32 C
Semarang
Wednesday, December 8, 2021

Pengertian Tata Surya : Pembentukan, Susunan dan Teori

Artikel Pilihan

Tata surya adalah susunan dari beberapa benda langit yang berputar mengelilingi pusatnya yakni matahari. Sedangkan tata surya yang menjadi tempat kita adalah tata surya bimasakti.

Sistem tata surya sendiri terdiri dari 8 planet dengan orbit berbentuk elips, komet, satelit alami, asteroid serta meteorid. Seluruh planet ini akan terus mengelilingi matahari dengan revolusi serta lalulintas yang berbeda.

Proses planet yang mengelilingi matahari terjadi akibat gaya gravitasi matahari. Sedangkan sistem tata surya ini punya planet yang berurutan sesuai jarak planet tersebut dengan matahari.

Pengertian Tata Surya

Tata surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri dari matahari atau bintang, planet, meteor, satelit alami, asteoit serta komet yang berputar mengelilingi matahari atau disebut evolusi.

Matahari menjadi pusat dari tata surya sebab seluruh benda langit berputar mengelilingi matahari memakai lintasan berbentuk elips. Di setiap revolusinya, anggota dari tata surya akan berada dekat pada matahari di saat tertentu.

Titik terdekat dari matahari disebut dengan perihelium, sedangkan titik terjauh disebut dengan aphelium. Seluruh benda langit pada sistem tata surya nantinya akan berputar mengelilingi matahari sebab matahari punya gaya gravitasi terbesar.

Pembentukan Tata Surya

Kebanyakan astronom meyakini jika semua anggota tata surya dari mulai matahari sampai asteroid terbentuk dari awan gas serta debu yang besar serta berputar dengan nama nebula matahari.

Proses tersebut berawal sekitar 5 miliar tahun yang lalu ketika matahari sudah mulai terbentuk. Sedangkan planet serta objek lain terbentuk dari bahan yang tidak berasal dari pembentuk matahari.

Sekitar 500 juta tahun berikutnya saat pembentukan tata surya hampir selesai, hanya 0.002 persen nebula matahari awal yang tertinggal, sedangkan sisanya sudah terlempar ke angkasa luar.

Ada banyak hipotesis mengenai asal usul dari tata surya yang diusulkan para ahli. Beberapa diantaranya adalah pendukung Hipotesis Nebula yakni Pierre Simon Laplace.

  • Hipotesis Nebula

Hipotesis Nebula untuk pertama kalinya diusulkan Emanuel Swedenborg di tahun 1734 dan disempurnakan Immanuel Kant pada tahun 1775. Hipotesis yang serupa juga dikembangkan Pierre Marquis de Laplace secara independen di tahun 1796.

Gaya gravitasi yang menyebabkan kabut tersebut menyusut serta berputar di arah tertentu dan suhu kabutnya memanas yang pada akhirnya akan menjadi bintang yakni matahari.

  • Hipotesis Planetisimal

Hipoteisi planetisimal pertama kali dikemukakan Thomas C. Chamberlin serta Forest R. Moulton di tahun 1900. Hipotesis planetisimal menyatakan jika tata surya terbentuk karena hasil bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari di awal pembentukan matahari.

  • Hipotesis Pasang Surut

Untuk pertamakalinya, hipotesis pasang surut diusulkan James Jeans di tahun 1917. Dalam hipotesis ini, planet dikatakan terbentuk karena pendekatan bintang lain ke matahari.

  • Hipotesis Twin Star

Hipotesis twin star awalnya diusulkan Fred Hoyle di tahun 1956. Hipotesis pertama memperlihatkan jika tata ruya berbentuk 2 bintang yang berukuran sama dan saling berdekatan. Salah satunya kemudian meledak dan meninggalkan fragmen kecil.

  • Hipotesis Protoplanet

Teori ini diusulkan Carl Van Weizsaecker, Subrahmanyan Chandarasekar serta GP Kuipper. Dalam teori ini, yang mengelilingi matahari merupakan awan gas yang kemudian membentuk gumpalan evolusioner secara bertahap dan berubah menjadi gumpalan padat.

Susunan Tata Surya

1. Matahari

Matahari adalah bintang sejati yang menghasilkan sinar cahaya sendiri. Cahaya tersebut akan memberrikan pancaran sinar cahaya sebagai pusat dari tata surya. Matahari hampir seluruhnya memiliki massa tata surya yang terkumpul sampai 98% sehingga menjadi anggota tata surya terbesar.

Matahari terbentuk sekitar 4.6 milyar tahun yang lalu dengan awal pembentukan berupa gumpalan gas hidrogen yang berpijar. Matahari merupakan salah satu dari jenis bintang generasi kedua. Ini disebbkan karena menurut para ahli astronomi, matahari juga berasal dari pembentuk bintang generasi pertama.

Matahari memiliki ukuran diameter 1.392.500 km sekitar 10 kali leih besar dibandingkan planet jupiter serta 109 kali diameter bumi. Matahari memiliki beberapa lapisan yang terdiri dari fotosfer, lapisan inti, korona serta kromosfer. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

  • Inti Matahari

Inti matahari merupakan lapisan terdalam matahari tempat terjadinya reaksi fusi supaya bisa memberikan energi untuk matahari. Bagian ini akan membangkitkan 99 persen energi yang dihasilkan matahari.

Meski hanya berisi 1/5 isi keseeluruhan mathari, akan tetapi massa intinya sangat besar yakni ½ dari massa matahari secara keseluruhan.

  • Fotosfer

Fotosfer adalah bagian dari permukaan matahari. Ini adalah lapisan pemberi cahaya sehingga bisa menerangi sepanjang hari. Untuk ketebalannya sendiri sepanjang 300 km dengan suhu sampai 6.000 kelvin.

  • Kromosfer

Kromosfer adalah lapisan di atas fotosfer yang berfungsi sebagai atmosfer matahari. Kromosfer memiliki bentuk gelang merah yang bisa berputar mengelilingi bulan pada saat gerhana matahari total terjadi. Untuk suhunya sendiri adalah 4.500 kelvin  dan ketebalan kromosfer sampai 2.000 km.

  • Korona
Baca Juga :  Pengertian Fisika : Sejarah, Cabang Ilmu, Tujuan, Hubungan, dan Sifatnya

Korona adalah lapisan luar dari atmosfer matahari dengan ketebalan 700 ribu km dan suhu sampai 1 juta kelvin. Korona ini memiliki bentuk seperti mahkota warna abu abu yang bisa terlihat pada saat gerhana matahari total.

2. Planet

Planet merupakan anggota langit yang mengitari matahari memakai lintasan tertentu dengan garis tengah 4.000 km. Cahaya yang diterima planet dari matahari nantinya akan dipantulkan kembali.

Saat pertama kali ditemukan, susunan planet terdiri dari 9 planet pada tata surya. Akan tetapi, sekarang pluto tidak lagi menjadi bagian dari Bimasakti yang mengitari mengelilingi matahari pada lintasan berbentuk elips atau bujur telur.

Peredarannya berlawanan dengan arah jarum jam sehingga teratur dan tidak akan saling berbenturan satu dengan yang lainnya. Berdasarkan peletakkannya, planet terbagi menjadi dua yakni planet luar dan dalam.

Planet dalam adalah planet dengan garis edar antara matahari dan bumi. Sementara planet luar memiliki garis edar di luar peredaran bumi yang terdiri dari Jupiter, Uranus, Neptunus, Mars serta Saturnus.

  • Neptunus

Neptunus memiliki 2 satelit yakni Nereid serta Triton. Untuk suhu permukaannya yang dingin adalah 190 derajat celcius. Sementara garis tengah neptunus adalah 48.600 km dengan jarak antara matahari 4.495 juta km. Neptunus memiliki warna agak kehijauan ketika dilihat memakai teleskop.

  • Uranus

Uranus memiliki 15 satelit dan ariel adalah satelit terbesarnya. Planet uranus memiliki suhu yang lebih rendah dibandingkan neptunus yaitu 180 derajat. Planet uranus akan selalu diselimuti awan tebal pada permukaannya dan rotasinya berlawanan dengan arah planet lain.

Butuh waktu sekitar 84 tahun untuk bisa mengelilingi matahari dalam satu kali edar. Sementara jarak antara planet uranus dengan matahari adalah sekitar 51.1118 km.

  • Saturnus

Planet saturnus memiliki suhu yang cukup dingin yakni 145 derajat celcius. Saturnus memiliki 21 satelit dengan titan yang menjadi satelit terbesar. Untuk bisa berevolusi, saturnus memerlukan waktu 29.5 tahun.

Jarak saturnus dengan matahari adalah 1.428 km dan garis tengah 120.000 km. Saturnus memiliki partikel berukuran kecil warna kekuningan dan debu yang akan membentuk cincin raksasa mengelilingi saturnus. Di dalam tata surya, planet saturnus adalah planet terbesar urutan kedua.

  • Jupiter

Jupiter memiliki 16 satelit dan Ganymeda adalah satelit dengan ukuran terbesar. Jupiter memiliki batas permukaan serta atmosfer yang kurang jelas dan terlihat seperti bola gas yang besar.

Dua zat yang mendominasi atmosfer jupiter adalah hidrogen serta helium. Supaya bisa mengelilingi matahari dengan jarak 778 juta km, jupiter memerlukan waktu selama 12 tahun yang merupakan planet paling besar pada tata surya.

  • Mars

Planet mars memiliki 2 satelit yakni Fobos serta Demos. Selain itu, ada juga satelit dengan ketinggian 2 kali lebih tinggi dari Gunung Everest yakni Olympus. Mars memiliki suhu -13 derajat celcius dan pada malam hari memiliki suhu -80 derajat celcius.

Mars memerlukan waktu 687 hari untuk mengelilingi matahari dengan jarak 228 juta km. Planet merah ini memiliki garis tengah sekitar 6.780 km dan dikatakan jika layak dihuni karena kondisinya yang serupa dengan bumi.

Hanya mars serta jupiter yang memiliki planetoid serta asteroid. Mars juga memiliki atmosfer yang tipis dan permukaannya kering seperti venus.

  • Bumi

Bumi memiliki satelit sendiri yakni bulan. Atmosfer pada bumi sangat penting untuk melindungi dari radiasi matahari serta benda lain yang tertarik gaya gravitasi bumi. Selain itu, atmosfer juga berguna untuk menjaga suhu bumi ketika malam supaya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas ketika siang.

Pada atmosfer mengandung nitrogen serta oksigen yang berguna untuk melapisi udara di bumi. Selain itu, ada juga beberapa jenis gas lain namun volumenya lebih kecil. 2/3 permukaan bumi ditutupi dengan lautan, sedangkan jarak bumi ke matahari adalah sekitar 150 juta km.

Bumi memiliki bentuk bulat dengan garis tengah 12.750 km dan permukaanya ketika dilihat dari angkasa akan berwarna hijau kebiruan. Hanya bumi yang memiliki permukaan laut dan daratan. Selain itu, bumi menjadi satu satunya planet yang punya kehidupan pada tata surya.

  • Venus

Venus memiliki nama lain bintang timur dan bintang fajar karena terlihatmenjelang matahari terbit atau beberapa saat sesudah matahari tenggelam. Planet venus terlihat indah dan cemerlang yakni putih terang sehingga menghasilkan cahaya.

Permukaan venus sangat kering sebab suhunya mencapai 480 derajat. Butuh waktu selama 255 hari ketika venus mengelilingi matahari dalam 1 kali evolusi dengan jarak 108 juta km. Venus sering disebut sebagai bumi kembar sebab ukurannya yang hampir sama seperti bumi. Venus adalah planet terdekat dengan bumi yang ada di antara orbit bumi dan merkurius dengan garis tengah sekitar 12.100 km.

  • Merkurius

Planet merkurius tidak memiliki satelit dengan suhu 430 derajat celcius saat siang dan -170 derajat ketika malam hari.

Baca Juga :  Bahasa Pemrograman : Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tingkatan, Generasi dan Contoh

Saat fajar dan matahari terbenam, merkurius menjadi planet yang paling terang yang terlihat seperti titik kecil. Merkurius memiliki banyak kawah sebab posisinya dekat dengan matahari.

Merkurius butuh waktu 88 hari untuk mengelilingi matahari sebab jaraknya hanya sekitar 58 juta km. Merkurius adalah planet dengan ukuran paling kecil berdiameter 4.862 km.

3. Satelit

Satelit merupakan benda langit yang mengelilingi planet sumbu ketika beredar mengelilingi matahari. Terdapat 2 jenis satelit yakni satelit alam dan buatan.

Satelit alam merupakan satelit yang terbentuk secara alami didalam sisitem tata surya seperti bulan yang mengeliling planet bumi. Pada dasarnya bumi juga bisa disebut sebagai satelit alami matahari, namun istilah ini jarang digunakan. Sedangkan satelit buatan adalah satelit yang dibuat manusia yang dilepaskan memakai roket dan akan mengorbit di sekitar bumi.

4. Asteroid

Asteroid adalah benda langit berukuran kecil yang mengitari matahari di sebuah lintasan. Ahli astronomi beranggapan jika asteroid adalah sisa pecahan pembentukan planet.

Asteroid memiliki jumlah yang banyak dan akan menyatu mengitari planet bernama sabuk. Asteroid memiliki ukuran diameter sekitar 100 km. Sabuk ini akan melingkar di antara planet mars serta jupiter.

Ada juga 2 sabuk lainnya yakni Kuiper serta Edgeworth yang letaknya jauh di belakang neptunus. Untuk mengelilingi matahari, asteroid memerlukan waktu antara 3 hingga 6 tahun.

5. Meteroid, Meteor dan Meteorit

Meteorid adalah benda langit berukuran kecil yang melayang di angkasa. Terkadang, meteorid akan menabrak beberapa planet termasuk bumi. Meteor yang masuk ke planet bumi dinamakan dengan meteorid.

Meteorid akan terlihat berpijar ketika masuk ke bumi sebab bergesekan dengn atmosfer. Karena gesekan tersebut, meteor akan habis sebelum sampai ke permukaan bumi. Sedangkan meteor yang bisa sampai ke permukaan bumi dinamakan dengan meteorit atau lebih sering disebut dengan bintang jatuh.

6. Komet

Komet pada sistem tata surya adalah benda terjauh yang mengorbit di matahari. Jumlahnya sendiri sangat banyak yakni sampai triliun. Bentuk komet terlihat seperti debu akan tetapi tidak bisa dilihat mata.

Ketika melewati bumi, ukurannya sangat besar dan terang sehingga bisa terlihat. Komet sendiri terdiri dari batu berdebu dan juga 2/3 salju. Fred Whipple yang merupakan astronom asal Amerika menggambarkan jika komet seperti bola debu salju.

Di dalam tata surya ini biasanya dibagi menjadi 2 jenis planet yakni luar dan dalam. Yang termasuk planet dalam adalah bumi, merkurius, venus dan juga mars. Sedangkan planet luar adalah saturnus, yupiter, neptunus serta uranus.

Ini dipisahkan karena terdapat pembatas antara planet luar serta dalam yang berbentuk serbuk asteroid. Planet ini juga punya satelit di sebagian besar planet tata surya seperti berikut ini:

  • Merkurius: Tidak mempunyai satelit alami.
  • Venus: Tidak punya satelit alami.
  • Bumi: Memiliki 1 satelit alami yakni bulan.
  • Mars: Mempunyai 2 satelit alami yakni Phobos serta Demos.
  • Yupiter: Punya 16 satelit alami yakni Almathea, Metis, Thebe, Europa, lo, Ganymede, Andrastea, Himalia, Calistio, Elara, Lysithea, Aananke, Carme, Leda, Sinope, Pasiphea, Sinope dan 3 satelit yang belum memiliki nama.
  • Saturnus: Punya 21 satelit alami yakni 1980 S27, Atlas, Janus, 1980 S27, Mimas, Encelandus, Coorbital, Euphementheus, Encelandus, Tethys, Dione, Telesto, Dione, 1980 S5, Dione coorbital, Rhea, 1980 S6, Hyperion, Lapetus, titan serta Phoebe.
  • Uranus: Punya 15 satelut alami yakni Titania, Umbriel, Oberon, Ariel, Puck, Miranda, Bianca, Phelia, Cresida, Desemona, Cordella, Portia, Juliet, Rosalin dan Belinda.
  • Neptunus: Punya 8 satelit alami yakni Naiad, Triton, Nereid, Galatea, Proteus serta Larissa.

Teori Tata Surya

Di dunia ini, ada 7 teori tentang tata surya yakni teori Big Bang, Teori Keadaan Tetap, Teori Bintang Kembang, Teori Nebula, Teori Planetesimal, Teori Pasang Surut dan teori Proto Plasma.

  • Teori Big Bang: Edwin Hubble melakukan pengamatan tata surya di Amerika Serikat. Ia mengatakan jika bumi serta alam semesta terbentuk karena ledakan hebat. Partikel yang dipancarkan ledakan meleleh dan dipadatkan gravitasi. Padatan tersebut kemudian membentuk benda langit seperti yang ada sekarang ini.
  • Teori Bintang Kembar: Teori ini mengatakan jika ada bintang kembar yang ditabrak bintang lainnya sehingga menciptakan tata surya.
  • Teori Keadaan Tetap: Menyatakan jika alam semesta selalu tampak sama dari awal hingga akhir zaman nanti.
  • Teori Nebula: Teori ini menyatakan jika tata surya berasal dari kabut.
  • Teori Pasang Surut: Buffon dalam teori ini berpendapat jika tata surya ada akibat materi penyusun matahari yang bertebaran.
  • Teori Planetesimal: Teori ini mengatakan jika ada bintang lain yang mendekati matahari.
  • Teori Proto Plasma: Menyatakan jika tata surya berasal dari gumpalan debu serta gas.

Video Tata Surya – Susunan Planet

Sumber Referensi

https://www.studiobelajar.com/tata-surya/
https://rumuspintar.com/tata-surya/
https://adjar.grid.id/read/542702575/mengenal-pengertian-jenis-dan-isi-tata-surya-serta-planet-planetnya?page=all
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-tata-surya-menurut-para-ahli/
https://www.ayoksinau.com/pengertian-tata-surya/
https://pengajar.co.id/pengertian-tata-surya/

[Total: Rata-rata: ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa