32 C
Semarang
Wednesday, October 27, 2021
HomeSainsAlamPengertian Polusi : Jenis, Karakteristik, Penyebab, Akibat, Contoh Pencegahan dan Penanggulangan

Ternak Uang

Pengertian Polusi : Jenis, Karakteristik, Penyebab, Akibat, Contoh Pencegahan dan Penanggulangan

Polusi merupakan masalah global yang masih terus terjadi hingga sekarang. Polusi berada dekat dengan kehidupan manusia dan bisa berdampak buruk untuk kesehatan serta lingkungan. Polusi sendiri sering disebut juga dengan pencemaran meski pengertiannya berbeda.

Pengertian Polusi

Pengertian Polusi Adalah Definisi Jenis, Karakteristik, Penyebab, Akibat, Contoh Pencegahan dan Penanggulangan

Polusi merupakan kondisi yang mengubah dari bentuk awal ke kondisi yang lebih buruk. Perubahan ini terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar yang bersifat toksik atau racun dan bisa berbahaya untuk organisme hidup di sekitarnya.

Sifat racun tersebut yang kemudian menyebabkan pencemaran. Polusi merupakan zat atai materi yang masuk ke lingkungan dan menyebabkan lingkungan tersebut tidak lagi berfungsi seperti seharusnya.

Polusi merupakan perubahan kondisi lingkungan yang bisa merugikan banyak pihak. Polusi bisa terjadi karena aktivitas manusia secara sebagian atau menyeluruh lewat pengaruh langsung dan tidak langsung.

Polusi bisa menyebabkan perubahan uncur biologis, fisik, kimiawi serta thermis di sebuah lingkungan. Ini berpotensi membuat lingkungan tidak nyaman, kesehatan yang terancam karena virus dan bakteri sekaligus berdampak untuk keselamatan makhluk hidup yang ada di sekitarnya.

Pengertian Polutan

Polutan merupakan bahan yang bisa menyebabkan pencemaran. Bahan yang bisa menyebabkan pencemaran berasal dari pabrik, rumah tangga, sisa kegiatan atau aktivitas pekerjaan seperti bekas galian bahan tambang. Jika dilihat dari sifat polutannya bisa dibedakan menjadi 4 jenis, yakni:

  • Polutan fisik: Polutan yang secara fisik bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan. Contohnya seperti sampah dibuang tidak pada tempatnya.
  • Polutan kimiawi: Polutan berbentuk senyawa kimia sintetis atau alami konsentrasi tinggi penyebab pencemaran. Contohnya seperti merkuri, timbal, CO, C02 dan SO4.
  • Polutan biologis: Polutan berbentuk makhluk hidup yang bisa menyebabkan pencemaran. Contohnya seperti bakteri E. Coli dan eceng gondok sejenis gulma.
  • Polutan sosial budaya: Polutan berbentuk perilaku yang tidak sesuai dengan aturan sosial budaya serta norma setempat sehingga mengganggu kehidupan sosial budaya. Contohnya seperti tawuran anak sekolah dan membawa seseorang yang bukan muhrim ke dalam rumah.

Jenis Polusi

Ada cukup banyak jenis polusi yang ada di bumi. Pencemaran tersebut bisa terjadi karena senyawa padat, senyaw gas tertentu, senyawa cair dan beberapa faktor lain. Berikut adalah beberapa jenis polusi yang banyak terjadi di seluruh dunia:

1. Polusi Udara

Udara menjadi salah satu faktor terpenting di dalam kehidupan. Akan tetapi, pembangunan kota serta pusat industri yang semakin meningkat sekarang ini membuat kualitas udara semakin menurun.

Selain itu, kendaraan bermotor yang padat di berbagai kota besar di dunia menjadi salah satu penyumbang polusi udara tertinggi di dunia. Ditambah lagi, jumlah kendaraan yang semakin banyak juga ikut menambah polusi udara.

2. Polusi Tanah

Salah satu penyebab utama dari pencemaran tanah adalah karena limbah industri, limbah pertanian serta limbah rumah tangga. Permukaan tanah yang tercemar zat beracun atau berbahaya bisa membuat zat beracun tersebut menguap, terbawa bersama air hujan kemudian masuk ke lapisan tanah dalam.

Menurut pendapat Muslimah di tahun 2015, zat beracun yang terbawa bersama air hujan di tanah bisa mencemari lingkungan yang ada di bawahnya. Ini bisa terjadi karena polutan terbawa bersama aliran air tersebut.

3. Polusi Air

Jenis polusi berikutnya adalah polusi air yang menjadi ancaman mengkhawatirkan untuk manusia mengingat air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup.

Pencemaran di Daerah Aliran Sungai atau DAS serta air tanah bisa terjadi karena kemajuan teknologi yang mempengaruhi daya dukung lingkungan pada makhluk hidup.

Naslilmuna et al mengatakan jika air yang sudah tercemar senyawa organik atau anorganik bisa dengan mudah menjadi media untuk berkembangnya berbagai jenis penyakit.

4. Polusi Cahaya

Polusi cahaya juga merupakan salah satu jenis polusi yang berdampak buruk akibat cahaya buatan manusia. Polusi cahaya bisa terjadi akibat besarnya intensitas cahaya di sebuah lokasi.

Polusi cahaya umumnya ada karena dampak industrialisasi. Polusi cahaya berasal dari pencahayaan interior serta eksterior bangunan, papan iklan, properti komersial, kantor, lampu jalan, pabrik dan juga stadion.

Polusi cahaya terburuk terjadi di berbagai negara maju dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Contohnya seperti Jepang, Eropa serta Amerika Utara dan beberapa kota utama yang ada di Afrika Utara serta Timur Tengah seperti Kairo.

Polusi cahaya juga mengakibatkan bintang serta bulan tidak terlihat di malam hari. Untuk manusia, polusi cahaya ini bisa mengakibatkan masalah tidur saat malam hari. Pencemaran cahaya juga menyebabkan energi listrik di daerah perkotaan menjadi semakin boros.

Pemborosan tersebut terjadi karena lampu taman, papan reklame dan berbagai sumber lain yang bisa menurunkan efektivitas jumlah energi yang dilepaskan ke lingkungan.

5. Polusi Suara

Polusi suara merupakan gangguan lingkungan yang terjadi karena bunyi atau suara. Ini menyebabkan kenyamanan makhluk hidup di alam dan sekitarnya jadi terganggu. Suara dengan volume tinggi menyebabkan daerah di sekitarnya terasa bising serta kurang menyenangkan.

Kerusakan yang terjadi karena pencemaran suara ini bersifat lokal. Akan tetapi tidak seperti polusi udara dan polusi air yang bersifat global sebab bisa menyebar ke segala lokasi.

Beberapa penyebab dari pencemaran suara diantaranya adalah suara petir, suara kendaraan bermotor, suara pabrik, suara kereta api dan sebagainya. Selain itu, suara pesawat dan juga speaker atau TOA juga bisa mengganggu masyarakat sekitar.

6. Polusi Logam Berat

Polusi logam berat biasanya terjadi di daerah pesisir pantai. Ini terjadi karena limbah cair perkotaan, limbah industri, limbah cair pemukiman, pelayaran, pertanian serta perikanan budidaya.

Bahan pencemar utama yang terkandung di dalam limbah berbentuk unsur hara, organisme patogen, logam beracun, pestisida, sedimen, sampah serta oksigen depleting subtances atau bahan yang bisa menyebabkan oksigen terlarut di air laut.

Karakteristik Polusi

Udara yang telah tercemar bisa dikenali dari beberapa karakteristiknya yang khas. Berikut adalah beberapa contoh karakteristik dari polusi udara tersebut:

  • Kadar karbondioksida yang tinggi: Kadar karbondioksida yang tinggi bisa diketahui dari aktivitas manusia yang masih terus membakar sampah plastik atau kertas, membakar hutan dan proses pembuangan asap tidak terkendali dari pabrik serta kendaraan bermotor.
  • Warna udara bisa terlihat: Udara berwarna hitam keabu-abuan adalah indikator udara di daerah tersebut sudah tercemar. Apabila udara berwarna bisa sampai terlihat, maka pertanda udara sudah tercampur dengan zat atau gas beracun.
  • Berbau menyengat dan membuat sesak: Bau udara atau air menjadi indikasi perubahan kandungan zat yang bisa berbahaya untuk tubuh. Ada kandungan zat lain yang berbahaya seperti metana di lapisan udara yang tercemar atau bau deterjen di air tercemar.
  • Udara menyebabkan pengap: udara tercemar menyebabkan pengap serta meningkatkan suhu lingkungan. Ini terjadi akibat gas hasil pembuangan serta pembakaran bersifat panas bercampur.
  • Menyebabkan iritasi mata: Udara tercemar bisa menyebabkan iritasi mata akibat udara terkontaminasi dengan zat berbahaya. Ini juga berlaku untuk polusi air yang juga menyebabkan iritasi mata sebab terkandung zat terlarut yang merusak mata.
  • Mengganggu kesehatan fisik dan mental: Berbagai polusi bisa menyebabkan masalah pada kesehatan fisik dan mental. Polusi tanah, air, udara serta logam berat menyebabkan kesehatan fisik. Sedanngkan polusi udara dan suara menyebabkan gangguan mental.
  • Menyebabkan rasa tidak nyaman: Karena ada di lingkungan tercemar, maka tubuh akan merespon dengan cara menimbulkan rasa tidak nyaman dan gelisah.

Penyebab Polusi

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan polusi dan salah satunya adalah polusi udara sekitar 70% berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar fosil yang belum sempurna dan dihasilkan kendaraan bermotor, mesin pabrik dan pembangkit listrik.

Beberapa zat tersebut diantaranya adalah karbon dioksida, belerang oksida, nitrogen oksida sert karbon monoksida. Faktor manusia juga menjadi penyebab polusi dan berikut adalah kegiatan manusia yang bisa menyebabkan polutan:

  • Pembakaran: Kegiatan industri, pembakaran sampah serta kendaraan bermotor. Polutan yang dihasilkan diantaranya adalah asap, gas, debu serta grit.
  • Proses peleburan: Menghasilkan uap, debu serta gas.
  • Pertambangan serta penggalian: Menghasilkan debu.
  • Pembuangan limbah rumah tangga atau industri: Menghasilkan gas H2S yang menyebabkan bau busuk.
  • Proses pembangunan: Contohnya seperti pembangunan jalan dan gebung yang menghasilkan polutan asap dan debu.
  • Proses percobaan nuklir: Menghasilkan gas radioaktif dan polutan debu.

Akibat Polusi

Polusi bisa memberikan banyak perubahan dalam lingkungan. Contohnya seperti beberapa spesies tumbuhan serta hewan bisa punah, pencemaran di sayuran, daging dan ikan yang dikonsumsi. Berikut adalah beberapa akibat yang bisa ditimbulkan dari polusi:

1. Kepunahan Spesies

Polusi bisa meracuni banyak jenis hewan bahkan sampai mematikan. Sebagian hewan memang kebal terhadap polusi, namun sebagian lagi seperti hewan yang masih muda serta larva sangat peka terhadap polusi.

Meski hewan bisa beradaptasi, namun tingkatannya juga tetap harus diketahui sebab daya adaptasi hewan tetap ada batasnya. Apabila batas tersebut sudah terlewati, maka hewan tetap akan mati.

2. Ledakan Hama

Ledakan hama juga menjadi akibat dari polusi. Pemakaian insektisida contohnya memang bisa membunuh serangga predator. Namun ketika predator punah, maka serangga hama bisa berkembang tanpa terkendali.

Agar bisa memberantas hama tersebut, maka dibutuhkan dosis obat yang jauh lebih tinggi. Ini kemudian bisa menyebabkan polusi semakin meningkat.

3. Keseimbangan Lingkungan yang Terganggu

Kepunahan dari spesies tertentu bisa mengubah pola interaksi pada sebuah ekosistem. Rantai makanan, jaring makanan serta aliran energi bisa berubah. Ini akan mengakibatkan keseimbangan lingkungan menjadi terganggu termasuk daur materi serta daur biogeokimia yang ikut terganggu.

4. Kesuburan Tanah Menurun

Polusi seperti polusi tanah dengan pemakaian insektisida bisa membunuh fauna tanah. Ini kemudian bisa menyebabkan kesuburan tanah ikut menurun. Sedangkan pemakaian pupuk secara terus menerus bisa membuat tanah berubah menjadi asam.

Selain itu, ini juga bisa mengurangi tingkat kesuburan tanah. Agar bisa teratasi, maka sebaiknya pemupukkan dilakukan memakai pupuk kompos atau pupuk kandang, sistem tumpang sari serta rotasi tanaman. Rotasi tanaman sendiri merupakan menanam tanaman berbeda dengan bergantian di lahan yang sama.

5. Keracunan Serta Penyakit

Seseorang yang mengonsumsi ikan, sayur serta bahan makanan yang sudah tercemar polusi bisa menyebabkan keracunan. Ketika keracunan terjadi, maka seseorang bisa mengalami kerusakan ginjal, organ hati, kanker, cacat pada keturunan, kerusakan saraf dan bahkan hingga meninggal dunia.

6. Pemekatan Hayati

Bahan polusi bisa masuk ke lingkungan lewat rantai makanan serta jaring makanan. Bahan polusi yang dibuang ke perairan nantinya akan meresap ke tubuh alga. Kemudian, alga akan dikonsumsi udang kecil dan udang kecil akan dimangsa ikan.

Sedangkan ikan akan ditangkap kemudian dikonsumsi manusia. Ini menyebabkan bahan polusi tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia. Proses meningkatnya kadat bahan polusi lewat tubuh makhluk hidup ini dinamakan dengan pemekatan hayati atau biomagnification.

7. Lubang Ozon Terbentuk

Pembentukan libang ozon menjadi salah satu masalah global. Ini bisa terjadi karena polusi bisa tersebar dan menyebabkan dampak di lokasi yang lain. Contohnya seperti gas CFC dari spray serta freon yang bisa naik ke atas hingga sampai ke stratosfer.

Ketika sampai di stratosfer, maka akan ada lapisan gas ozon atau O3 yakni pelindung bumi dari sinar ultraviolet. Ketika gas tersebut sampai ke lapisan ozon, maka akan ada reaksi antara CFC dan ozon yang menyebabkan ozon jadi berlubang.

8. Efek Rumah Kaca

Akibat dari polusi selanjutnya adalah efek rumah kaca. Gas CO2 hasil proses pembakaran akan meningkatkan CO2 di atmosfer. Ini kemudian menyebabkan bumi akan terselimuti debu serta gas pencemar.

Jika kandungan gas CO2 semakin meningkat akibat hutan yang ditebang, maka CO2 tidak lagi bisa diserap.

Pencegahan dan Penanggulangan Polusi

Pencegahan polusi bisa dilakukan dengan cara tidak membuang limbah atau bahan tertentu ke sungai atau laut yang berasal dari kegiatan manusia. Ini bisa mengakibatkan perairan atau sumber air menjadi tercemar sehingga mengganggu keseimbangan lingkungan Dengan tidak membuang limbah atau bahan tertentu, maka kehidupan mikroorganisme tidak akan terancam.

Sedangkan penanggulangan polusi dilakukan sesudah polusi terjadi. Penanggulangan merupakan cara yang dilakukan ketika kesalahan sudah terjadi sehingga tidak semakin parah.

Untuk cara menanggulangi polusi bisa dilakukan dengan berinisiatif memberi informasi tentang jenis polusi yang terjadi dan membuat laporan ke pemerintah setempat. Berikut adalah beberapa penanggulangan polusi yang bisa dilakukan:

1. Membuang Sampah Pada Tempatnya

Membuang sampai ke aliran air seperti sungai bisa mengakibatkan aliran air jadi tersumbat. Ini menyebabkan sampah akan semakin menumpuk dan membusuk. Sampah yang sudah membusuk tersebut kemudian bisa menghasilkan bau tidak sedap dan menjad tempat berkembang biak banyak jenis penyakit.

Selain itu, penumpukkan sampah juga menjadi penyebab paling besar dari banjir ketika musim hujan. Cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi sampah khususnya sampah rumah tangga adalah dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos.

Sampah ini harus dipisahkan antara sampah organik dan juga sampah anorganik. Sampah organik bisa ditimbun dalam tanah sehingga berubah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik seperti kaleng bekas atau plastik bisa didaur ulang menjadi alat rumah tangga atau barang yang lain.

2. Penanggulangan Polusi dari Industri

Polusi industri khususnya yang mengandung bahan kimia sebaiknya diolah lebih dulu sebelum dibuang. Ini nantinya bisa mengurangi bahan polusi yang mengalir ke perairan.

Dengan begitu, bahan polusi yang bersifat racun bisa hilang dan tidak sampai mengganggu ekosistem. Penanggulangan polusi dari industri juga bisa dilakukan dengan membangun pabrik serta kawasan industri jauh dari pusat keramaian penduduk. Dengan begitu, pengaruh buruk dari polusi seperti asap pabrik tidak sampai mengganggu kehidupan penduduk.

3. Penanggulangan Polusi Udara

Polusi udara karena sisa pembakaran kendaraan bermotor serta asap pabrik bisa ditanggulangi dan dicegah dengan cara mengurangi penggunaan bahan bakar minyak. Sumber alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan sebaiknya mulai diperhatikan seperti kendaraan energi listrik.

Mendata serta membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi juga menjadi salah satu cara untuk menanggulangi polusi udara. Khususnya untuk mengontrol serta memeriksa asap buangan serta knalpot dari kendaraan bermotor.

4. Melakukan Penghijauan di Kota Besar

Tumbuhan bisa dengan baik menyerap CO2 di udara untuk proses fotosintetis. Dengan membuat jalur hijau, maka bisa mengurangi kadar CO2 di udara yang disebabkan karena asap kendaraan bermotor dan asap pabrik. Dengan begitu, tumbuhan hijau dapat mengurangi polusi udara sekaligus menghasilkan oksigen ke atmosfer.

Sumber Referensi

https://foresteract.com/polusi/5/
https://tirto.id/polusi-udara-penyebab-dampak-dan-bagaimana-penanganannya-gbtL
https://www.gurupendidikan.co.id/polusi-dan-polutan/
https://rimbakita.com/jenis-polusi/
https://pengertianahli.id/pengertian-polusi-dan-jenis-polusi/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Populer