kata Indonesia namun memakai istilah Kepulauan Melayu, Hindia Timur Belanda atau Hindia.

Dimulai dari tahun 1900, nama Indonesia kemudian lebih umum dipakai di lingkungan akademik di luar Belanda serta golongan nasionalis Indonesia memakainya untuk ekspresi politik. Kemudian, Adolf Bastian dari universitas Berlin memasyarakatkan nama tersebut lewat bukunya yang berjudul Indonesien order die Inseln des Malayischen Archipels.

Sejarah Indonesia

Sejarah Indoensia terdiri dari banyak periode atau tahapan. Namun jika dilihat secara garis besar, sejarah Indonesia terdiri dari periode prasejarah, kuno atau klasik, pertengahan, kolonialisme, awal kemerdekaan serta modern.

1. Periode Prasejarah

Fosil manusia purba seperti Homo erectus atau Manusia Jawa menghasilkan dugaan jika kepulauan Indonesia sudah mulai dihuni antara 2 juta sampai 500 ribu tahun yang lalu. Meski begitu, kebenaran tersebut masih banyak diperdebatkan.

Sampai tahun 75000 SM, daratan Nusantara bagian barat yakni kepulauan sebelah barat termasuk Jawa, Sumatra serta Kalimantan masih menyatu dengan daratan utama Asia. Pada kala itu terjadi erupsi Gunung Toba yang dikatakan sebagai salah satu letusan gunung api terbesar sepanjang sejarah juga mengakibatkan perubahan iklim yang hampir memusnahkan seluruh manusia modern ketika itu.

Manusia juga belum sampai hingga Sumatra dan gelombang migrasi dari Afrika juga terhenti untuk sementara waktu karena erupsi. Gunung Toba kemudian tenggelam serta kalderanya membentuk danau besar dengan nama sama.

25000 SM, gelombang migrasi pertama manusia modern sampai ke dataran Nusantara. Kemudian, kebudayaan awal mulai terbentuk ketika zaman Holosen yakni 10000 SM yang menandai zaman es berakhir.

Dataran tersebut kemudian mulai terpisah dari daratan utama Asia dan terpecah sampai membentuk kepulauan Nusantara hingga sekarang. Semenjak itu, bangsa Melanesia menjadi bangsa manusia modern pertama yang ada di Nusantara dan membentuk kebudayaan awal.

2. Periode Klasik

Beberapa kerajaan kecil mulai bermunculan di awal abad Masehi. Kerajaan tertua yang diketahui berdasarkan dari penemuan terbaru ialah kerajaan Kandis dan bukan Kutai seperti yang banyak dikatakan selama ini.

Dari penemuan yang ada tersebut, Kerajaan Kandis ada di Pulau Sumatra di sekitar daerah Riau. Akan tetapi, hanya sedikit informasi yang bisa diperoleh dari kerajaan ini sebab bukti serta catatannya yang minim.

Sedangkan beberapa kerajaan penting lain yang ada di Sumatra adalah Kerajaan Melayu Kuni atau Kerajaan Jambi Kuno yang didirikan sekitar abad ke-2 Masehi. Di Pulau Jawa juga didirikan beberapa kerajaan seperti Kerajaan Salakanegara yakni kerjaan Hindu pertama di Nusantara yang ada di sekitar Cianjur, Jawa Barat.

Kerajaan Salakanegara mulai didirikan di tahun 130 Masehi yang berkembang menjadi kerajaan Tarumanegara di tahun 358 Masehi. Sementara kerajaan Kutai sendiri berdiri di Kalimantan Timur di tahun 350 Masehi yang dilanjutkan dengan pendirian 2 kerajaan lainnya di Kalimantan Selatan yakni kerajaan Tanjungpuri serta Kerajaan Nan Sarunai di tahun 525 Masehi.

3. Periode Pertengahan

Di masa Kerajaan Sriwijaya, Dinasti Hindu Buddha Sanjaya serta Syailendra dari Kerajaan Sriwijaya ikut mendirikan kerajaan perintis yang ada di Pulau Jawa bagian tengah.

Beberapa kerajaan tersebut kemudian berkembang menjadi kerajaan yang besar yang terdiri dari Kerajaan Panjalu atau Kediri, Kerajaan Tumapel atau Singosari serta Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Majapahit kemudian berkembang menjadi kemaharajaan paling besar di Nusantara dengan wilayah kekuasaan meliputi Sumatra bagian tengah dan selatan, semenanjung Malaya, pesisir serta dataran rendah Kalimantan, ujung selatan serta timur Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku sampai ujung barat Papua.

Sesudah Majapahit runtuh, beberapa kerajaan Islam mulai berkembang dengan pesat di Indonesia. Sebetulnya, Islam sendiri sudah masuk ke Indonesia di abad ke-7 Masehi. Akan tetapi penyebarannya belum signifikan dan hanya terjadi di abad ke-15 sampai ke-16.

4. Periode Kolonialisme

Indonesia merupakan negara yang dijajah banyak negara Eropa serta Asia sebab dulu menjadi negara yang kaya dengan hasil alam sampai membuat negara di Eropa ingin menguasai sumber daya alam tersebut. Beberapa negara yang pernah menjajah Indonesia diantaranya adalah:

  • Portugis tahun 1509 yang berhasil menguasai Maluku kemudian diusir tahun 1595.
  • Spanyol tahun 1521 yang berhasil menguasai Sulawesi Utara dan diusir di tahun 1692.
  • Belanda di tahun 1602 yang menguasai sebagian besar wilayah Indonesia.
  • Perancis di tahun 1795 hingga 1811.
  • Britania Raya tahun 1811.
  • Jepang tahun 1942 yang berakhir di tahun 1945.

5. Awal Kemerdekaan Indonesia

Di bulan Maret tahun 1945, Jepang membentuk komite untuk Kemerdekaan Indonesia. Sesudah perang Pasifik berakhir di tahun 1945, di bawah tekanan organisasi Pemuda, Soekarno – Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di tanggal 17 Agustus tahun 1945 yang ketika itu bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Sesudah kemerdekaan, 3 pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir menjabat sebagai presiden, wakil presiden dan perdana menteri. Di dalam usaha untuk kembali menguasai Indonesia, Belanda kemudian mengirimkan pasukannya.

Geografi Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan paling besar di dunia yang ada di Asia Tenggara dan terletak di antara benua Asia serta benua Australia dan di antara Samudra Hindia serta Samudra Pasifik.

Negara Indonesia punya 17.504 pulau yang menyebar di sekitar khatulistiwa dan sebanyak 16.506 pulau namanya sudah dibakukan. Sementara sekitar 6.000 pulau merupakan pulau tidak berpenghuni.

Ada beberapa pulau yang besar di Indonesia yakni Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi serta Papua. Sementara luas daratan Indonesia adalah 1.916.906,77 km² dan luas perairan sekitar 3.110.000 km² dengan garis pantang 108 ribu km.

Iklim Indonesia

Iklim Indonesia

Jika dilihat secara umum, iklim yang ada di Indonesia adalah tropis meski juga ada wilayah yang memiliki iklim berbeda. Perairan hangat di wilayah Indonesia berguna untuk menjaga suhu di darat tetap stabil.

Faktor utama yang bisa mempengaruhi iklim di Indonesia bukan suhu udara atau tekanan udara namun curah hujan. Sementara variasi musim yang ada di Indonesia adalah musim hujan dan musim kemarau berhubungan dengan pergerakan angin muson.

Geologi Indonesia

Secara tektonik, sebagian besar wilayah di Indonesia tidak stabil sebab lokasinya merupakan pertemuan beberapa lempeng tektonik seperti lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik serta Lempeng Eurasia.

Negara Indonesia ada di Cincin Api Pasifik sehingga ada banyak gunung api dan sering terkena gempa. Letusan supervulkan di sekitar 77.000 SM membentuk Danau Toba yang dipercaya menyebabkan musim dingin vulkanik serta penurunan suhu dunia selama beberapa tahun.

Kemudian letusan Tambora di tahun 1815 serta Krakatau di tahun 1883 juga termasuk letusan gunung paling besar sepanjang sejarah.

Lingkungan Hidup Indonesia

Lingkungan Hidup Indonesia

Wilayah Indonesia punya banyak makhluk hidup sehingga dikelompokkan ke dalam salah satu dari 17 negara megadiversitas oleh Conservation International. Dari segi biogeografi, Indonesia masuk ke wilayah Malesia dan Flora serta fauna yang ada adalah campuran dari spesies khas Asia serta Australia.

Di tahun 2018, ada sekitar 49.7% dari luas daratan Indonesia yang ditutupi hutan yang turun dari angka 87% yang dihitung di tahun 1950. Semenjak dasawarsa 1970-am sampai sekarang, produksi kayu bulat dan banyak tanaman perkebunan serta pertanian bertanggung jawab pada sebagian besar deforestasi di Indonesia.

Sekarang ini, deforestasi didorong industri kepala sawit. Meski bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, akan tetapi industri ini sebetulnya bisa merusak ekosistem dan menyebabkan masalah sosial.

Pembagian Administratif Indonesia

Sekarang ini, Indonesia secara de facto terdiri dari 34 provinsi dan 5 diantaranya punya status yang berbeda yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Aceh, Papua Barat, DKI Jakarta serta Papua.

Untuk provinsinya sendiri dibagi menjadi 416 kabupaten serta 98 kota. Setiap provinsi punya DPRD Provinsi serta gubernur. Sedangkan kabupaten punya DPRD Kabupaten serta bupati dan kota punya DPRD Kota serta walikota yang semuanya dipilih rakyat langsung ketika Pemilu dan Pilkada. Berikut adalah provinsi yang ada di Indonesia lengkap dengan ibukotanya:

1. Sumatra

  • Aceh beribukota Banda Aceh
  • Sumatra Utara beribukota Medan
  • Sumatra Barat beribukota Padang
  • Riau beribukota Pekanbaru
  • Kepulauan Riau beribukota Tanjungpinang
  • Jambi beribukota Jambi
  • Sumatra Selatan beribukota Palembang
  • Kepulauan Bangka Belitung beribukota Pangkal Pinang
  • Bengkulu beribukota Bengkulu
  • Lampung beribukota Bandar Lampung

2. Jawa

  • Daerah Khusus Ibukota Jakarta beribukota Jakarta
  • Banten beribukota Serang
  • Jawa Barat beribukota Bandung
  • Jawa Tengah beribukota Semarang
  • Daerah Istimewa Yogyakarta beribukota Yogyakarta
  • Jawa Timur beribukota Surabaya

3. Kepulauan Nusa Tenggara

  • Bali beribukota Denpasar
  • Nusa Tenggara Barat beribukota Mataram
  • Nusa Tenggara Timur beribukota Kupang

4. Kalimantan

  • Kalimantan Barat beribukota Pontianak
  • Kalimantan Tengah beribukota Palangka Raya
  • Kalimantan Selatan beribukota Banjarmasin
  • Kalimantan Timur beribukota Samarinda
  • Kalimantan Utara beribukota Tanjung Selor

5. Sulawesi

  • Sulawesi Utara beribukota Manado
  • Gorontalo beribukota Gorontalo
  • Sulawesi Tengah beribukota Palu
  • Sulawesi Barat beribukota Mamuju
  • Sulawesi Selatan beribukota Makassar
  • Sulawesi Tenggara beribukota Kendari

6. Kepulauan Maluku

  • Maluku beribukota Ambon
  • Maluku Utara beribukota Sofifi

7. Papua

  • Papua Barat beribukota Manokwari
  • Papua beribukota Jayapura

Kependudukan Indonesia

Dari sensus tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia adalah sebanyak 270.20 juta jiwa yang membuat Indonesia menjadi negara berpenduduk terbanyak urutan 4 di dunia. Sebanyak 56.1% penduduk tinggal di Pulau Jawa dan menjadi pulau dengan penduduk terbanyak di dunia.

Di tahun 1961, sensus pertama sesudah Indonesia merdeka mencatat jika penduduk Indonesia adalah 97 juta jiwa. Populasi kemudian diperkirakan tumbuh menjadi sekitar 295 juta jiwa di tahun 2030 serta 321 juta jiwa di tahun 2050.

Sebaran penduduk Indonesia sendiri tidak merata karena tingkat perkembangannya bervariasi dari mulai megakota Jakarta sampai suku yang tidak terjamah di Papua. Kemudian ada sekitar 8 juta orang Indonesia di luar negeri dan sebagian besar menetap. Beberapa negara tersebut diantaranya adalah UniEmirat Arab, Arab Saudi, Malaysia, Hong Kong, Belanda, Amerika Serikat, Singapura serta Australia.

Suku Bangsa di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kelompok etnik yakni sekitar 1.340 suku bangsa. Sebagian penduduk Indonesia adalah keturunan Bangsa Austronesia dan ada juga kelompok suku Melanesia dan kemungkinan Polinesia serta Mikronesia khususnya Indonesia bagian timur.

Selain itu, penduduk Indonesia juga banyak mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian kelompok suku yang lebih spesifik. Ini dibagi menurut bahasa serta daerah asal contohnya seperti Batak, Madura, Sunda, Jawa serta Minangkabau.

Dari sensus yang dilakukan tahun 2010, ada sekitar 40% penduduk yang merupakan suku Jawa dan menghuni hampir di semua wilayah Indonesia karena transmigrasi. Istilah pribumi dan bumiputra pernah dipakai untuk menyebut kelompok orang yang berbagi warisan sosial budaya yang sama serta dianggap sebagai penduduk Indonesia asli.

Bahasa Indonesia

Indonesia mempunyai lebih dari 700 bahasa daerah meski umumnya kebanyakan penduduk Indonesia tetap memakai bahasa Ibu serta bahasa sehari-hari. Sebagian bahasa daerah ini termasuk rumpun bahasa Austronesia dan ada lebih dari 270 bahasa Papua yang dipakai di wilayah Indonesia bagian timur.

Bahasa daerah yang paling banyak dipakai dalam keseharian diantaranya adalah bahasa Jawa, Sunda, Melayu Indonesia, Madura, Minangkabau, Banjar, Bugis, Bali serta Batak. Bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa persatuan sejak masa pergerakan kemerdekaan Indonesia lewat Sumpah Pemudah dan ditetapkan konsitusi di tahun 1945.

Agama di Indonesia

Meski terjamin kebebasan beragama dalam konstitusi, namun pemerintah hanya mengakui 6 agama resmi yakni Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan juga Konghucu. Sedangkan untuk penganut beberapa agama asli Nusantara hanya memperoleh pengakuan terbatas sebagai penghayat kepercayaan.

Dengan jumlah 231 juta penganut di tahun 2018, mayoritas agama di Indonesia adalah Muslim dan menjadi yang paling besar di dunia. Kemudian 20.2 juta penduduk beragama Protestan, 8.3 juta penduduk beragama Katolik, 4.6 juta penduduk beragama Hindu, 2 juta beragam hindu, 72 ribu beragama Konghucu serta 112.8 ribu penganut aliran Kepercayaan.

Budaya Indonesia

Indonesia punya sekitar 300 kelompok etnis. Setiap etnis tersebut punya warisan budaya yang berkembang selama beberapa abad yang dipengaruhi beberapa kebudayaan seperti Eropa, Tiongkok, Arab, India dan termasuk Melayu.

Contohnya seperti tarian Bali dan Jawa tradisional mempunyai aspek budaya serta mitologi Hindu seperti Wayang Kulit yang menampilkan berbagai kisah mengenai kejadian mitologis Hindu Ramayana serta Baratayuda.

Ada banyak juga seni tari yang berisi nilai Islam yang beberapa diantaranya bisa ditemukan di daerah Sumatra seperti Tari Saman, Tari Ratéb Meuseukat serta Tari Seudati yang berasal dari Aceh. Seni gurindam, pantun dan lainnya dari banyak derah biasanya digunakan pada pentas seni, perhelatan dan sebagainya.

Busana di Indonesia

Di sektor budaya, warisan budaya yang paling terkenal di dunia adalah Batik. Di beberapa daerah ada yang terkenal dengan industri Batik seperti Surakarta, Yogyakarta, Pandeglang, Cirebon, Tasikmalaya, Garut dan Pekalpongan. Namun sayangnya, kerajinan Batik juga diklaim negara lain dengan industri batik miliknya.

Busana asli Indonesia dari Sabang hingga Merauke lainnya juga bisa dikenali lewat ciri-ciri yang dikenakan di masing-masing daerah. Contohnya seperti baju Kurung dengan Songket dari Sumatra Barat, kain Ulos dari Sumatra Utara, Kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju Bodo dari Sulawesi Selatan serta Koteka dari Papua dan lain sebagainya.

Sumber Referensi

indonesia-frankfurt.de/pendidikan-budaya/sekilas-tentang-budaya-indonesia/
kompas.com/skola/read/2020/05/22/193000869/letak-dan-luas-indonesia?page=all
jabarprov.go.id/index.php/news/25632/2017/11/03/Indonesia-Negara-Maritim-dengan-Kepulauan-Terbesar-di-Dunia
id.wikipedia.org/wiki/Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Populer