Pengertian Sugesti : Macam Jenis, Elemen, dan Contoh

Salam Kenal

Artikel Pilihan

Sugesti merupakan proses pada interaksi sosial yang umumnya dipakai untuk menjadikan seseorang bisa menerima perkataan, cara, tingkah laku pihak lain tanpa kritik yang diungkapkan lebih dulu. Ini menyebabkan salah seorang yang dipengaruhi segera mengikuti dan melakukannya tanpa proses pikir panjang.

Pengertian Sugesti

Ada banyak faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial di masyarakat. Contohnya seperti sugesti, imitasi, simpati, empati dan motivasi. Beberapa faktor tersebut saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lain.

Sama halnya seperti sugesti pada objek kajian sosiologi bisa terjadi sebab ada rangsangan dan pengaruh individu serta kelompok lain untuk melakukan bentuk tindakan sosial yang sama.

Sedangkan di sisi lain, sugesti juga berarti tokoh tertentu yang dijadikan panutan secara sadar atau tidak sadar yang diikuti prosesnya. Contohnya sepeti tersugesti Presiden Jokowi yang dikenal jujur mengemban amanah sehingga perilaku kita juga akan mengikuti perilaku tersebut.

Pengertian Sugesti Menurut Para Ahli

1. Menurut Harwantiyoko

Ia berpendapat jika sugesti merupakan bagian proses sosial serta interaksi sosial yang bisa berpengaruh pada seseorang dengan yang lainnya. Ini digunakan untuk menerima norma atau pedoman dalam melakukan tindakan tertentu tanpa pertimbangan lebih dulu.

2. Menurut Abu Ahmadi

Sugesti berarti pengaruh pada jiwa dan perbuatan seseorang yang dipengaruhi perasaan dan kemauan untuk meyakini apa yang dikehendaki.

3. Menurut Sri Sudarmi

Sugesti merupakan proses memberi pengaruh ideologi pada orang lain yang dilakukan memakai teknik tertentu sehingga tidak berpikir panjang.

Macam Macam Sugesti

1. Sugesti Kerumunan

Sugesti kerumunan atau disebut dengan crown suggestion merupakan proses penerimaan yang tidak didasari dengan penalaran namun karena kerumunan atau keanggotaan diikuti oleh seseorang dalam organisasi sosial atau bentuk kelompok sosial yang lain.

Contoh dari sugesti kerumunan seperti tawuran yang terjadi antar pelajar. Semua siswa yang terlibat dalam tawuran tersebut biasanya dilakukan karena rasa setia kawan. Dengan begitu, seorang siswa akan secara spontan melakukan tindakan yang sama.

2. Sugesti Negatif

Sugesti negatif atau negative suggestion merupakan sugesti yang ditujukan untuk memberi tekanan atau pembatasan tertentu yang dilakukan seseorang dengan tingkat dominasinya. Dengan begitu, ia akan memberikan dorongan pada orang lain untuk melakukan tindak kejahatan atau kekerasan.

Contoh dari sugesti negatif adalah peran seorang pemuda yang akan mengancam kekasihnya jika cintanya berpaling ke pria lain. Dengan begitu, kekasihnya akan menurut.

3. Sugesti Prestise

Sugesti prestise atau prestige suggestion merupakan sugesti yang muncul karena prestise orang lain yang hanya punya struktur sosial serta peran sosial tinggi. Dengan begitu, orang lain akan menerima pendapat begitu saja.

Contoh dari perilaku prestise adalah tokoh masyarakat dalam lingkungan masyarakat yang mengajurkan supaya semua warna kerja bakti membersihkan lingkungan, maka saran itu dilakukan tanpa berpikir.

Contoh dari sugesti prestise adalah siswa yang bolos karena diajak bermain oleh temannya. Tanpa dilihat kembali manfaatnya, ajakan itu diterima dan dilakukan dengan membolos dan meninggalkan sekolah.

Jenis-jenis Sugesti Berdasarkan Sumbernya

Jika dilihat dari sumbernya, sugesti bisa dibagi menjadi 2 jenis, yakni:

1. Auto Sugesti

Auto sugesti adalah pengaruh yang berasal dari dalam diri sendiri. Auto sugesti yang disebut juga motivasi diri. Contoh dari auto sugesti diantaranya adalah ketika pertandingan olahraga. Seorang atlet punya skill lebih rendah jika dibandingkan atlet lainnya. Namun atlet yang skillnya lebih rendah berhasil mengalahkan atlet yang lebih kuat karena selalu memotivasi diri supaya bisa menang.

2. Hetero Sugesti

Hetero sugesti adalah pengaruh yang bisa diperoleh dari orang sekitar atau lingkungan terdekat. Hetero sugesti biasanya dilakukan orang yang punya pengaruh atau kedudukan kuat di sebuah lingkungan. Ini bisa dilakukan oleh orang yang dituakan, motivator, punya jabatan serta orang yang punya pengalaman. Dari sifat sosiologinya, hetero sugesti bisa dibagi kembali menjadi 3 jenis, yakni:

  • Sugesti Prestise

Sugesti prestise bisa diartikan sebagai pengaruh karena prestise yang ada pada kelompok atau orang lain pemberi sugesti. Pengaruh tersebut umumnya dilakukan seseorang yang punya jabatan pada lingkungan tersebut.

Contohnya seperti kepala desa yang memberi himbauan pada warga untuk kerja bakti. Pengaruh yang diberikan kepala desa tersebut dinamakan dengan sugesti prestise.

  • Sugesti Negatif

Seperti namanya, sugesti negatif akan memberikan pengaruh yang negatif serta menekan pihak lainnya. Contohnya orang bawahan yang mengetahui jika atasannya melakukan kecurangan. Orang tersebut kemudian diancam oleh atasannya tersebut jika sampai membocorkan kecurangannya.

  • Sugesti Kerumunan

Sugesti ini dilakukan kelompok beranggotakan banyak sehingga pengaruh yang diberikan juga besar. Umumnya, sugesti ini tidak didasari dengan nalar namun karena merasa hanya karena menjadi bagian anggota kelompok tersebut.

Cara Memberikan Sugesti Pada Diri Sendiri

Memberi sugesti yang baik untuk diri sendiri atau orang lain bisa berdampak baik jika yang diberikan memiliki sifat positif. Auto sugesti adalah bentuk pengaruh yang sulit dilakukan namun bukan tidak mungkin dilakukan apabila metode yang dipakai benar.

Sebelum memberi sugesti pada diri sendiri, maka pastikan tubuh serta pikiran rileks. Anda bisa mengatur kondisi lingkungan yang bisa membuat rileks. Contohnya seperti lampu yang temaram, suara yang tenang atau udara yang sejuk.

Elemen Sugesti

Elemen sugesti merupakan teknik, prosedur serta hal lain yang secara langsung atau tidak akan berpengaruh ketika membuat suatu sugesti menjadi efektif. Berikut adalah beberapa elemen dari sugesti:

1. Mendapatkan Perhatian Subjek

Hipnoterapos atau hipnotis umumnya akan mendapatkan perhatian dari subjek atau klien dengan berkata, “ Perhatikan dengan sungguh-sungguh apa yang saya katakan, dengarkan kata-kata saya dan lainnya.

2. Goal

Seseorang harus punya tujuan atau goal yang spesifik dan jelas di dalam pikiran. Apabila goal yang dibuat sederhana, maka tentunya akan semakin baik. Terutama jika seseorang memberi sugesti ke subjek dengan tingkatan sugestibilitas yang tidak terlalu tinggi.

Namun tidak dianjurkan untuk orang yang dapat memberikan hasil sugesti terutama untuk sibjek dengan tingkat sugestibilitas menengah atau rendah.

3. Keragaman                                                                              

Umumnya, operator atau pemberi sugesti tidak dapat memberi hasil yang sesuai seperti yang diharapkan. Operator juga harus kreatif pada saat memberi sugesti yang beragam. Dengan begitu, hal yang sebetulnya terjadi adalah efek compouding dari sugesti berbeda namun tetap tujuannya sama.

Contoh Sugesti

Sebetulnya, ada begitu banyak contoh sugesti pada kehidupan sehari-hari baik secara sadar atau tidak. Contohnya seperti ketika ada siswa yang bolos sekolah karena diajak oleh kawannya. Tanpa kembali dilihat gunanya, ajakan tersebut akan langsung dilakukan dan diterima.

Contoh dari sugesti selanjutnya yang dilakukan seorang kepala desa di masyarakat yang mengajak semua orang untuk gotong royong membangun sarana dan prasarana desa. Kegiatan tersebut bertujuan untuk semakin meningkatkan kebersihan. Selain itu, kegiatan gotong royong juga berguna menyadarkan warga betapa pentingnya pola hidup yang sehat.

Sumber Referensi

https://dosensosiologi.com/pengertian-sugesti-jenis-dan-contohnya-lengkap/
https://jagad.id/pengertian-sugesti/
https://www.mastah.org/pengertian-sugesti/

Salam kenal dari Adam Muiz !
Support mencapai 1000 Subscriber yuk
😁 Terimakasih
Follow Adam Muiz on WordPress.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa

Download Gratis