32 C
Semarang
Wednesday, October 27, 2021
HomeSosialEkonomiPengertian Negara Berkembang : Karakteristik, Indikator, Faktor, Dampak dan Contoh

Ternak Uang

Pengertian Negara Berkembang : Karakteristik, Indikator, Faktor, Dampak dan Contoh

Negara berkembang merupakan negara yang memiliki pendapatan per kapita maih rendah, pembangunan belum merata, infrastruktur yang belum memadai dan kualitas sumber daya manusia yang masih kurang.

Bisa dikatakan jika negara berkembang adalah negara yang sedang serius dan giat meningkatkan kualitas di sektor sumber daya manusia, industri dan meningkatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [IPTEK]

Pengertian Negara Berkembang

Negara berkembang atau negara dunia ketiga merupakan beberapa negara yang baru-baru saja mendapatkan kemerdekaan dari negara maju atau negara industri.

Negara berkembang umumnya sedang berusaha melakukan pembangunan di bidang infrastruktur modern. Selain itu, negara berkembang juga sedang meningkatkan pergerakan di banyak sektor serta industri, agrikultur dan membangun sumber daya manusia berkuaitas dan menggunakan sumber daya alam dengan maksimal.

Negara berkembang biasanya ada di bagian bumi selatan khususnya benua Asia kecuali Korea Selatan, Jepang, Singapura, Brunei Darussalam, Israel dan Singapura. Penggunaan istilah negara berkembang dianggap kurang tepat jika ditujukan ke negara miskin dengan perekonomian yang tidak tumbuh atau bahkan menurun terus menerus.

Pengertian Negara Berkembang Menurut Para Ahli

1. Menurut Maluyu S.P. Hasibuan

Menurutnya, negara berkembang adalah struktur ekonomi negara yang masih belum berkembang atau masih direncanakan. Negara yang termasuk negara berkembang tidak bisa memakai seluruh faktor produksinya.

2. Menurut Harvey Leibenstein

Ia berpendapat jika negara berkembang merupakan beberapa negara teknologi, ekonomi, populasi dan lainnya dengan pendapatan per kapita yang masih berumur 1 tahun.

3. Menurut Ragnar Nurkse

Ia berpendapat jika negara berkembang merupkan negara termaju jika dibandingkan dengan negara industri. Jika dilihat secara umum, negara yang masuk ke kategori modal pembangunan kurang dari total populasi serta sumber daya alam yang dimiliki.

Karakteristik dan Ciri-ciri Negara Berkembang

Umumnya, negara berkembang ada di negara tropis. Namun, bukan berarti negara yang ada di daerah tropis merupakan negara berkembang. Selain itu, umumnya negara berkembang juga banyak ditemukan di benua Asia dan Afrika.

Inilah penyebab lahirnya sebutan negara utara serta selatan dari garis khatulistiwa. Untuk negara-negara di utara identik dengan negara maju. Sementara negara di selatan identik dengan negara berkembang serta negara terbelakang.

Ada beberapa ciri khas serta karakteristik dari negara berkembang yang akan dijelaskan beberapa diantaranya berikut ini:

1. Produsen Barang Primer

Barang primer merupakan berbagai produksi dari sektor kehutanan, pertanian, penggalian dan juga perikanan. Sebagian besar negara berkembang merupakan produsen berbagai barang dari beberapa sektor ini yang membuat sebagian besar tenaga kerja juga bekerja pada sektor ini.

2. Mengalami Masalah Tekanan Penduduk

Negara berkembang umumnya masih mengalami masalah tekanan penduduk yang terdiri dari beberapa hal, seperti:

  • Pengangguran di desa: Ini disebabkan karena jumlah tanah yang tidak dapat menampung peningkatan jumlah penduduk yang cepat sehingga banyak tenaga kerja menganggur.
  • Peningkatan jumlah penduduk yang cepat: Angka kelahiran negara berkembang umumnya sangat tinggi. Ini menyebabkan jumlah penduduk juga bertambah dengan cepat.
  • Tingkat kesehatan rendah: Umumnya negara berkembang punya tingkat kesehatan penduduk yang rendah. Ini menyebabkan angka kematian juga cukup tinggi.

3. Penduduk yang Masih Terbelakang

Negara berkembang lebih banyak memiliki penduduk yang masih terbelakang dibandingkan dengan negara maju. Ini menandakan kualitas penduduk sebagai faktor produksinya masih rendah.

Ada banyak tenaga kerja di negara berkembang yang tidak terlalu efisien ketika bekerja, punya mobilitas rendah dan sulit berganti pekerjaan.

4. Kekurangan Kapital atau Modal

Sebagian negara berkembang juga kekurangan kapital atau modal yang penting untuk pembangunan perekonomian. Ini terjadi sebab modal dari tabungan masyarakat yang belum terbentuk.

Akibatnya, untuk pembangunan perekonomian di negara berkembang juga dilakukan dengan cara meminjam uang negara maju. Kekurangan modal ini menjadi lingkaran yang tidak berujung. Artinya, kekurangan modal terjadi karena tingkat investasi yang rendah.

Tingkat investasi yang rendah terjadi karena tingkat tabungan yang rendah karena penghasilan masyarakat juga masih rendah. Sedangkan penghasilan yang rendah terjadi karena sumber daya alam, tingkat produktivitas tenaga kerja dan modal yang rendah.

5. Banyak Sumber Daya Alam yang Belum Diolah

Negara berkembang sering kesulitan dalam mengolah sumber daya alam yang melimpah. Ini terjadi karena tenaga kerja, modal, ilmu pengetahuan dan keahlian yang masih minim.

Semua ini menyebabkan sumber alam hanya menjadi sumber daya potensial dan belum menjadi sumber daya riil yang dapat membantu perbaikan kondisi perekonomian.

6. Orientasi Perdagangan Luar Negeri

Semua negara yang ada di dunia ini melakukan perdagangan internasional. Akan tetapi intensitas perdagangan internasional lebih terasa di negara berkembang.

Negara berkembang lebih mengutamakan memperdagangkan barang primer untuk diekspor namun jenisnya masih sangat sedikit. Hanya ada beberapa negara berkembang saja yang bisa mengekspor barang tersier atau sekunder bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada.

Kegiatan perdagangan luar negeri yang ada di negara berkembang bukan memperlihatkan surplus akan tetapi karena belum bisa mengolah sumber daya primer menjadi sumber daya riil.

Michael p. Todaro di dalam bukunya yang berjudul “Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga” mengemukakan beberapa ciri terpenting dari negara berkembang dan berikut diantaranya:

  • Standar hidup relatif rendah: Diperlihatkan dari tingkat pendapatan yang rendah, kondisi kesehatan buruk, ketimpangan pendapatan buruk serta sistem pendidikan tidak memadai.
  • Tingkat produktivitas rendah: Tingkat pertumbuhan penduduk serta beban ketergantungan negara berkembang masih tinggi. Ketergantungan pendapatan yang besar biasanya terjadi di sektor primer dan juga pertanian.
  • Pasar masih tidak sempurna dan informasi yang tersedia masih terbatas.
  • Ketergantungan, dominasi serta kerapuhan hampir ada di semua aspek hubungan internasional.

Selain beberapa karakteristik dan ciri khas dari negara berkembang di atas, masih ada beberapa ciri dan karakteristik negara berkembang lain, seperti:

  • Sektor lahan pertanian serta peternakan hanya bisa memenuhi kebutuhan untuk keluarga dan diri sendiri.
  • Kegiatan masyarakat masih memakai sarana serta prasarana tradisional.
  • Kemajuan teknologi serta ilmu pengetahuannya masih lambat.
  • Penghasilan yang diperoleh penduduk masih berjumlah rata-rata rendah.
  • Modal untuk melakukan pembangunan belum mencukupi.
  • Sumber daya manusia atau SDM yang berkualitas masih rendah.
  • Taraf hidup masih rendah.
  • Sedang giat dan fokus melakukan pembangunan di seluruh aspek bidang.
  • Kualitas IPTEK masih rendah dan pemahaman akan IPTEK juga masih kurang.
  • Masih kekurangan tenaga ahli yang terampil.
  • Jenis populasinya tergantung atau bisa disebut kecil.
  • Masih sangat bergantung dengan sumber daya alam.
  • Angka kriminalitas yang masih tinggi.
  • Masih ada krisis lingkungan hidup.
  • Tingkat pertumbuhan populasinya tinggi.
  • Harapan hidup penduduknya masih bisa dikatakan cukup rendah.

Indikator Negara Berkembang

  • Sektor agrikultur atau pertaniannya masih mendominasi kegiatan perekonomian sehingga sektor industri belum menjadi mayoritas perekonomian.
  • Pendapatan per kapita masih rendah sehingga menyebabkan angka kemiskinan masih tinggi dan perekonomian yang belum merata.
  • Pemahaman dan penguasaan masyarakat tentang IPTEK masih rendah karena masih dalam proses pengalihan teknologi.
  • Kualitas tenaga kerjanya masih rendah karena banyak penduduk yang hanya berpendidikan rendah.
  • Transportasi, infrastruktur dan sistem perhubungan belum tersebar secara merata.
  • Tingkat disiplin penduduk masih rendah karena pendidikannya yang masih rendah.
  • Kebutuhan penduduk belum semuanya terpenuhi. Contohnya seperti kualitas pendidikan yang rendah, kesehatan dan sulit mendapatkan lapangan pekerjaan.
  • Nilai ekspor dan importnya seimbang atau bahkan masih lebih tinggi import.
  • Masih kekurangan modal untuk membangun industri.

Faktor yang Mempengaruhi Negara Berkembang

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi sebuah negara menjadi negara maju atau berkembang. Berikut adalah beberapa faktor yang bisa menjadi penentu serta mempengaruhi negara berkembang:

  • Jumlah penduduk serta pertumbuhan penduduknya tinggi.
  • Stabilitas ekonomi, politik, keamanan dan pertumbuhan ekonominya masih rendah.
  • Hubungan internasional dengan negara lain masih rendah.

Perbedaan Negara Berkembang dan Negara Maju

1. Perbedaan dari Segi Jumlah Pendapatan per Kapita

Tingkat pendapatan per kapita tergantung dari apakah negara tersebut adalah negara industri atau bukan. Untuk negara yang masuk dalam kategori maju, maka nilai pendapatan per kapitanya juga besar. Sedangkan untuk negara berkembang biasanya masih memiliki masalah dari sektor industrinya.

2. Perbedaan dari Segi Tingkat Kemakmuran

Dari tingkat kemakmurannya, negara maju biasanya jauh lebih makmur. Sedangkan untuk negara berkembang biasanya baru saja memulai kegiatan untuk meningkatkan negara di segala sektor yang jelas terlihat khususnya dalam sektor industri.

Negara berkembang memiliki sektor industri yang tinggi dengan produksi yang juga maju. Sedangkan di negara berkembang masih butuh mesin dari luar negeri supaya bisa mendukung kegiatan produksinya.

3. Perbedaan dari Segi Infrastrukturnya

Perbedaan dari negara maju dan berkembang selanjutnya adalah dari segi infrakstrukturnya. Untuk negara berkembang, tingkat keselamatan serta kesehatan sangat diperhitungkan.

Dengan begitu, penduduknya tidak perlu khawatir dengan masalah sebab tingkat keamanannya yang sangat ketat. Sedangkan di negara berkembang, pemerintah masih mengusahakan untuk meningkatkan infrastruktur supaya bisa lebih terorganisir.

4. Perbedaan dari Segi Buta Huruf

Negara maju memiliki sumber daya manusia. Sedangkan untuk negara berkembang biasanya, sumber dayanya masih kurang yang disebabkan karena banyak hal seperti salah satunya masalah buta huruf yang masih banyak terjadi di negara berkembang.

5. Perbedaan dari Segi Pemakaian Sumber Daya

Perbedaan negara berkembang dan negara maju selanjutnya adalah dari segi pemakaian sumber dayanya. Sumber daya sangat dibutuhkan dalam negara industri. Sumber daya akan menghasilkan sumber yang ada pada negara berkembang. Sementara untuk negara maju, sumber akan dipakai untuk produksi massal.

6. Perbedaan dari Segi Pendapatan

Sektor pendapatan yang didapat penduduk pada negara maju atau negara industri sangat tinggi. Hal ini sangat berbeda dengan negara berkembang yang biasanya pendapatannya masih belum terlalu tinggi dan hanya berasal dari sektor jasa saja. Inilah sebabnya, negara industri atau negara maju memiliki teknologi yang maju.

7. Perbedaan dari Segi Tingkat Kelahiran dan Kematian

Perbedaan terakhir dari negara maju dan negara berkembang adalah dari segi tingkat kelahiran dan kematiannya. Umumnya, tingkat kematian setiap tahun di negara maju sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan negara berkembang. Ini bisa terjadi karena di negara berkembang banyak orang yang belum bisa memenuhi kebutuhannya.

Dampak dan Manfaat Ekonomi Pembangunan di Negara Berkembang

Pembangunan ekonomi diartikan sebagai rangkaian usaha pada sebuah perekonomian. Ini berguna untuk mengembangkan kegiatan perekonomian seingga perusahaan semakin banyak dan berkembang, infrastruktur lebih banyak tersedia, teknologi meningkat dan taraf pendidikan semakin tinggi.

1. Dampak Positif Pembangunan Ekonomi

  • Dengan pembangunan ekonomi, maka pelaksanaan kegiatan perekonomian bisa berjalan dengan baik dan bisa mempercepat proses pertumbuhan ekonomi.
  • Pembangunan ekonomi membuat lapangan pekerjaan tercipta yang diperlukan masyarakat sehingga angka pengangguran bisa berkurang.
  • Lapangan pekerjaan tercipta karena pembangunan ekonomi yang otomatis bisa meningkatkan pendapatan nasional.
  • Pembangunan ekonomi membuat perubahan struktur perekonomian dari ekonomi agraris ke ekonomi industri bisa terjadi. Dengan begitu, kegiatan ekonomi bisa dilakukan negara dengan jumlah semakin beragam serta dinamis.
  • Pembangunan ekonomi akan meningkatkan kualitas SDM sehingga teknologi dan ilmu pengetahuan juga ikut berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

2. Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi

  • Bisa terjadi pembangunan ekonomi tidak terencana yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup terjadi.
  • Industrialisasi menyebabkan lahan pertanian ikut berkutang.
  • Habitat alam hayati dan hewani bisa hilang.

3. Manfaat Ekonomi Pembangunan

Masyarakat Indonesia harus mengetahui semua manfaat dari pembangunan ekonomi. Walau ini diatur pemerintah, tidak berarti masyarakat hanya berdiam dan tidak mengerti manfaat yang bisa diperoleh dari pembangunan ekonomi. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari pembangunan ekonomi:

  • Menghasilkan Lapangan Pekerjaan

Masyarakat bisa memperoleh pekerjaan sebab pembangunan ekonomi yang berkembang dan memberikan lapangan pekerjaan yang diperlukan masyarakat.

Pembangunan ekonomi bisa memajukan sektor pembangunan khususnya dalam bidang industri. Sedangkan sektor industri butuh banyak karyawan agar industri bisa berjalan. Dengan begitu, pembangunan ekonomi juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebab ada lebih banyak lapangan pekerjaan.

  • Meningkatkan Pendapatan Nasional

Dengan lebih banyak lapangan pekerjaan yang diciptakan, maka semakin banyak posisi yang memerlukan karyawan. Secara tidak langsung, hal ini akan berpengaruh ke peningkatan pendapatan negara Indonesia.

Ini disebabkan industri semakin banyak bermunculan yang ikut berpengaruh pada pajak nasional dan akhirnya pendapatan masyarakat Indonesia juga meningkat.

  • Memperlancar Kegiatan Ekonomi

Dengan pembangunan ekonomi, maka kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia juga bisa semakin lancar. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi proses dan pelaksanaannya juga bisa dipercepat.

Alasan utamanya adalah karena pembangunan ekonomi yang diselesaikan dengan cepat dimana didalamnya ada kegiatan ekonomi. Ketika pembangunan ekonomi tumbuh dengan pesat, maka kegiatan ekonomi yang ada didalamnya juga bisa semakin lancar.

  • Teknologi Berkembang Dengan Pesat

Dengan pembangunan ekonomi yang semakin berkembang serta tumbuh di bidang industri dan ekonomi lain, maka bisa meningkatkan perkembangan teknologi yang cepat. Ditambah juga perkembangan ilmu pengetahuan yang bisa dipakai untuk mengimbangi pertumbuhan pembangunan ekonomi Indonesia.

  • Mengurangi Angka Pengangguran

Dengan pembangunan ekonomi dan sektor industri yang berkembang pesat, maka karyawan untuk banyak posisi semakin dibutuhkan. Ini kemudian akan berpengaruh pada angka pengangguran di negara berkembang tersebut. Sektor industri yang kemudian bisa menurunkan angka dari pengangguran.

  • Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dengan pembangunan ekonomi yang tinggi, maka kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat. Ini disebabkan karena tingkat pendapatan masyarakat yang meningkat serta mengurangi jumlah angka pengangguran. Dengan begitu, masyarakat bisa hidup sejahtera dan perekonomian juga menjadi layak.

  • Memperbaiki Pendidikan

Manfaat pembangunan ekonomi berikutnya adalah untuk memperbaiki kualitas pendidikan khususnya di Indonesia. Ini bisa terjadi karena kesejahteraan masyarakat yang meningkat sehingga orang tua bisa menyekolahkan anak hingga jenjang pendidikan yang tinggi dan berkualitas.

Contoh Negara Berkembang di Dunia

1. Negara Berkembang di Afrika

  • Tuwalu.
  • Tunisia.
  • Algeria.
  • Mesir.
  • Afrika Selatan.
  • Fiji.
  • Kribati.
  • Kepulauan Marshall.
  • Federsi Mirkonesia.

2. Negara Berkembang di Benua Amerika

  • Argentina.
  • Kolombia.
  • Chili.
  • Guatemala.

3. Negara Berkembang di Benua Asia

  • Malaysia.
  • Indonesia.
  • Kazakstan.
  • Filipina.
  • Bangladesh.
  • Uzbekistan.
  • Thailand.
  • Armenia.

4. Negara Berkembang di Benua Eropa

  • Makedonia.
  • Romania.
  • Kroasia.
  • Serbia.
  • Ukraina.
  • Montenegro.
  • Serbia.
  • Turki.
Sumber Referensi

https://www.merdeka.com/trending/pengertian-negara-maju-dan-berkembang-kenali-ciri-pembeda-dan-daftar-negaranya-kln.html
https://rimbakita.com/negara-berkembang/
https://www.gurupendidikan.co.id/negara-berkembang/
https://www.portal-ilmu.com/2020/11/pengertian-negara-berkembang.html
https://www.awalilmu.com/2018/02/pengertian-negara-berkembang-contoh-dan-ciri-cirinya.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Populer