Pengertian Pasar Uang – Jenis, Tujuan, Fungsi, Produk dan Perbedaan dengan Pasar Modal

Artikel Pilihan

Pasar uang merupakan sarana investasi yang menjadikan uang sebagai objek jual beli. Jika dilihat secara fungsional, pasar uang merupakan tempat transaksi jual beli dimana investor akan meminjamkan dana pada pihak lain dengan perjanjian imbalan tertentu.

Dalam dunia investasi, pasar uang merupakan kegiatan perdagangan surat berharga atau efek untuk memenuhi permintaan serta penawaran dana dalam jangka waktu pendek tanpa batasan tempat.

Karena periode tempo pasar uang yang pendek serta tujuan utamanya untuk membantu orang membutuhkan dana, maka ada nama lain dari pasar uang yakni pasar kredit jangka pendek.

Ciri utama dari pasar uang adalah periode tempo yang amat pendek sehingga hanya dapat memenuhi penawaran serta permintaan dana yang diperlukan dalam jangka pendek. Mekanisme pasar uang dikhususkan untuk menjembatani antara pihak yang membutuhkan dana dengan orang yang memiliki dana berlebih.

Dengan berkembangnya waktu, pasar uang syariah juga mulai dikonsumsi beberapa pihak sebagai sarana jual beli efek memakai sistem syariah. Pasar uang syariah sendiri merupakan prinsip syariah sesuai dengan agama Islam.

Jenis-jenis Pasar Uang

1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang adalah salah satu jenis yang fokus pada banyak produk pasar uang dengan jatuh tempo tidak lebih dari 1 tahun. Keuntungan dari berinvestasi pada pasar uang adalah bisa dimulai dengan modal yang kecil serta minim risiko dibandingkan dengan jenis reksa dana yang lainnya.

2. Money Market Account [MMA]

Money Market Account yang disingkat MMA merupakan salah satu jenis rekening tabungan di mana periode penempatan dananya beragam dari 1 hari hingga 1 bulan.

3. Surat Berharga Komersial

Surat berharga komersial atau biasa disebut dengan Commercial Paper dipakai untuk membeli serta menjual pinjaman tanpa adanya jaminan. Pinjaman tersebut ditujukan untuk perusahaan yang sedang memerlukan bantuan dana jangka pendek.

4. Eurodolar

Eurodolar merupakan deposito yang disimpan dalam bentuk mata uang dolar dan juga disimpan di bank selain bank Amerika Serikat.

5. Banker’s Acceptance [BA]

BA merupakan salah satu pinjaman jangka pendek yang cukup banyak dipakai di perdagangan asing. Intinya, Banker’s Acceptance merupakan semacam jaminan untuk importir dalam membayar sejumlah produk yang sedang diperdagangkan.

Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

Jika dilihat sekilas, maka pasar uang dan pasar modal terlihat serupa meski sebenarnya ada perbedaan mencolok dari beberapa aspek. Perbedaan pasar uang serta pasar modal pertama ada di waktu serta tempat perdagangan.

Transaksi pasar modal umumnya punya waktu efektif tertentu dan hanya dapat terjadi pada bursa efek. Sementara untuk pasar uang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Selain itu, secara mekanisme dan prinsip transaksi, perbedaan dari pasar uang serta pasar modal tidak terlalu terlihat. Keduanya sama-sama memerlukan beberapa pihak perantara serta pengawas untuk menjamin kelancaran dari transaksi.

Tujuan Pasar Uang

Jika dilihat secara umum, tujuan dari pasar uang adalah untuk melangsungkan kegiatan perekonomian. Berikut adalah penjelasan selengkapnya dari tujuan pasar uang:

1. Untuk Memfasilitasi Perdagangan

Tujuan pertama dari pasar uang adalah untuk memfasilitasi perdagangan. Pasar uang punya peran penting untuk membiayai perdagangan pada tingkat domestik serta internasional baik dari pertukaran sampai perdagangan mata uang asing.

2. Memfasilitasi Pertumbuhan Industri

Pasar uang memiliki kontribubsi pada pertumbuhan industri dengan cara memberi wadah pinjaman jangka pendek untuk memperoleh modal usaha. Salah satunya adalah lewat surat berharga serta beberapa cara lainnya.

3. Memfasilitasi Investasi

Dengan adanya pasar uang, maka bisa memberikan kesempatan pada bank komersial untuk memakai cadangan dana yang dimiliki untuk berinvestasi pada banyak produk keuangan jangka pendek.

Contohnya seperti pertukaran valuta asing. Kelebihannya adalah instrumen jenis ini relatif likuid serta bisa dikonversi menjadi uang cash.

Pelaku Pasar Uang

Ada beberapa pihak yang terlibat sebagai pelaku pasar uang, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pemerintah

Pemerintaj bisa menjadi pelaku pasar uang tergantung dari kebijakan setiap negara. Contoh dari pasar uang dengan pelaku pemerintah contohnya adalah Amerika Serikat di mana pemerintah menerbitkan surat berharga yang diperdagangkan di pasar uang.

Tujuannya adalah supaya mereka dapat memenuhi kebutuhan finansial pemerintahan serta warganya.

2. Perusahaan

Umumnya, perusahaan yang ikut serta dalam pasar uang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang finansial serta keuangan. Tujuannya adalah untuk memberikan modal bisnis beserta dengan operasionalnya.

3. Institusi Keuangan

Salah satu contoh dari institusi keuangan yang ikut berpartisipasi pada pasar uang adalah bank yang meminjamkan sejumlah dana pada bank lain atau perusahaan besar yang memerlukan dana.

4. Individu

Pasar uang tidak hanya milik perusahaan besar, bank serta pemerintahan saja. Individu juga dapat berpartisipasi di dalam pasar uang. Dalam hal ini, investor individual dapat memilih instrumen investasi jangka pendek di pasar uang serta mendapatkan keuntungan sesuai dengan jenis instrumennya.

5. Bursa Berjangka

Kontrak berjangka pasar uang serta opsi berjangka diperdagangkan pada bursa yang terorganisir dan menetapkan serta menegakkan aturan perdagangan.

Kontrak berjangka pasar uang merupakan perjanjian standar untuk menjual atau membeli sekuritas pasar uang di harga tertentu, di tanggal tertentu pada masa depan.

Opsi berjangka pasar uang memberikan hak pada pemegangnya, namun bukan kewajiban untuk membeli atau menjual kontrak berjangka pasar uang di harga yang ditentukan di atau sebelum tanggal yang telah ditentukan.

Fungsi Pasar Uang

Keberadaan dari pasar uang memberikan banyak fungsi untuk berbagai pihak seperti pemerintah, pengusaha dan investor. Berikut adalah beberapa fungsi pasar uang antara lain yaitu:

1. Untuk Mempermudah Emiten Mendapatkan Bantuan Dana Jangka Pendek

Untuk pihak emiten, fungsi dari pasar uang adalah untuk membantu perusahaan memperoleh suntikan modal jangka waktu pendek. Pihak emiten tidak perlu bingung mencari tambahan modal atau investor sebab dengan pasar uang, maka perusahaan akan dipertemukan dengan pemodal yang punya kelebihan dana.

2. Untuk Meningkatkan Laju Pembangunan Negara

Beberapa instrumen pasar uang adalah dijual serta diterbitkan pemerintah untuk mencari suntikan modal dari masyarakat dengan tujuan pembangunan negara. Pada saar masyarakat ikut berperan untuk menanam modal pada instrumen pasar uang milik negara, maka masyarakat sudah ikut aktif mendukung kemajuan pembangunan negara.

3. Untuk Menghimpun Dana Masyarakat yang Berlebih

Pasar uang merupakan sarana yang tepat untuk mempertemukan pengusaha sebagai pihak yang membutuhkan modal dengan masyarakat sebagai pihak yang memiliki dana berlebih.

Dengan begitu, kebutuhan antara investor serta perusahaan emiten bisa terpenuhi dengan adanya pasar uang. Bisa dikatakan jika fungsi dari pasar uang adalah untuk menghimpun dana masyarakat yang berlebih.

4. Untuk Mencegah Krisis

Fungsi dari pasar uang selanjutnya adalah untuk mencegah krisis. Keberhasilan dari pasar uang bisa mempengaruhi mobilitas keuangan serta kebijakan moneter. Pasar uang dalam bank sentral berguna untuk mengendalikan kestabilan laju dari sistem perbankan.

5. Untuk Menyediakan Opsi Investasi Low Risk Untuk Investor

Fungsi dari pasar uang berikutnya adalah untuk menyediakan opsi investasi minim risiko khususnya bagi investor risk averse. Tidak seperti pasar modal, transaksi pada pasar uang jauh lebih stabil dengan laba yang juga pasti. Ini disebabkan karena sistem investasi serupa degan hutang piutang namun dengan janji pertambahan bunga sampai masa redemption datang.

6. Sebagai Fasilitator dan Mediator

Kehadiran dari pasar uang bisa dijadikan jembatan keinginan para pemodal atau investor luar negeri. Untuk mengurangi kesulitan mengurus banyak dokumen investasi, para investor dapat memakai pasar uang sebagai salah satu cara menyalurkan pinjaman jangka pendek pada perusahaan yang ada di Indonesia.

7. Untuk Melibatkan Partisipasi Masyarakat

Dengan adanya pasar uang, maka masyarakat dapat menyalurkan kelebihan dana yang dimiliki lewat penjualan surat berharga berjangka pendek. Surat berharga jangka pendek tersebut diterbitkan pemerintah untuk mendapatkan modal tambahan sehingga bisa mendukung pembangunan.

Ini juga menjadi salah satu cara pemerintah untuk melibatkan peran masyarakat sebagai investor atau penanam modal.

8. Menjaga Stabilitas Perekonomian

Salah satu tujuan dari modal jangka pendek adalah untuk memenuhi kebutuhan mendesak tentang pembiayaan. Ini dapat berlaku untuk perusahaan dan juga perorangan.

Apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka pendapatan suatu perusahaan bisa terganggu dan bahkan mengalami pailit. Angka pengangguran juga menjadi hal yang tidak bisa dhindari yang kemudian akan berdampak pada defisit pertumbuhan ekonomi.

Transaksi yang Terjadi di Pasar Uang

Di dalam pasar uang, ada beberapa macam transaksi yang bisa dijadikan pilihan ketika melakukan perdagangan dan berikut beberapa diantaranya:

1. Pasar Uang Antar Bank

Pasar uang antar bank adalah salah satu transaksi yang terjadi di dalam pasar uang. Perdagangan pasar uang sebagian besar akan melibatkan beberapa lembaga perbankan yang akan saling meminjam dana antar satu dengan yang lain untuk memenuhi kebutuhan para nasabahnya.

2. Jual Beli Sertifikat

Transaksi pasar uang yang selanjutnya adalah melakukan jual beli sertifikat utang. Pihak pemerintah atau bank sentral akan menerbitkan surat utang atau efek pada bank umum untuk dibeli sebagai suntikan modal bank sentral. Begitu juga sebaliknya dimana bank umum akan menjual surat utang pada bank sentral supaya bisa mendapatkan dana.

3. Transaksi Sertifikat Deposito

Suatu transaksi dimana pihak bank akan menerbitkan surat berharga bertujuan supaya bisa dibeli nasabah dengan nominal tertentu. Akan tetapi, sertifikat tersebut juga bisa dipindahtangankan. Dengan begitu, jenis transaksi tersebut di dalam pasar uang menjadi sertifikat deposito.

4. Pasar Valuta Asing

Pasar valuta asing merupakan transaksi jual beli valuta asing untuk ditukarkan dengan mata uang Rupiah atau juga bisa sebaliknya. Karena investor tidak hanya dari dalam negeri, maka pasar valuta asing akan membantu proses transaksi pasar uang antar negara.

Karakteristik Pasar Uang

1. Lokasi Abstrak

Pasar uang tidak punya tempat atau lokasi fisik tempat untuk saling bertemunya antara penjual, perantara serta calon pembeli. Untuk itu, pasar uang sering disebut juga dengan tempat abstrak.

Ini disebabkan karena transaksi yang terjadi di dalam pasar uang dilakukan secara Over the Counter Market [OCTC]. Ini artinya, kegiatan jual beli dilakukan dibalik ruangan atau meja kerja setiap pelaku.

2. Tidak Terorganisir

Karena tidak ada lokasi khusus untuk bertansaksi serta otoritas langsung uang mengatur, maka pengelolaan pasar uang jadi tidak terlalu terorganisir. Namun, keberlangsungan pasar uang masih tetap diawasi serta dipayungi hukum turunan bank sentral di setiap negara.

Di Indonesia, otoritas tertinggi pasar uang adalah Bank Indonesia selaku bank sentral nasional. Semua transaksi pasar uang harus memperhatikan peraturan perundang-undangan tentang perbendaharaan negara berhubungan dengan pemakaian instrumen Surat Utang Negara.

Sedangkan para pelaku pasar juga diharuskan mempunyai kompetensi serta kredibilitas yang dibuktikan lewat Sertifikasi Tresuri.

3. Instrumen Jangka Pendek

Pasar uang punya jangka waktu yang singkat yakni dari mulai overnight sampai 1 tahun. Untuk itu, instrumen yang diperdagangkan di dalam pasar uang juga bersifat jangka pendek dengan likuiditas primer.

4. Tujuan Jangka Pendek

Pencari modal lewat pasar uang memerlukan dana yang bisa dicairkan atau dipakai dengan segera. Ini disebabkan karena ditujukan untuk membiayai kebutuhan jangka pendek.

5. Low Risk and Return

Semua investasi punya karakteristik alamiah yang sejajar yaitu tingkat risiko atau risk akan berimbang dengan nilai manfaat atau return yang diterima. Pasar uang mempunyai risiko harga rendah serta biaya rendah karena tempo pembiayaan yang terbilang singkat.

Produk Pasar Uang

1. Sertifikat Bank Indonesia [SBI]

Pihak pemerintah mengeluarkan instrumen pasar uang berbentuk Sertifikat Bank Indonesia atau SBI. Surat utang yang diterbitkan Bank Indonesia dalam jangka waktu 1 hingga 3 bulan memakai sistem diskonto serta imbal hasil berbentuk bunga.

2. Surat Berharga Pasar Uang

Surat Berharga Pasar Uang merupakan surat berharga yang dikeluarkan bank sebagai surat pelunasan utang atas persetujuan atau tanda tangan nasabah. Untuk proses penerbitan instrumen ini melibatkan Bank Indonesia, bank umum atau lembaga keuangan lain yang menerapkan sistem diskonto.

3. Call Money

Call money adalah instrumen pasar uang yang berguna untuk mengalihkan sementara kelebihan uang jangka pendek dari bank. Sedangkan untuk jatuh tempo call money amat singkat yakni hanay 7 hari.

4. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito merupakan surat berharga yang diterbitkan bank dengan jumlah tertentu serta dapat dipindahtangankan. Instrumen ini amat mudah untuk diperjualbelikan sebab merupakan surat atas tunjuk. Untuk itu, instrumen yang mudah diperjualbelikan di dalam pasar uang merupakan sertifikat deposito.

5. Treasury Bills

Treasury bills atau biasa disebut dengan T Bills adalah instrumen pasar uang berbentuk penerbitan surat utang dari pemerintah untuk dibuka pada masyarakat luas dalam jangka waktu pendek. Instrumen tersebut seringkali disebut dengan surat obligasi pemerintah.

6. Commercial Paper

Commercial paper adalah perdagangan inventaris atau biaya pengelolaan modal kerja dalam waktu yang pendek. Ini bisa digunakan sebagai pilihan pengusaha untuk bisa memperoleh modal tambahan. Untuk itu, instrumen pasar uang yang juga tidak kalah penting adalah commercial paper.

7. Banker’s Acceptance

Banker’s acceptance adalah instrumen pasar uang untuk solusi permasalahan gagal bayar dari perdagangan luar negeri seperti ekspor atau impor. Sedangkan bentuk banker’s acceptance semacam wesel berjangka dilegalkan dengan cap accepted.

8. Instrumen Pasar Uang Syariah

Instrumen pasar uang syariah merupakan surat berharga yang memiliki sifat syariah. Ada banyak pilihan pasar uang syariah seperti Repurchase Agreement [Repo] SBSN, Sertifikat Bank Indonesia Syariah SBIS, Surat Berharga Syariah Negara [SBSN], Instrumen Pasar Uang Antarbank Syariah [PUAS] dan beberapa surat berharga lain yang mudah untuk dicairkan.

Sumber Referensi

https://www.ocbcnisp.com/en/article/2021/08/02/pasar-uang-adalah
https://kamus.tokopedia.com/p/pasar-uang/
https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_uang
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-pasar-uang/
https://blog.investree.id/investasi/apa-itu-pasar-uang-berikut-pengertian-dan-penjelasannya/
https://www.ruangmom.com/apa-itu-pasar-uang.html

Salam kenal dari Adam Muiz !
Support mencapai 10K Subscriber yuk
😁 Terimakasih
Follow Adam Muiz on WordPress.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa

Download Gratis