32 C
Semarang
Wednesday, October 27, 2021
HomeSainsAlamPengertian Sains : Definisi, Tujuan, Ciri-ciri, Batasan dan Hakikat

Ternak Uang

Pengertian Sains : Definisi, Tujuan, Ciri-ciri, Batasan dan Hakikat

Pengertian Sains

Kata sains awal mulanya berasal dari bahasa latin yaitu ‘Scientia’ yang memililki arti sebagai pengetahuan. Sementara dalam bahasa inggris dikenal dari kata ‘Science’. Berdasarkan hal itulah kini muncul kata sains yang sudah masuk di dalam kamus bahasa Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa sains memiliki arti yang sangatlah luas, sehingga pengertiannya juga menjadi berbeda makna di antara para ahli. Sains memiliki sifat yang universal serta objektif, dimana bentuk penelitiannya haruslah disusun secara otomatis dan empiris. Sains sendiri telah dipelajari sejak di bangku sekolah, teori yang ada di dalamnya telah dilakukan proses penelitian dan disusun melalui proses observasi, hingga mencapai tahap penarikan kesimpulan. Metode dari sains haruslah bersifat rasional, logis dan objektif. Tujuannya sendiri untuk mengungkapkan fakta yang belum diketahui sebelumnya oleh manusia.  

Secara umum definisi Sains adalah segala sistem pengetahuan yang berkaitan dengan dunia fisik dan fenomenanya baik yang memerlukan pengamatan tidak bias ataupun yang memerlukan eksperimen sistematis. Secara umum, sains melibatkan pengejaran pengetahuan yang mencakup kebenaran umum atau operasi hukum fundamental.

Albert Einstein (1940)

Sains menurut Einstein merupakan sebuah bentuk upaya maupun kegiatan yang akan memungkinkan berbagai macam variasi atau suatu pengalaman inderawi yang bisa membentuk sebuah sistem pola pikir secara rasional yang seragam

Hardy dan Fleer (1996)

Sains menurut Hardy dan Fleer sendiri bisa dibedakan menjadi empat fungsi yang utama, di mana yaitu sains sebagai sebuah proses, sains sebagai kumpulan berbagai macam pengetahuan, sains sebagai cara untuk bisa mengenal dunia, serta sains yang bersifat sebagai kumpulan nilai-nilai.

Doran R (1998)

Sains menurut Doran R merupakan sebuah proses pembelajaran yang haruslah dilakukan oleh para siswa dengan cara aktif, bukan hanya dilakukan pada mereka sendiri.

Sund (2005)

Sains menurut Sund merupakan suatu proses dan serta produk yang memiliki banyak keterkaitan dengan sifat yang ilmiah, metode ilmiah serta produk yang ilmiah.

Wigner

Sains menurut Wigner sendiri merupakan sebuah tempat penyimpanan atau gudang pengetahuan mengenai gejala-gejala tentang alam, di mana juga terdapat cakupan berbagai macam pengetahuan mengenai dunia secara alamiah yang bisa diperoleh dari interaksi inderawi dengan dunia itu.

Romano Harre

Sains menurut Romano Harre merupakan berbagai macam kumpulan teori yang telah dilakukan uji untuk kebenarannya, di mana juga menjelaskan mengenai pola-pola serta bentuk keteraturan maupun ketidakaturan dari semua gejala yang telah diamati dengan seksama.

Definisi Sains

Menurut kamus Besar bahasa Indonesia, sains adalah:

  1. Suatu pengetahuan yang bersifat sistematis yang telah diperoleh dari sebuah penelitian, observasi hingga uji coba yang mengarah pada bentuk penentuan sifat dasar atau pun prinsip yang tengah dipelajari, diselidiki, diteliti dan lain sebagainya.
  2. Sains merupakan ilmu pengetahuan yang memiliki sifat pada umumnya.
  3. Sains merupakan pengetahuan yang bersifat sistematis mengenai dunia fisik serta alam dan termasuk di dalamnya cabang ilmu seperti kimia, fisika, geologi, botani, zoologi dan masih banyak lagi cabang ilmu yang lainnya.  

Sains menjadi sebuah alat bagi umat manusia untuk bertahan hidup di muka bumi, dengan mempelajari mengenai kondisi alam dan yang ada sekitarnya maka akan menjadi sebuah pengetahuan yang sangat berharga.

Menurut Webster’S New Collegiate Dictionary, sains merupakan suatu pengetahuan yang bisa dicapai melalui praktek maupun studi pengetahuan yang memiliki sifat kebenaran dari proses pengoperasian ilmunya, misalnya sebuah penelitian yang telah diperoleh serta diuji melalui bentuk metode ilmiah.

Sementara menurut UU. No2 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) pengertian sains adalah salah satu mata pelajaran yang termasuk sangat penting serta tidak bisa dipisahkan dari berbagai macam kegiatan aktivitas manusia, di dalam undang-undang sendiri telah dijelaskan bahwa pelajaran sains atau Ilmu Pengetahuan Alam telah diberikan pada jenjang penididikan yang ada di Indonesia (mulai dari SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK) baik itu sekolah negeri maupun swasta.  

Tentunya kita sudah sangat sering mendengar dan merasa familier istilah mengenai sains, kata tersebut banyak ditemukan saat membaca mau pun mendengar sesuatu. Sehingga sains menjadi sebuah kata yang dikenal sebagai an everyday word yang digunakan oleh kebanyakan para jurnalis, guru sekolah, peneliti hingga masyarakat pada umumnya.

Menurut pendapat dari Pruzan (2016) sains sangat diperlukan, sebab sains sangatlah mempengaruhi seberapa besar manusia bisa menghargai dan memahami setiap tujuan dari sains, batasan hingga sesuatu secara implisit pendugaannya (spekulasi/hipotesis). Pruzan (2016) menuangkan bentuk pandangannya ke dalam buku Research Methodology-The Aims, Practices and Ethics Of Science. Pandangannya terkait dengan sains tersebut diantara lain adalah mengenai sains sebagai pondasi bangunan dan generalisasi suatu teori, sains yang dilihat sebagai fakta, dan sains yang dilihat sebagai sebuah aktivitas sosial.

Sains sebagai pondasi bangunan dan generalisasi suatu teori

Sains memiliki sifat yang kontekstual, yang berarti bahwa pada setiap bidang ilmu telah memiliki berbagai macam ruang lingkup yang berbeda untuk memberikan definisinya pada sains. Misalnya yaitu natural science yang bisa didefinisikan mengenai suatu cara yang khusus untuk memandang gambaran alam semesta atau merupakan sebuah pendekatan yang bersfiat rasional untuk menghasilkan, menemukan, melakukan pengujian serta mempublikasi tentang suatu pengetahuan yang reliabel dan benar tentang realitas fisiknya.

Hal ini sama seperti halnya untuk mendefinisikan sains sebagai sebuah sarana untuk membangun sebuah generalisasi reliabel yang tentu saja akan memiliki berbagai macam indikator yang telah disepakati oleh masyarkat yang ilmiah atau scientific community. Berdasarkan hal itu, makan akan muncul berbagai macam pertanyaan menantang misalnya seperti dibawah ini:

  1. Apakah sains bisa membuktikan suatu kebenaran? Bagaimana cara sains untuk mendapatkan kebenaran dalam sebuah pernyataan?
  2. Bagaimanakah cara scientist untuk membangun sebuah teori atau pun generalisasi yang bersifat reliabel? Apa saja yang termasuk ke dalam indikator suatu teori yang baik?
  3. Bagaimana cara berbagai macam teori yang bisa digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan yang muncul?  

Sains yang dilihat sebagai fakta

Sains merupakan suatu kegiatan untuk melakukan proses pengumpulan, observasi serta analisis yang meenghadap pada fakta. Pemikiran tersebut memiliki dasar dari sebuah ‘fakta’, di mana hal tersebut mampu untuk menjadi dasar dari suatu pengembangan teori, verifikasi hingga berbagai pengetahuan tentang kondisi yang ada di alam pada umumnya. Jika kita mengartikannya dengan lebih sederhana, maka bisa dikatakan bahwa fakta merupakan dasar dari suatu pengetahuan yang bersifat ilmiah.

Pengetahuan yang bersifat ilmiah sendiri adalah suatu klaim terhadap fisik dunia yang telah dibangun dengan hati-hati, tidak memihak, sistematis serta bukan dari sebuah pemikiran yang praktis, mengandalkan rumor, imajinasi, pendapat mau pun keyakinan pribadi, melainkan menggunakan penalaran dan akal sehat milik manusia.

Chalmers dalam Pruzan (2016) memberikan pernyataan bahwa terdapat tiga gambaran yang menantang serta implisit mengenai berbagai macam asumsi mengenai dasar definisi sains sebagai sebuah fakta, yaitu:

  1. Fakta  telah muncul terlebih dahulu serta besifat bebas (independent) dari suatu teori yang dibangun dari bahan yang bersifat fakta.
  2. Fakta bisa didapatkan secara langsung (memiliki sifat yang inderawi) oleh seorang pengamat yang sangat cermat serta tidak subjektif atau pun tidak memiliki keterpihakan.  
  3. Fakta sendiri dapat menguatkan serta memberikan sebuah formaluasi yang reliabel dari pengetahuan yang telah bersifat ilmiah.

Sains yang dilihat sebagai sebuah aktivitas sosial.

Definisi sains selanjutnya yaitu berkaitan dengan berbagai macam aspek sosial. Pada umumnya semua bentuk pendekatan modern pada sains bisa mengasumsikan bahwa sebuah fakta dan teori sains harus bisa lolos dari bentuk uji publik atau pengujian suatu penelitian yang bersifat kritis. Aspek-aspek sosial dari science merupakan suatu indikator yang memiliki perilaku ilmiah yang sangat baik, contoh kriterianya yaitu:

  1. Bisa menjaga berbagai macam catatan dan data di dalam penelitian.
  2. Memberikan hasil dari penelitian yang bisa diakses oleh masyarakat ilmiah.
  3. Tidak memiliki bias.
  4. Memberikan nilai hasil penelitian kepada orang lain sesuai dengan bidang ilmu yang dikuasai.
  5. Memberikan penghargaan (credit) pada orang lain sesuai dengan bentuk kontribusinya di dalam penelitian.

Berdasarkan uraian yang ada di atas, sudah kita ketahui berbagai bentuk definisi dari ilmu pengetahuan atau juga yang dikenal dengan sains. Selanjutnya ada juga yang dikenal dengan istilah metodologi ilmiah, yang menjadi salah satu persyaratan serta harus dipenuhi untuk membangun ilmu pengetahuan atau sains. Jika sains belum memenuhi persyaratan untuk metodologi ilmiah, maka nanti akan masuk di dalam kategori pseudo-science.

Tujuan Sains

Sains bisa dengan mudah dipahami jika sudah bisa membedakan antara sains yang digunakan untuk menciptakan pengetahuan atau pure science dan juga sains yang digunakan untuk menerapkan sebuah pengetahuan atau applied science. Dua kategori tersebut tentu memiliki tujuan yang berbeda-beda. Sederhananya, tujuan dari pure science bisa dilihat dari segi sudut pandang seorang individu atau scientist mau pun institusi. Sementara untuk tujuan dari applied science akan lebih mengarah pada bentuk kontribusinya terhadap produk mau pun teknologi yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Umumnya tujuan dari sains yang dipandang dari segi ilmuwan atau peneliti bisa dikategorikan menjadi tiga poin berikut ini:

  1. Bentuk kepuasan yang diperoleh berdasarkan pemanfaatan intelektualitas seorang untuk berkembang sebagai pribadinya hingga untuk menerima sebuah pengakuan dari berbagai macam kolega.
  2. Proses pencarian ilmu bisa membuat ilmuwan atau peneliti akan semakin berwawasan serta lebih kompeten dalam bidangnya.
  3. Kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di dunia, Tujuan ini sendiri dilihat sari segi sudut pandang institusi yang lebih  mengarah pada applied science di mana sebuah institusi bisa mampu mengendalikan, merencanakan hingga memanfaatkan sumberdaya baik itu sosial mau pun fisik untuk tujuannya. Tentu saja ini sangat jelas berbeda jika dibandingkan dengan tujuan dari pure science yang memang lebih mendasar untuk menghasilkan sebuah pengetahuan demi untuk pengetahuan.

Beberapa fungsi serta tujuan sains sebagai ilmu pengetahuan sendiri bisa dilihat sebagai berikut:

  1. Sebagai suatu alat untuk umat manusia agar bisa bertahan hidup di muka bumi.
  2. Sains memudahkan manusia dalam kebutuhan hidupnya sehari-hari.
  3. Sebagai sarana untuk bisa mengungkapkan fakta yang belum pernah diketahui sebelumnya.
  4. Sains merupakan pusat pengembangan teknologi serta informasi.

Ciri-ciri Sains

Tidak semua ilmu pengetahuan bisa dikatakan sebagai sains, berikut adalah karakteristik ciri-ciri yang dimiliki oleh ilmu pengetahuan sains adalah sebagai berikut:

  1. Hipotesisnya yang ilmiah haruslah bersifat falsifable dimana hal ini berarti tidak bisa diperiksa kesalahannya sehingga nantinya belum bisa dikatakan sebagai bagian dari sains.
  2. Sains itu bersifat logis, wajar serta rasional.
  3. Eksperimen yang bersifat ilmiah seharusnya bisa diulang dengan kondisi yang sama.
  4. Ilmu yang memandang mengenai kesenjangan yang tidak bisa dijelaskan d idalam teori maupun terdapat bukti kecurigaan.
  5. Ilmu ini menuntut penggunaan kejujuran dalam pelaporan dan metode ilmiahnya.
  6. Terdapat kesederhanaan sebuah penjelasan.
  7. Sains tidak menerima berbagai bentuk suatu kebetulan mau pun korelasi yang tidak terbukti.
  8. Ilmu ini memiliki klaim yang terdefinisi sebagai dasar bukti yang belum tersedia.
  9. Sains membutuhkan sebuah upaya untuk objektivitasnya, termasuk di dalamnya kontrol variabel serta bias.

Batasan Sains

Berdasarkan tujuan serta definisi yang telah dijabarkan sebelumnya, kita ketahui bahwa sains berkaitan erat dengan fakta yang membuat ilmu sains sangatlah bergantung pada indera milik manusia. Hal ini membuktikan bahwa sains merupakan efek dari kemampuan manusia yang terbatas hanya untuk mengamati sebuah realitas fisik secara objektif.  Suatu keterbatasan tersebut bisa muncul karena suatu karakteristik fisik serta sebuah dalam berbagai macam harapan pengalaman yang sangat terbatas. Di samping itu juga masih terdapat beberapa bentuk batasan yang muncul karena hal dasar lain dari sains dalam ‘cara yang khusus untuk memandang berbagai macam fenomena’ serta ‘metodologi yang bisa menghasilkan, menemukan, menguji dan mengetahui berbagai macam pengetahuan yang benar serta reliabel dalam hal fisik’. Contoh keterbatasan tersebut bisa dilihat dibawah ini:

  1. Keterbatasan lain dari sains adalah sebuah ketidakmampuan untuk memberikan jawaban yang kuat untuk sejumlah pertanyaan yang mendasar mengenai realitas dari fisiknya.
  2. Ada berbagai macam batasan kemampuan untuk menggambarkan realitas serta batas-batas tersebut tidaklah bisa dihapuskan atau bahkan hanya sekedar untuk dikurangi dengan cara mengembangkan teknologi yang semakin maju. Batasan-batasan tersebut memiliki sifat yang intrinsik serta mendasar, yang menjadi sebuah kemampuan untuk mendeksripsikan suatu kejadian sehari-hari dengan akurat serta menggambarkan apa yang sebenarnya telah terjadi.
  3. Ada beberapa konsep di dalam sains yang didasarkan pada seperangkat keyakinan atau bentuk praduga yang tidak bisa dibuktikan melalui logika atau sederhananya tidak berdasarkan fakta yang telah ada.
  4. Batasan lain dari ilmu sains adalah bentuk ketidakmampuan untuk bisa memberikan sebuah jawaban yang cukup kuat untuk berbagai macam jumlah pertanyaan yang mendasar tentang realitas secara fisiknya.

Hakikat Sains

Sains adalah suatu ilmu pengetahuan yang dipelajari oleh manusia, berbagai macam batasan ruang lingkup milik sains merupakan segala sesuatu yang bisa diterima oleh indera manusia, misalnya seperti indera pendengaran serta penglihatan mereka.

Sains sendiri merupakan suatu pengetahuan yang didapatkan dari proses pembelajaran yang disertai dengan proses pengujian atau pembuktian. Berbagai macam teori sains pun sudah banyak yang mengalami perkembangan sehingga tidak memungkinkan bahwa nantinya akan terdapat teori baru yang mampu untuk mematahkan teorinya yang sudah lama. Sederhananya sains bisa dikatakan sebagai ilmu yang bersifat dinamis seriing perkembangan zaman. Selain itu sains bisa juga dikatakan memiliki hakikat yang universal. Hal ini berarti sains bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, serta oleh siapa saja. Sebab pada dasarnya mereka akan memperoleh hasil yang sama. Sains memiliki sifat yang sistematis serta logis, di mana penelitannya haruslah dilakukan dengan cara yang empiris dan objektif.

Source Reference Artikel

https://www.lakonfisika.net/2019/01/pengertian-sains-apa-itu-sains-tujuan.html
https://www.seluncur.id/pengertian-sains/
https://www.pelajaran.co.id/2018/26/pengertian-sains-ciri-tujuan-ruang-lingkup-dan-jenis-sains-menurut-para-ahli-lengkap.html
https://edukasi.kompas.com/read/2020/06/29/073915371/3-cara-mudah-bermain-sains-bersama-anak-usia-dini?page=al
https://www.gurupendidikan.co.id/sains-formal/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Populer