30.1 C
Semarang
Wednesday, December 8, 2021

Pengertian Organisasi : Tujuan, Ciri-Ciri, Unsur, Prinsip dan Bentuk Bentuk

Artikel Pilihan

Sesuatu bisa disebut sebagai organisasi ketika ada kegiatan atau aktifitas yang dilakukan bersama untuk mendapatkan tujuan bersama serta dilakukan dua orang atau lebih dan bukan oleh satu orang saja. Organisasi diambil dari bahasa Yunani yakni Organon yang berarti alat.

Pengertian Organisasi Secara Umum

Organisasi mempunyai 2 arti umum yakni mengacu ke lembaga atau kelompok fungsional. Contohnya seperti badan pemerintah, perusahaan, rumah sakit atau perkumpulan olahraga.

Sedangkan arti organisasi yang kedua lebih mengacu ke proses pengorganisasian seperti salah satunya fungsi manajemen.

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli

  • W.J.S Poerwadarminta: Organisasi merupakan susunan dan aturan dari banyak bagian sehingga menjadi sebuah kesatuan yang teratur.
  • Janu Murdiyamoko dan Citra Handayani: Organisasi merupakan sistem sosial yang punya identitas kolektif tegas dan prosedur pergantian anggota.
  • Stoner: Organisasi merupakan pola beberapa hubungan lewat beberapa orang di bawah pengarahan manajer untuk mencapai tujuan bersama.
  • James. D. Mooney: Organisasi merupakan bentuk semua perserikatan manusia untuk mendapatkan tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard: Organisasi merupakan sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan dua orang atau lebih.
  • Kochler: Organisasi merupakan sistem hubungan terstruktur yang mengkoordinasikan usaha sebuah kelompok orang untuk mendapatkan tujuan tertentu.
  • Schein: Organisasi merupakan koordinasi rasional kegiatan kumpulan orang untuk mendapatkan tujuan umum lewat pembagian pekerjaan dan fungsi melalui hirarki otoritas dan tanggungjawab.

Tujuan Organisasi

Organisasi memang harus ada pada kehidupan manusia, Fungsinya adalah sebagai instrumen untuk menyatukan manusia di dalam proses dinamika serta keteraturan hidup.

Lewat organisasi Budi Utomo di Indonesia, maka memulai lahirnya berbagai organisasi lain dengan tujuan serta sasaran berbeda-beda. Jika organisasi tidak memiliki manajemen, maka akan menimbulkan kekacauan hingga gulung tikar.

Ini terbukti pada situasi tidak normal seperti terjadinya bencana pada saat organisasi tidak teratur. Untuk itulah, kehadiran manajemen sangat penting untuk membereskan organisasi supaya bisa lebih baik.

Semua organisasi punya keterbatasan sumber daya manusia, uang serta fisik supaya tujuan organisasi bisa tercapai. Keberhasilan untuk mencapai tujuan sebetulnya sangat tergantung dari tujuan yang mau dicapai memakai sumber daya. Manajemen akan menjadi penentu keefektifan serta efisiensi ditekankan lewat pekerjaan yang baik.

Ciri-ciri Organisasi

Ilmu organisasi adalah ilmu yang sangat penting untuk dimiliki sebab kehidupan manusia tidak lepas dari yang namanya organisasi. Dari mulai lingkungan sederhana seperti keluarga sampai yang rumit seperti organisasi pemerintah, semuanya membutuhkan organisasi. Berikut adalah beberapa ciri dari organisasi:

  • Memiliki koordinasi tugas serta wewenang.
  • Memiliki tujuan serta sasaran.
  • Memiliki keterikatan format serta tata tertib yang harus ditaati.
  • Ada kerjasama dari sekumpulan orang.
Baca Juga :  Pengertian Analogi - Macam Jenis, Tujuan, Fungsi dan Contoh

Unsur Organisasi

Jika dilihat secara sederhana, maka organisasi punya 3 unsur yakni manusia, kerjasama serta tujuan bersama. Ketiga unsur ini tidak bisa berdiri sendiri namun saling berkaitan sehingga menjadi kesatuan yang utuh. Berikut adalah penjelasan dari setiap unsur organisasi:

  • Man atau orang: Disebut juga dengan personel atau pegawai yang terdiri dari anggota organisasi. Menurut tingkatan serta fungsinya terdiri dari administrator sebagai pemimpin tertinggi, manajer sebagai pemimpin unit kesatuan kerja sesuai fungsi dan  pekerja. Semuanya menjadi kekuatan man power atau kekuatan manusiawi dalam organisasi.
  • Kerjasama: Perbuatan saling membantu yang dilakukan bersama untuk mendapatkan tujuan bersama. Untuk itu setiap anggota menurut tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer serta pekerja.
  • Tujuan: Arah atau sasaran yang mau dicapai. Tujuannya untuk menggambarkan apa yang mau dicapai atau apa yang diharapkan. Tujuan menjadi titik akhir dari apa yang akan dikerjakan dan apa yang harus dicapai lewat program, prosedur, kebijaksaan, pola, anggaran, strategi dan peraturan yang sudah ditetapkan.

Prinsip Organisasi

1. Organisasi Harus Punya Tujuan yang Jelas

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sebuah organisasi harus memiliki tujuan yang jelas serta penting. Ini dibutuhkan supaya apa yang sudah dicita-citakan orang dalam organisasi tersebut bisa lebih terarah.

2. Skala Hirarki

Skala hirarki merupakan perbandingan kekuasaan di setiap bagian. Kekuasaannya sangat terukur seperti berapa banyak jumlah bawahan serta jenis pekerjaan yang dijadikan tumpuan suatu organisasi.

Ini artinya tidak akan ada ukuran yang sama untuk contohnya kepala sekolah dan pembantu kepala sekolah pada ukuran hirarki kekuasaan. Seseorang yang bisa memerintah bawahan hanya atasan dan ini dijadikan tolak ukur setiap organisasi yang didirikan.

3. Pelimpahan Wewenang

Dalam pengertian organisasi, terdapat dua pelimpahan wewenang yakni secara sementara dan bersifat mendadak serta secara permanen:

  • Sementara dan bersifat mendadak: Contohnya ketika kepala sekolah sedang berhalangan hadir di undangan rapat Depdiknas mengenai UIN, maka yang memiliki hak untuk menggantikan adalah PKS I yang bersifat untuk sementara.
  • Secara permanen: Ditandai dengan Surat Keputusan Tetap atau SK.

4. Pertanggungjawaban

Untuk melakukan tugas, semua bawahan memiliki tanggung jawab dalam melakukan tugas serta hasil dari pekerjaan. Selain itu, setiap orang juga bertanggung jawab untuk semua yang sedang dikerjakan.

Baca Juga :  Pengertian Misi - Manfaat, Kriteria Menulis dan Contoh Tulisan

5. Pembagian Pekerjaan

Pembagian pekerjaan sangat penting untuk menutupi kekurangan setiap individu ketika melakukan pekerjaan di dalam organisasi. Diperlukan spesialisasi pekerjaan yang disesuaikan dengan keahlian setiap anggota. Berbagai kegiatan tersebut harus dikelompokkan serta ditentukan supaya bisa lebih efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

6. Rentang Pengendalian

Rentang atau jenjang pengendalian berhubungan dengan jumlah bawahan yang harus dikendalikan atasan. Untuk itu, tingkatan kewenangan yang ada wajib dibatasi seminimal mungkin supaya tidak semua anggota menjadi atasan.

7. Fungsionalitas

Seseorang yang ada di dalam organisasi harus memiliki tugas yang jelas lengkap dengan wewenang yang jelas. Selain itu, hubungan kerja, kegiatan dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi juga harus jelas.

8. Pemisahan

Prinsip pemisahan berhubungan dengan beban tugas individu yang tanggung jawabnya tidak bisa dibebankan pada orang lain. Pengecualian berlaku untuk beberapa hal tertentu yang di luar kuasa manusia contohnya seperti sedang sakit.

9. Keseimbangan

Prinsip keseimbangan berkaitan dengan keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasinya. Keseimbangan antara imbalan, beban tugas, waktu kerja juga hasil pekerjaan juga harus dipikirkan.

10. Flexibilitas

Sebuah pertumbuhan serta perkembangan organisasi akan tergantung pada dinamika kelompok. Keseimbangan penugasan dengan imbalan harus diperhatikan dengan baik ketika sedang memenuhi tujuan dari suatu organisasi.

Bentuk-bentuk Organisasi

1. Organisasi Pola Lini [Lini Organization]

Garis komando terbentang lurus dari atas yakni pucu pimpinan hingga pelaksana di bawah. Sedangkan garis dipertanggungjawabkan dengan baik secara ketat menurut hirarki di bawah. Pada pola bentuk organisasi ini, ada garis wewenang yang berkaitan langsung antara atasan dan bawahan.

2. Organisasi Berpola Staf [Staf Organization]

Bentuk organisasi berikutnya adalah organisasi berpola staf. Di pola ini, seluruh kekuasaan, hak serta tanggung jawab akan dibagi ke unit kerja yang ada secara bertingkat ke bawah. Semua unit akan mendapatkan sebagian hak untuk menentukan kebijaksanaan selama tidak bertentangan dengan kebijaksanaan umum seta pimpinan tertinggi.

3. Organisasi Pola Lini dan Staf [Line and Staf Organization]

Ini adalah gabungan dari kedua pola yang sudah dijelaskan di atas. Bentuk organisasi ini adalah menempatkan pucuk pimpinan sebagai pemegang hak serta kekuasaan tertinggi. Akan tetapi, tidak semua hak atau tanggung jawab itu akan dilimpahkan ke bagian atau unit kerja yang ada seutuhnya.

Sumber Referensi

https://accurate.id/marketing-manajemen/pengertian-organisasi/
https://www.bola.com/ragam/read/4555498/pengertian-organisasi-unsur-ciri-bentuk-dan-jenisnya-yang-perlu-diketahui
https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
https://penerbitbukudeepublish.com/pengertian-organisasi/
https://www.maxmanroe.com/vid/organisasi/pengertian-organisasi.html
https://salamadian.com/pengertian-organisasi-adalah/
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-organisasi/
https://duniapendidikan.co.id/organisasi-adalah/

[Total: Rata-rata: ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa