32 C
Semarang
Wednesday, October 27, 2021
HomeAlamBiologiKelemahan Tardigrada Mahluk Terkuat di Bumi yang Terancam Perubahan Iklim
Adam Muizhttps://adammuiz.com/
The only thing I know is that on the other side of a decision, I'm there. And if I'm there, no matter what path I go, there'll always be something to love.

Ternak Uang

Kelemahan Tardigrada Mahluk Terkuat di Bumi yang Terancam Perubahan Iklim

Tardigrade atau yang sering disebut Beruang Air dan Babi Lumut dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa Tardigrada dengan cepat melemah pada kondisi lingkungan yang panas. Suhu air sekitar 37,8C dapat membunuh Tardigrada hanya dalam sehari. Menurut peneliti, saat suhu global meningkat, hal tersebut dapat menjadi ancaman bagi Tardigrada.

“Tardigrada jelas bukan organisme yang hampir tidak bisa dihancurkan seperti yang dikatakan pada banyak situs web sains populer,” kata Ricardo C. Neves, seorang ilmuwan pascadoktoral biologi di Universitas Kopenhagen, yang ikut menulis makalah baru tentang ketangguhan Tardigrada, yang diterbitkan tanggal 9 Januari 2020 dalam jurnal Scientific Reports.

Berapa Lama Tardigrada Dapat Hidup di Lingkungan Ekstrem?

Organisme mikroskopik tangguh ini dapat mengatasi pembekuan, kekeringan, kekurangan oksigen, dan paparan radiasi bahkan bisa bertahan cukup lama di Angkasa Luar hampa udara. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa Tardigrada bahkan bisa bertahan hidup direbus hingga 151C selama satu jam, kata Neves kepada Live Science. Tapi tidak ada yang pernah mempelajari bagaimana Tardigrada menangani panas untuk waktu yang lebih lama. Itulah yang Neves dan rekan-rekannya peneliti lainnya ingin ketahui.

Metode penelitian sebenarnya menggunakan cara yang sederhana. Tim peneliti mengekspos Tardigrada dari spesies air tawar Ramazzottius varieornatus ke suhu hingga 40C dengan kelipatan 2, 24 atau 48 jam. Tardigrada pada penelitian ini dalam kondisi aktif dan juga kondisi tun. Para peneliti juga menguji kelangsungan hidup makhluk-makhluk itu ketika kenaikan suhu secara bertahap dan bukan langsung, mengekspos beberapa Tardigrada ke periode aklimasi 2 jam pada 30C dan 2 jam kemudian pada 35C.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukan terlalu lama di panas tidak baik untuk kondisi Tardigrada. Setelah 48 jam pada suhu 40C, semua tardigrada dalam keadaan aktif mati. Sedangkan pada suhu 37C, sekitar 46% tardigrada aktif mati dalam waktu 48 jam. Namun, aklimatisasi membantu Tardigrada aktif yang menjalani tahap aklimasi memiliki tingkat kelangsungan hidup 72% dalam waktu 48 jam, artinya hanya 28% yang meninggal.

Memanaskan Lingkungan Percobaan

Menggunakan patokan tingkat kematian 50%, para peneliti menemukan bahwa dibutuhkan 48 jam pada suhu 37,1C untuk membunuh setengah dari tardigrada aktif yang belum terbiasa dengan panas. Aklimasi meningkatkan suhu yang dibutuhkan untuk membunuh setengah tardigrada aktif menjadi 37,6C.

Tardigrada dalam keadaan tun bernasib sedikit lebih baik, mentolerir suhu yang lebih tinggi. Diperlukan pemanasan hingga 82,7C untuk mematikan setengah tardigrada tun-state dalam waktu 1 jam. Waktu paparan yang lebih lama menurunkan suhu yang dibutuhkan untuk Tardigrada mampu bertahan. Selama 24 jam pemaparan suhu 63,1C sudah cukup untuk membunuh setengah dari Tardigrada tun-state.

Baca Juga – Rahasia Ketagguhan Tardigrada

“Pada akhir studi, kami cukup terkejut melihat hasil penelitian, karena yang diharapkan Tardigrada – baik dalam keadaan aktif dan kering mampu bertahan pada suhu yang lebih tinggi, yang jelas ternyata tidak demikian,” menurut Neves. “Kami telah menemukan kelemahan Tardigrada.”

Menurut Neves “Kelemahan ini dapat menjadi masalah, karena merusak keyakinan bahwa Tardigrada akan bertahan hidup dari apa pun, bahkan supernova di dekatnya atau dampak asteroid yang menghancurkan kehidupan.”

“Fakta bahwa median suhu mematikan untuk Ramazzottius varieornatus aktif sangat dekat dengan suhu maksimum yang diukur saat ini di Denmark (yaitu, 36,4C [97,5F]) – di mana spesimen yang digunakan dalam penelitian ini telah diambil sampelnya – cukup mengkhawatirkan di pendapat kami, “tulis Neves dalam email ke Live Science.

Namun masa depan Tardigrada masih belum pasti, tambahnya. Eksperimen laboratorium menunjukkan bahwa hewan mampu menyesuaikan diri dengan kenaikan suhu sampai batas tertentu, sehingga laju pemanasan dan kemampuan Tardigrada untuk beradaptasi mungkin akan menentukan nasib Tardigrada kedepannya. Pertanyaan lain, kata Neves adalah seberapapun tangguh tardigrada laut maupun spesies air tawar, akan segera berhadapan pada air yang lebih panas saat suhu di dunia mulai menghangat.

Sumber :

  • https://www.livescience.com/indestructible-tardigrades-cannot-survive-heat.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Populer