‚Äč
32 C
Semarang
Wednesday, December 8, 2021

Pengertian Organisme : Ciri-ciri, Jenis Jenis, Klasifikasi dan Perkembangan

Artikel Pilihan

Kata organisme diambil dari bahasa Yunani yakni Organismos atau Organon yang memiliki arti menerapkan, instrumen, alat, kekhawatiran atau organ akal. Untuk pertama kalinya, kata organisme ini muncul di tahun 1703 dalam Oxford English Dictionary.

Pengertian Organisme

Organisme langsung berkaitan dengan istilah organisasi. Istilah organisme secara luas diartikan dengan perakitan molekul yang berguna secara menyeluruh lebih atau kurang stabil yang memperlihatkan sifat kehidupan.

Organisme termasuk seluruh makhluk hidup individu yang bisa bereaksi pada rangsangan, tumbuh, bereproduksi serta mempertahankan homeostatis atau melakukan regulasi mandiri.

Organisme merupakan makhluk hidup yang terdiri dari banyak komponan yang saling berhubungan serta bekerja sama agar tujuan bisa dicapai bersama. Organisme hadir di banyak ukuran, gaya hidup serta bentuk.

Akan tetapi, semua memiliki beberapa ciri yang sama. Seluruh organisme butuh makanan atau nutrisi serta akan mengeluarkan limbah, berkembang biak, tumbuh dan akhirnya akan mati.

Ciri-ciri Umum Organisme

  • Membutuhkan nutrisi atau makanan.
  • Bernapas.
  • Tumbuh.
  • Bergerak.
  • Berkembang biak.
  • Peka pada rangsangan.
  • Bisa beradaptasi dan memiliki susunan kimia.
  • Mengeluarkan zat sisa.

Meski begitu, ciri-ciri ini tidak universal. Mikroorganisme seperti bakteri contohnya tidak bernapas namun memakai jalur kimiawi yang lain. Ada banyak juga organisme yang tidak bisa bergerak sendiri dan tidak berkembang biak meski spesiesnya bisa melakukan hal tersebut.

Jenis Organisme

Secara kolektif, makhluk hidup disebut dengan organisme. Ini disebabkan tubuh makhluk hidup terdiri dari satu atau bahkan lebih organ serta organel yang bisa melakukan banyak proses di keseluruhan hidup. Berikut adalah beberapa jenis dari organisme:

1. Organisme Uniseluler

a). Pengertian Organisme Uniseluler

Organisme uniseluler merupakan organisme yang terdiri dari hanya satu sel tunggal, lebih kecil serta lebih sederhana dibandingkan organisme multisel. Organisme uniseluler melakukan semua tugas khusus di dalam satu sel.

Organisme uniseluler merupakan kehidupan yang tidak bisa dilihat memakai mata telanjang. Organisme uniseluler diantaranya adalah bakteri, amoeba dan beberapa bentuk ganggang contohnya seperti diatom. Organisme uniseluler melakukan semua fungsi khususnya di dalam satu sel.

Kebanyakan dari mikroba termasuk juga virus adalah organisme uniseluler di dalam organisasi. Dari teori evolusi, organisme uniseluler merupakan organisme yang pertama berkembag di bumi. Uniseluler sudah ada sekitar 3.8 Miliar tahun yang lalu.

Masing-masing dari organisme uniseluler punya beberapa fitur karakteristik. Ini berguna untuk membantu beradaptasi di banyak kondisi lingkungan. Organisme uniseluler ini bisa ditemukan di semua habitat bahkan dalam kondisi yang paling baik sekali pun.

i). Amoeba

Amoeba seperrti protozoa dan uniseluler eukariotik ada di hampir seluruh habitat air tawar. Amoeba memiliki gerak yang unik dan mempunyai bentuk yang sangat khas. Bentuk sel dari amoeba sendiri akan tergantung dari kondisi yang berlaku.

Setiap dibutuhkan, amoeba akan memperluas kaki palsunya atau pseudopodia serta memakainya untuk bergerak dan fagositosis.

ii). Paramecium

Paramecium adalah protozoa sandal berbentuk eukariotik. Paramecium ini terdiri dari satu sel yang bagian tubuhnya dilapisi rambut seperti silia menit untuk membantu makan serta bergerak.

Reproduksi paramecium dipelajari dengan rinci untuk memahami tingkat multiplikasi. Ketika sedang menguntungkan, maka paramecium akan memreproduksi dengan memakai metode aseksual. Sedangkan ketika stres, maka paramecium akan bereproduksi secara seksual.

iii). Bakteri

Bakteri hadir di mana saja di berbagai lingkungan. Bakteri memiliki banyak bentuk seperti spiral, bulat, batang dan sebagainya. Untuk beberapa strain bakteri sudah menyesuaikan dengan kondisi keras seperti jauh di dalam kerak bumi serta di air panas. Bakteri ini punya peranan penting di dalam daur ulang nutrisi contohnya seperti bakteri yang ada di yogurt.

iv). Cyanobacteria

Cyanobacteria atau biasa disebut dengan ganggang biru hijau merupakan organisme uniseluler. Organisme ini punya karakteristik dari bakteri dan juga ganggang sebab melakukan fotosintesis untuk produksi pangan.

Sedangkan sifat prokariotik dari BGA membuat cyanobacteria ini serupa dengan bakteri. Beberapa contoh cyanobacteria diantaranya adalah chlorella, euglena, diatom serta chlamydomonas.

Untuk melihat cyanobacteria ini bisa dilakukan dengan mengumpulkan sampel air tawar dari kolam taman di botol kecil. Sampel air kemudian diambil dan dituang ke slide untuk kemudian diamati di bawah mikroskop. Nantinya akan terlihat jika organisme ini akan bergerak secara acak dan sebagian besar memiliki sel tunggal.

b). Ciri Organisme Uniseluler

Organisme uniseluler, bersel satu atau bersel tunggal adalah organisme khusus. Jumlah organisme uniseluler tidak sebanyak organisme multiseluler yang hampir ada di seluruh makhluk hidup.

Organisme seluler memiliki beberapa ciri tertentu. Beberapa diantaranya adalah bentuk tubuhnya tidak bisa terlihat mata atau mikroskopis sehingga hanya bisa terlihat memakai mikroskop. Akan tetapi, ada sebagian organisme uniseluler yang juga bisa dilihat mata telanjang.

2. Organisme Multiseluler

a). Pengertian Organisme Multiseluler

Organisme multiseluler merupakan organisme yang sudah mengalami diferensiasi sel dan memiliki fungsi khusus. Contohnya seperti memiliki sel darah, sel saraf dan sel otot yang semuanya punya fungsi berbeda-beda.

Baca Juga :  Pengertian Protein - Fungsi, Struktur, Sifat, Unsur dan Jenis

Sebagian besar kehidupan organisme multiseluler ini bisa dilihat mata telanjang. Organisme ini punya banyak sel dan lebih kompleks jika dibandingkan dengan organisme uniseluler.

Organisme multiseluler mencakup seluruh organisme dari mulai plantae serta animalia kerajaan manusia, ikan, sapi, anjing, kuda, ular, domba, gajah, paus, mawar, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya.

b). Ciri-ciri Organisme Multiseluler

  • Punya jumlah sel lebih dari satu atau banyak.
  • Mempunyai ukuran yang besar.
  • Komposisi serta struktur tubuhnya rumit dan kompleks.
  • Punya banyak organ yang memiliki fungsi berbeda.
  • Punya inti sel serta DNA yang terpisah.

Meski berukuran lebih besar, akan tetapi ada juga organisme multiseluler yang berukuran mikroskopis atau disebut myxozoa. Contoh dari organisme multiseluler diantaranya adalah hewan, manusia, tumbuhan, myxozoa dan seluruh jenis jamur.

Klasifikasi Organisme

Organisme bisa dikelompokkan menjadi 5 kerajaan berdasarkan ada atau tidaknya membran inti, uniseluler atau multiseluler dan jenis nutrisi yang dipakai organisme tersebut.

1. Kingdom Monera

  • Punya struktur sel primitif dan kurang membran nuklir.
  • Sebagian besar kerajaan ini merupakan uniseluler dan ada juga beberapa yang multiseluler.
  • Dua filum utamanya adalah bakteri atau heterotrofik dan juga alga biru hijau atau autotrofik.

2. Kingdom Protista

  • Punya membran di sekitar inti sel atau eukariotik.
  • Didominasi dengan organisme uniseluler.
  • Dua filum utamanya adalah protozoa yakni binatang heterotrofil dan juga alga yakni tanaman autotrofik.

3. Kingdom Fungi atau Jamur

  • Punya membran di sekitar inti sel atau eukariotik.
  • Bisa menyerap makanan dari lingkungannya atau heterotrofik.
  • Disusun dalam filamen berinti banyak seperti jamur dan ragi.

4. Kingdom Plantae atau Tumbuhan

  • Mempunyai membran di sekitar inti sel.
  • Organisme multisel.
  • Organisme fotosintetik.

5. Kingdom Animalia atau Hewan

  • Kingdom terbesar dari klasifikasi 5 kingdom yang lain.
  • Punya membran di sekitar inti sel.
  • Multiseluler.
  • Mencerna makanan sendiri.

Perkembangan Aseksual Pada Organisme

Di dalam reproduksi aseksual, organisme bisa bereproduksi tanpa keterlibatan dari individu lainnya dari spesies yang sama. Pembelahan sel bakteri menjadi 2 sel anak merupakan contoh dari reproduksi aseksual.

Namun, reproduksi aseksual tidak dibatasi hanya untuk organisme bersel satu. Sebab, kebanyakan tumbuhan juga bisa bereproduksi aseksual. Reproduksi aseksual tersebut dibagi kembali menjadi 2 yakni vegetatif alami dan juga vegetatif buatan:

1. Vegetatif Alami

  • Fisi

Terjadi di organisme bersel satu yang akan membelah menjadi 2 bagian. Contohnya seperti pembelahan sel bakteri serta plasmodium yang bereproduksi dengan fisi ganda, inti sel membelah berulang kali lalu setiap anak inti akan dikelilingi dengan sitoplasma dimana proses tersebut dinamakan dengan amitosis.

  • Pembentukan Spora

Dibentuk di dalam tumbuh induknya dengan cara pembelahan sel. Jika kondisi lingkungannya baik, maka spora bisa berkecambah kemudian membentu individu yang baru. Contohnya seperti lumut, jamur dan paku.

  • Pembentukan Tunas

Tunas adalah tonjolan kecil yang nantinya akan berkembang serta berbentuk sama seperti induknya namun ukurannya lebih kecil. Tunas tersebut kemudian akan dilepas, jika ditanam maka akan tumbuh menjadi individu yang baru. Contohnya seperti hydra dan sel ragi.

  • Fragmentasi

Pada saat organisme patah terbelah menjadi 2, maka patahannya bisa tumbuh kembali menjadi individu yang baru. Fragmentasi tersebut akan tergantung dari kemampuan regenerasi yakni memperbaiki jaringan atai organ yang sudah hilang. Contohnya seperti algae berbentuk benang dan cacing pipih.

  • Propagasi Vegetatif

Propagasi vegetatif ada pada tumbuhan berbiji. Ini merupakan proses ketika bagian tubuh tanaman terpisah yang akan tumbuh menjadi satu atau bahkan lebih tanaman baru.

  • Stolon

Stolon merupakan batang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon ini bisa tumbuh tunas liar yang akan dijadikan anakan tanaman. Contohnya seperti rumput gajah, rumput teki dan strawberry.

  • Akar Tinggal atau Rhizoma

Ini merupakan batang menjalar di bawah tanah yang bisa berumbi untuk menyimpan makanan atau juga bisa tidak berumbi. Ciri dari akar tinggal ini adalah memiliki daun serupa dengan sisik, ruas, tunas dan antar ruas. Contohnya seperti jahe, kunyit, kencur dan lengkuas.

  • Tunas

Tunas akan tumbuh di sekitar pangkal batang yang membentuk rumpun. Contohnya seperti pohon bambu dan pohon pisang.

  • Tunas Liar

Tunas liar ada pada tumbuhan yang mempunyai daun yang bisa meristem dan menyebabkan tunas baru di pinggir daun terbentuk. Contohnya seperti tunas cocor bebek.

  • Umbi Lapis

Umbi lapis merupakan batang pendek yang ada di bawah tanah. Umbi lapis ini diselimuti dengan sisik seperti kertas. Contohnya seperti bawang merah.

  • Umbi Batang

Umbi batang tumbuh di bawah tanah yang berguna sebagai tempat menyimpan cadangan makanan sehingga bentuknya lebih besar. Di umbi batang ini juga terdapat tunas yang akan membentik individu baru seperti contohnya kentang.

2. Vegetatif Buatan

Vegetatif buatan bereproduksi dengan bantuan dari pihak lain contohnya seperti manusia.

  • Stek

Penanaman potongan bagian tumbuhan supaya bisa menjadi tanaman yang baru. Ada banyak jenis stek yakni daun, batang dan akar. Stek batang bisa dilakukan untuk tanaman singkong serta sirih.

Sedangkan stek daun bisa dilakukan untuk tanaman cocor bebek dan begonia. Kemudian untuk stek akar bisa dilakukan untuk tanaman sukun.

  • Cangkok
Baca Juga :  Apa Itu TDPs (Tardigrade-Specific Intrinsically Disordered Proteins) ?

Cangkok merupakan reproduksi yang dilakukan dengan membuat cabang batang tanaman sehingga jadi berakar. Caranya adalah dengan membuang sebagian kulit batang kemudian dibungkus tanah. Sesudah dibungkus, bagian tersebut akan diikat dengan rapat.

Supaya udara dan air masih bisa masuk, maka ditambahkan lubang-lubang kecil yang nantinya akan tumbuh akar dan siap untuk ditanam menjadi tanaman baru.

Tanaman yang bisa dicangkok harus memiliki batang berkambium. Pencangkokkan berguna untuk menghasilkan tanaman yang sama seperti induknya. Contohnya seperti rambutan, jambu air dan mangga.

  • Merunduk

Ini merupakan tenik mengembangbiakkan tumbuhan dengan cara menundukkan batang tanaman ke tanah supaya bisa tumbuh akar yang baru. Sesudah akar terbentuk, maka batang bisa dipotong lalu dipindahkan ke lokasi lain. Contohnya seperti di tanaman alamanda.

  • Tempel atau Okulasi

Ini adalah proses menempelkan mata tunas tumbuhan di batang tumbuhan yang lain. Okulasi berguna untuk menggabungkan 2 tumbuhan dengan sifat berbeda yang nantinya akan menghasilkan tumbuhan dengan 2 jens buah atau bunga.

  • Sambung atau Enten

Ini adalah proses menyambungkan 2 jaringan tanaman yang hidup sehingga bisa bergabung, tumbuh dan berkembang menjadi 1 tanaman gabungan. Sambung ini berguna untuk menyatukan 2 sifat unggul dari tumbuhan berbeda supaya bisa menghasilkan kualitas tumbuhan yang lebih baik.

Perkembangan Seksual Pada Organisme

Reproduksi secara generatif melibatkan peleburan atau fertilisasi 2 sel gamet, sperma dan ovum. Organisme yang terbentuk nantinya akan mewarisi kedua sifat induk yang menghasilkan sifat menonjol.

Kombinasi genetik di reproduksi seksual akan meningkatkan variasi genetik di tingkat spesies. Reproduksi seksual akan menghasilkan individu baru yang tidak sama persis dengan induknya. Dari tempat bertemunya sel gamet, reproduksi bisa dibedakan menjadi:

1. Fertilitasi Internal

Peleburan sel gamet jantan serta betina di dalam tubuh hewan betina. Hewan akan dilengkapi dengan alat kopulasi yang membantu menghantarkan pertemuan sel gamet. Penis adalah alat kopulasi di beberapa jantan, sedankan betina adalah alat kopulasi untuk hewan betina.

Hewan jantan akan melepaskan beberapa juta sel gamet lewat alat kopulasi ke alat reproduksi betina. Sel sperma tersebut akan mencari ovum dan hanya satu sperma saja yang bisa membuahi satu telur. Dari cara perkembangan embrionya, maka bisa dibedakan menjadi:

  • Bertelur atau Ovipar

Embrio akan berkembang di luar tubuh induk dengan struktur bercangkang. Telur embrio akan dikeluarkan dari tumbuh induk. Cangkang sendiri tersusun dari zat kapur yang berguna untuk melindungi embrio dari kehilangan air.

Meski berkembang di luar tubuh, namun tidak sampai menghalangi perkembangan embrio. Telur embrio sudah dilengkapi kantung kuning atau yolksacs yakni nutrisi untuk menyuplai perkembangan embrio selama ada di dalam cangkang. Hewan ini punya waktu perkembangan embrio yang bervariasi dan bisa dilihat dari ukuran telurnya.

Jika ukuran telur semakin besar, maka kantung kuningnya juga akan semakin besar sehingga perkembangan embrio semakin lama. Panas dibutuhkan selama proses pertumbuhan embrio di dalam cangkang.

Untuk itu, induk akan melakukan cara menghangatkan anak yang ada dalam telur tersebut. Beberapa induk seperti burung, ayam dan unggas lain akan mengerami telurnya.

Sedangkan sebagian lagi akan menguburnya di dalam pasir atau tumpukan serah daun seperti ular, penyu dan sebagainya. Beberapa induk lain akan menunggu hingga anaknya menetas dan ada sebagian yang meninggalkan anaknya.

  • Melahirkan atau Vivipar

Embrio akan berkembang di dalam tubuh betina yang disebut dengan rahim. Embrio akan memperoleh suplai makanan dari pembuluh darah induk lewat plasenta.

Nantinya, embrio akan berkembang di dalam rahim induk betina selama masa mengandung dengan waktu bervariasi di setiap hewan. Contohnya seperti sebagian besar mamalia seperti manusia.

  • Bertelur Melahirkan atau Ovovivipar

Kombinasi bertelur dan melahirkan dimana embrio akan disimpan pada telur tidak bercangkang di dalam tubuh. Telur tersebut sudah dilengkapi kantung kuning untuk menyuplai perkembangan embrio. Hingga waktu yang telah ditentukan, telur akan pecah di dalam tubuh induk betina kemudian keluar dari tubuh betina. Contohnya seperti hewan reptil kadal.

2. Fertilisasi Eksternal

Ini merupakan proses meleburna sel gamet jantan dengan sel gamet betina di luar tubuh. Hewan jantan akan merangsang betina untuk menyemprotkan ovum dan jantan akan melepaskan sperma ke wilayah berair.

Media air dibutuhkan untuk pertemuan dua sel gamet tersebut. Untuk itu, proses ini biasanya hanya terjadi di hewan lingkungan akuatik seperti katak dan ikan.

Wilayah berair juga berguna untuk melindungi telur embrio di masa perkembangan. Ini disebabkan embrio yang terbentuk tidak punya cangkang dan butuh kadar kelembapan tinggi.

Apabila telur dipindahkan ke area kering seperti daratan, maka menyebabkan telur mengering dan merusak perkembangan embrio. Di beberapa hewan air, telur akan berkembang menjadi larva bersilia yang akan menempel di dasar perairan dan membentuk koloni baru untuk perkembangan vegetatif. Contohnya seperti pada ubur-ubur dan spons.

Sumber Referensi

https://www.gurupendidikan.co.id/organisme/
https://satriabajahitam.com/pengertian-organisme-adalah/
https://www.cekkembali.com/organisme/
https://jagad.id/pengetian-ciri-dan-contoh-organisme/
https://saintif.com/organisme-adalah/
https://apayangdimaksud.com/organisme/
https://www.onoini.com/pengertian-organisme/

[Total: Rata-rata: ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa