31 C
Semarang
Monday, September 20, 2021

Kabel Crossover : Susunan Warna, Fungsi dan Penggunaan

Artikel Pilihan

Adam Muizhttps://adammuiz.com/
Terus belajar hal baru dikehidupan ini, berbagi ilmu apa yang kita miliki. Terus melangkah menuju ke sukesan, walau berjalan Selangkah demi langkah yang penting terus maju ke depan.

Secara umum pengertian Kabel Crossover adalah sebuah kabel yang digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan Ethernet secara langsung, umumnya digunakan pada dua perangkat yang sama seperti komputer dan komputer ataupun router dengan router. Kabel ini digunakan untuk mengirim dan menerima data dengan memungkinkan transfer data yang kompleks antara perangkat. Kabel crossover Ethernet mirip dengan kabel straight-through bedanya kabel crossover memiliki pasangan kabel yang saling silang dikedua ujungnya. Kabel internal crossover membalikkan sinyal masuk dan keluar. Desain ini memungkinkan pin output data di salah satu ujung kabel dihubungkan langsung ke pin input data di ujung kabel yang lain.

Perbedaan Fisik Kabel Crossover dan Kabel Straight-through

Kedua jenis kabel ethernet ini biasanya digunakan di sebagian besar transmisi jaringan komputer. Kabel straight-through digunakan di jaringan area lokal untuk menghubungkan perangkat yang berbeda seperti komputer ke hub, router dan switch, PC dan switch, dan sebagainya. Kabel crossover hanya diperlukan saat menghubungkan dua perangkat dengan fungsi yang sama.

Baca Juga :  Bounty Hunter : Pengertian, Manfaat, Pendapatan, Perbedaan Dengan Hacker dan Macam Jenis

Perbedaan signifikan lainnya antara kabel crossover dan kabel patch standar adalah bahwa setiap jenis akan memiliki susunan kabel yang berbeda dan juga untuk melayani tujuan yang berbeda. Saat kita memegang kedua ujung kabel dan melihat pin-Input output, dapat dilihat bahwa kabel straight-through memiliki pin warna kabel yang sama sementara kabel crossover memiliki pin yang berbeda.

Perbedaan Fisik Kabel Crossover dan Kabel Straight-through

Ada dua standar untuk pengkabelan kabel Ethernet, seperti yang diakui oleh ANSI, TIA, dan EIA. Salah satunya adalah standar kabel T568A, dan yang lainnya adalah T568B. Kabel straight-through memiliki standar kabel satu di mana kedua ujungnya menggunakan standar kabel T568A, atau kedua ujungnya menggunakan standar kabel T568B. Tidak seperti kabel straight-through, kabel crossover menggunakan dua standar kabel yang berbeda. Salah satu ujungnya menggunakan standar kabel T568A sedangkan ujung lainnya menggunakan standar kabel T568B.

Baca Juga :  Pengertian Syntax : Fungsi, Macam Jenis, dan Contohnya

Biasanya, kabel crossover memiliki tulisan Crossover atau Xover yang tercetak di atasnya untuk membedakannya dari kabel straight-through.

Perbedaan Fungsi Kabel Straight-through dan Kabel Crossover

Kabel crossover digunakan ketika:

  • Menghubungkan komputer ke komputer
  • Menghubungkan router ke router
  • Menghubungkan switch ke switch
  • Menghubungkan hub ke hub dan
  • Menghubungkan router ke PC karena kedua perangkat memiliki komponen yang sama
Perbedaan Fungsi Kabel Straight-through dan Kabel Crossover

Kabel straight-through digunakan ketika:

  • Menghubungkan router ke hub
  • Menghubungkan komputer ke switch
  • Menghubungkan peralatan jaringan lain yang berbeda

Sebelumnya kabel crossover diperlukan untuk menghubungkan dua perangkat host secara langsung, sekaranhg cara ini tidak lagi diperlukan. Banyak perangkat jaringan modern mendukung Auto MDI-X, yang secara otomatis mampu mendeteksi jenis koneksi yang tepat pada kabel apa pun yang digunakan. Misalnya, jaringan antar komputer dengan Auto MDI-X dapat menggunakan kabel straight-through atau crossover untuk aplikasi apa pun.

Baca Juga :  Pengertian API : Cara Kerja, Contoh, dan Komponen Terlengkap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa