‚Äč
32 C
Semarang
Wednesday, December 8, 2021

Pengertian Stigma : Bentuk, Jenis, Penyebab dan Dampak

Artikel Pilihan

Stigma diciptakan masyarakat ketika melihat sesuatu yang dianggap aneh atau menyimpang dan tidak seperti yang lainnya.

Stigma diberikan untuk sesuatu yang memalukan dan tidak sesuai dengan nilai yang berlaku.

Pengertian Stigma

Stigma dipakai dalam istilah stigma sosial yakni pandangan, pikiran serta kepercayaan negatif yang diperoleh seseorang dari masyarakat atau juga bisa dari lingkungan.

Bentuknya beragam seperti separation, labeling, stereotip dan diskriminasi yang akan berpengaruh pada diri seseorang secara menyeluruh.

Stigma diciptakan masyarakat ketika melihat sesuatu yang dianggap menyimpang atau aneh dan tidak seperti yang lainnya.

Stigma diberikan untuk sesuatu hal yang memalukan dan tidak sesuai dengan nilai yang dianut.

Dengan begitu, stigma bisa mengakibatkan berkurangnya rasa percaya diri, hilangnya motivasi, menarik diri dari kehidupan sosial, menghindari pekerjaan, interaksi pada kesehatan dan hilangnya rencana masa depan.

Pengertian Stigma Menurut Para Ahli

  • Menurut Goffman: Stigma merupakan semua bentuk atribut fisik serta sosial yang bisa mengurangi identitas sosial seseorang sekaligus mendiskualifikasikan seseorang dari penerimaan orang lain.
  • Menurut Mansyur: Stigma merupakan ciri negatif yang melekat di pribadi seseorang akibat pengaruh lingkungan.
  • Menurut Research: Stigma merupakan usaha untuk melabeli yakni sebagai kelompok orang yang kurang cocok dihormati dibandingkan yang lainnya.
  • Menurut Scheid dan Brown: Stigma merupakan fenomena yang terjadi ketika seseorang diberikan stereotip, labeling dan diskriminasi.

Bentuk-bentuk Stigma

Dari pengertian stigma menurut Rahman, maka bentuk stigma bisa dibagi menjadi beberapa bentuk, yakni:

  • Labeling

Labeling merupakan pembedaan dan pemberian label atau penamaan atas dasar perbedaan yang dimiliki anggota masyarakat.

Sebagian besar perbedaan yang diberikan bisa menonjol secara sosial.

  • Stereotip

Stereotip merupakan kerangka berpikir atau aspek kognitif yang terdiri dari pengetahuan dan keyakinan tentang kelompok sosial dan traits tertentu.

Stereotip adalah keyakinan tentang karakteristik yang menjadi keyakinan mengenai atribut personal yang dimiliki beberapa orang dalam sebuah kelompok atau dalam kategori sosial tertentu.

  • Separation

Separation merupakan pemisahan yakni sebagai pihak yang tidak memiliki stigma atau pemberi stigma dengan kelompok yang memperoleh stigma.

Hubungan label dengan atribut negatif ini menjadi sebuah pembenaran ketika seseorang yang diberi label percaya jika dirinya memang berbeda sehingga bisa dikatakan proses pemberian stereotip tersebut berhasil.

  • Diskriminasi
Baca Juga :  Pengertian Emosi : Sumber, Macam, Fungsi, Bentuk, Dampak Positif dan Negatif

Diskriminasi merupakan perolaku merendahkan orang lain yang terjadi karena keanggotaannya di dalam suatu kelompok.

Diskriminasi tersebut adalah komponen behavioral yakni perilaku negatif pada individu yang terjadi karena seseorang merupakan anggota dari kelompok tertentu.

Jenis Stigma

Menurut Heatherton, ada beberapa jenis stigma yang ada sekarang ini, seperti:

  • Penyembunyian yang meliputi keluasaan karakteristik stigmatisasi yang bisa dilihat. Contohnya seperti cacat wajah dan homoseksualitas.
  • Rangkaian penandaan berkaitan dengan apakah tanda tersebut sangat terlihat atau melemah seiring berjalannya waktu. Contohnya seperti kebutaan dan multiple sclerosis.
  • Kekacauan yang mengacu ke tingkat stigmatisasi yang mengganggu interaksi interpersonal. Contohnya seperti gagap ketika berbicara.
  • Estetika yang berkaitan dengan reaksi subjektif yang bisa menimbulkan stigma karena sesuatu hal yang tidak terlalu menarik.
  • Asal usul tanda stigmatisasi seperti cacat bawaan, kesengajaan atau cacat bawaan.
  • Risiko yang meliputi perasaan berbahaya dari stimatisasi orang lain. Contohnya seperti memiliki penyakit mematikan atau berbahaya dan memiliki berat badan berlebih.

Selain itu, ada juga 2 jenis stigma lain yang dihubungkan dengan penyakit mental, yakni:

  • Stigma sosial: Melibatkan sikap berprasangka buruk dari seseorang mengenai penyakit mental.
  • Stigma yang dipersepsikan sendiri: Melibatkan stigma internal yang diderita seseorang yang mengalami penyakit mental.

Kemudian menurut Larson dan Corrigam, Werner, Goldstein dan Heinik, ada 3 jenis stigma lainnya, yakni:

  • Stigma struktural: Stigma yang mengacu ke ketidakseimbangan dari ketidakadilan jika dilihat dari lembaga sosial. Contohnya stigma yang merujuk ke rendahnya kualitas perawatan yang diberikan profesional kesehatan menjadi stigma kelompok atau individu.
  • Stigma masyarakat: Stigma yang menggambarkan reaksi atau penilaian negatif dari masyarakat pada penderita gangguan jiwa.
  • Stigma asosiasi: Stigma berbentuk diskriminasi sebab memiliki hubungan dengan seseorang yang sudah mendapat stigma.

Penyebab Stigma

1. Ketakutan

Ketakutan adalah penyebab umum dari stigma. Timbulnya ketakutan tersebut merupakan konsekuensi yang diperoleh ketika tertular.

Bahkan, penderita akan cenderung takut pada konsekuensi sosial dari terungkapnya kondisi yang sebenarnya.

2. Tidak Menarik

Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang dianggap tidak menarik khususnya dalam budaya dimana keindagan lahiriah sangat dihargai.

Dalam hal ini, gangguan yang ada di anggota tubuh akan ditolak masyarakat sebab terlihat berbeda.

3. Kegelisahan

Kecacatan ini membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Seseorang mungkin tidak mengerti cara berperilaku di hadapan orang dengan kondisi yang dialaminya. Dengan begitu, kecenderungan menghindar akan terjadi.

4. Asosiasi

Stigma dari asosiasi disebut juga dengan stigma simbolik. Ini terjadi ketika kondisi kesehatan dihubungkan dengan kondisi yang tidak menyenangkan seperti pengguna narkoba, pekerja seks komersial, orientasi seksual tertentu, kehilangan pekerjaan atau kemiskinan.

Baca Juga :  Pengertian Asumsi : Ciri Ciri, Sifat, Macam Jenis dan Contoh

Nilai dankeyakinan bisa berperan kuat dalam menciptakan atau mempertahankan suatu stigma.

5. Undang-undang atau Kebijakan

Ini bisa terlihat dari penderita yang dirawat di tempat terpisah dan membutuhkan waktu khusus di rumah sakit.

Contohnya seperti klinik penyakit seksual menular, klinik sakit jiwa atau klinik rehabilitasi ketergantungan obat.

6. Kurangnya Kerahasiaan

Pengungkapan yang tidak dikehendaki dari kondisi seseorang bisa terjadi karena penanganan hasil tes yang disengaja lewat tenaga kesehatan.

Ini kemungkinan besar sangat tidak diinginkan seperti pengiriman dari pengingat surat atau kunjungan pekerja kesehataan pada kendaraan yang ditandai dengan pro logo gram.

Proses Terjadinya Stigma

  • Seseorang akan membedakan dan memberi label untuk perbedaan yang dimiliki ornag lain.
  • Timbulnya keyakinan dari budaya yang dimiliki seseorang terhadap karakteristik seseorang atau kelompok lain dan menyebabkan stereotip.
  • Memposisikan seseorang atau kelompok yang sudah diberikan label pada kelompok atau individu di dalam kategori berbeda sehingga separation terjadi.
  • Seseorang yang sudah diberikan label mengalami diskriminasi.

Menurut pendapat Hermawati, proses pemberian stigma tersebut dilakukan masyarakat lewat 3 tahapan, yakni:

  • Proses Interpretasi

Pelanggaran norma yang terjadi di dalam masyarakat tidak seluruhnya menghasilkan stigma dari masyarakat.

Akan tetapi hanya untuk pelanggaran norma yang diinterpretasikan masyarakat yakni sebagai suatu penyimpangan perilaku yang bisa menyebabkan stigma.

  • Proses Pendefinisian

Sesudah tahap pertama terjadi dimana didalamnya terjadi interpretasi pada perilaku menyimpang, maka berikutnya adalah proses pendefinisian seseorang yang dianggap berperilaku menyimpang oleh masyarakat.

  • Perilaku Diskriminasi

Sesudah proses pertama dan kedua terjadi, maka masyarakat akan memberi perlakuan yang bersifat membedakan atau diskriminatif.

Dampak Stigma

Konsekuensi dari stigma bisa sangat serius bahkan sampai menghancurkan. Stigma juga memberikan konsekuensi lebih serius termasuk kemarahan, ketakutan serta intoleransi yang ditujukan untuk orang lain.

Berikut adalah beberapa dampak dari stigma yang diberikan pada seseorang atau kelompok tertentu:

  • Enggan mencari pengobatan.
  • Pengobatan jadi tertunda sehingga meningkatkan morbiditas serta mortalitas.
  • Penolakan sosial, menghindar dan isolasi.
  • Kesejahteraan psikologis yang bertambah buruk.
  • Pemahaman yang buruk di antara teman serta keluarga.
  • Kekerasan, pelecehan atau penindasan.
  • Kualitas hidup buruk, kecacatan serta meningkatnya beban sosial ekonomi.
Sumber Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Stigma
https://pendidikan.co.id/pengertian-stigma-bentuk-jenis-dan-proses-terjadinya/
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2019/11/stigma.html
https://www.sosial79.com/2021/05/pengertian-stigma-stigma-sosial.html
https://www.pelajaran.co.id/pengertian-stigma-bentuk-jenis-penyebab-dan-proses-terjadinya-stigma-menurut-para-ahli/

[Total: Rata-rata: ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa