Cara Menabung yang Benar Untuk Pelajar

0
51
Cara Menabung yang Benar Untuk Pelajar

Ungkapan “menabung pangkal kaya” sudah sangat akrab dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat. Ungkapan tersebut memang sangat masuk akal dan terdengar mudah. Tapi cukup sulit dalam praktiknya,

Bagi kamu yang masih berstatus pelajar, kemungkinan besar akan mengakui hal tersebut. Ini bukanlah berarti kamu tidak memahami apa manfaat jangka panjang yang bisa diperoleh dari menabung.

Sumber Pendapatan Pelajar

Setidaknya ada dua persoalan utama yang sering dihadapi oleh kalangan muda seperti kamu sehingga sulit menyisihkan uang saku untuk ditabung. Poin pertama adalah sumber penghasilan dan ke dua yakni gaya hidup.

Untuk poin pertama, sebagai pelajar tentunya sumber penghasilan utamamu hanya bergantung pada uang saku yang diberi oleh orang tua. Jumlahnya bisa variatif dan yang jelas tidak menentu.

Suatu hari uang saku yang diberi bisa saja dapat mencukupi berbagai kebutuhan sehari-harimu. Tapi suatu ketika juga, ayah atau ibu bisa saja memberikan lebih sedikit dari biasanya sebagai sanksi atas kelalaianmu yang tidak mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah, misalnya. Atau beberapa alasan lainnya.

Menyadari terbatasnya jumlah penghasilan, apalagi tidak menentu, semangatmu untuk menabung pun lantas menjadi menurun. Bahkan, tidak terpikir sama sekali untuk menabung. Sebaiknya janganlah demikian, kamu akan mendapat solusi atas masalah tersebut setelah menyimak penjelasan tentang poin kedua berikut.

Kebiasaan Pengeluaran Pelajar

Point kedua yaitu gaya hidup. Generasi milenial seperti kamu cenderung berperilaku konsumtif. Contoh sederhananya begini, kamu mungkin pernah kesulitan menolak ajakan teman untuk nongkrong dan jajan di pusat perbelanjaan (mall), restoran siap saji, kafe atau tempat lainnya. Menuruti ajakan tersebut memang sebuah keputusan wajar bagi remaja seusia kamu yang sedang gandrung-gandrungnya bergaul.

Menghabiskan waktu senggang dengan nongkrong dan jajan bersama teman memang menawarkan kesenangan. Apalagi, jika kamu berpikir bahwa kegiatan ini bisa sedikit membantu meredakan kejenuhan terhadap tugas sekolah, kuliah atau pekerjaan rumahmu yang sangat berat.

Tapi yang wajib diingat, kegiatan semacam inilah yang disebut sebagai perilaku konsumerisme dan pastinya menimbulkan konsekuensi bertambahnya beban pengeluaran. Perilaku tersebut juga mendorong sulitnya menumbuhkan kebiasaan menabung pada generasi muda seperti kamu.

Untuk mengurai kedua masalah tersebut hingga mampu membiasakan diri untuk menabung, maka langkah awal yang perlu kamu lakukan adalah membuat perencanaan keuangan.

Perencanaan Keuangan Pelajar

Dengan perencanaan keuangan, kamu akan mudah mengelola setiap pemasukan serta pengeluaran. Dan perlu diingat, bahwa prinsip utama dalam menciptakaan kondisi keuangan yang sehat adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan baik.

1 Perencanaan Keuangan Pelajar

Mengenai perencanaan keuangan pribadi, ada satu teknik yang sederhana, tapi bisa jadi cukup efektif jika diterapkan secara konsisten dan konsekuen. Teknik tersebut dinamakan kakeibo (dibaca : kah-keh-bo).

Seni mengatur keuangan ini diperkenalkan oleh jurnalis wanita pertama di Jepang, Hani Motoko pada tahun 1904. Teknik Motoko tersebut menekankan pada pencatatan setiap pengeluaran.

Baca Juga :  Lowongan Freelance Online di Indonesia

Cara Melakukan Keuangan Pelajar

Jadi, menurut Hani Motoko, yang mesti dilakukan dalam perencaan keuangan adalah :

  1. Pertama, setiap awal bulan membuat catatan tertulis berisi rincian semua pengeluaran tetap dan berapa jumlah uang yang akan ditabung.
  2. Kedua, membagi jenis pengeluaran dalam beberapa kategori.
  3. Kategori survival terdiri dari kebutuhan pokok. Semisal makan, transport, komunikasi (pulsa dan kuota internet) dan lain sejenisnya.
  4. Kategori optional terdiri dari kebutuhan sekunder. Semisal jajan di restoran, nongkrong di mall serta belanja yang bukan kebutuhan pokok lainnya.
  5. Kategori culture terdiri  dari kebutuhan tersier untuk sekadar menambah wawasan atau kesenangan. Semisal, membeli buku, majalah, biaya langganan Netflix atau spotify.
  6. Kategori extra yakni pengeluaran tambahan tak terduga, semisal membeli kado ulang tahun teman, servis gadget yang rusak atau lainnya.

Dengan cara ini, kamu bisa mengetahui seberapa besar biaya atau pengeluaran dalam sebulan. Sehingga dapat terkontrol dengan baik.

Cara Menabung Mudah, Praktis dan Aman

Agar dapat rutin menabung, ada beberapa cara yang bisa kamu coba. Mulai Dari membeli celengan, hingga menitipkan uang pada orang tua.

2 Cara Menabung Mudah, Praktis dan Aman

1. Menabung Uang Receh di Celengan

Cara ini mungkin terlihat sepele, tapi jangan kira apabila hasilnya juga cukup menjanjikan. Kamu pasti pernah mendengar ungkapan ini, “Sedikit demi sedikit, lama kelamaan menjadi bukit”.

Ungkapan ini bisa kamu jadikan sebagai prinsip utama dalam mempraktikan cara ini. Simpanlah uangmu dalam sebuah celangan dengan bentuk yang kamu sukai.

Atau jika ingin lebih terlihat unik, kamu bisa membuat sendiri celengan dari bahan yang mudah ditemukan. Mungkin bekas kaleng biskuit, toples yang sudah tidak terpakai dan benda lainnya.

Kemudian taruh di tempat aman. Dan bubuhkan kertas bertulis tujuanmu menabung pada permukaan celengan. Sehingga akan membantu mengingatkanmu saat bermaksud mengambil uang di dalamnya.

2. Menitipkan Uang Kepada Orang Tua

Ini juga menjadi cara yang mudah, di samping juga aman. Ayah atau ibu akan mendukung niatmu menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.

Kamu juga tidak dapat sembarang berkehendak untuk mengambil uang yang telah disisihkan. Kecuali menyampaikan alasan yang kuat atau mendesak kepada kedua orang tuamu.

Mereka juga tentunya akan memberikan pandangan-pandangannya, sebelum keinginanmu mengambil uang yang telah dititipkan. Cara ini pastinya efektif untuk menghasilkan jumlah tabungan yang  maksimal.

Selain kedua cara tadi, cara selanjutnya adalah yang paling benar dan akan memberi banyak manfaat. Yakni menabung di bank.

3. Menabung di Bank

Apakah bisa pelajar yang belum menginjak usia 17 tahun seperti kamu menabung di bank? Pertanyaan ini mungkin akan menjadi yang pertama terlintas di benakmu begitu mendengar kata-kata menabung di bank.

3 Menabung di Bank

Jawabannya, ya tentu bisa. Tahukah kamu bahwa saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menganjurkan kepada semua perbankan agar memfasilitasi para generasi muda untuk menabung. Anjuran tersebut dituangkan dalam program Simpanan Pelajar (Simpel).

Baca Juga :  Tips Reksadana Untuk Pemula Biar Untung

Persyaratannya ringan, cukup melengkapi berkas-berkas berupa :

  • Fotokopi kartu pelajar
  • Fotokopi akta kelahiran
  • Mengisi formulir pembukaan rekening
  • Fotokopi KTP Ayah atau Ibu

Saat ini sudah sangat banyak bank penyelengara program simpel, mulai dari bank umum, daerah, perkreditan rakyat, syariah dan pembiayaan syariah. Untuk detilnya kamu bisa browsing langsung ke website sikapiuangmu.ojk.go.id.

Setoran awal tabungan simpel juga sangat terjangkau, yakni Rp5.000 saja. Sangat ringan bukan? Selain itu, ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan menabung di bank. Di antaranya :

a). Mendapat Keuntungan Dari Bunga Atau Bagi Hasil

Dengan menabung dalam jangka waktu tertentu di bank, kamu bisa mendapat keuntungan berupa bunga atau dalam bank syariah diistilahkan sebagai bagi hasil.

Suku bunga produk tabungan bank memang memang tidak terlalu besar. Tapi, setidaknya, besaran uang yang kamu simpan tidak akan terganggu.

b). Dana Tersimpan Lebih Aman

Keamanan menjadi prioritas utama yang diberikan oleh bank. Hampir semua bank menerapkan standar sistem keamanan bertransaksi yang sangat canggih.

Selain itu, bank juga bekerjasama dengan lembaga penjamin simpanan. Sehingga meskipun bank kemungkinan bisa menghadapi masalah likuiditas (keuangan), kamu akan tetap dapat mengambil uang yang ditabung.

c). Mudah Untuk Ditarik Kapan Saja

Bank menyediakan beragam fasilitas bertransaksi yang memudahkan nasabahnya. Penarikan uang dari tabungan bisa kamu lakukan melalui automatic machine teller (ATM). Atau yang lebih canggih pada masa sekarang adalah layanan ebanking dan mobile banking.

d). Berpeluang Mendapat Hadiah

Sejumlah bank juga acap menggelar program undian berhadiah pada momen tertentu. Hal ini juga ditujukan sebagai penarik minat masyarakat untuk menabung. Sebagai nasabah bank, kamu juga berpeluang mendapat hadiah dari program-program undian seperti ini.

Itulah cara menabung yang bisa kamu praktikan. Untuk mendapat hasil yang maksimal dari menabung, maka kamu perlu menyimak pembahasan pada bagian selanjutnya.

Mendapat Hasil Maksimal Dari Menabung

Bagi kalangan pelajar, menyisihkan uang saku adalah cara yang paling efektif untuk menumbuhkan kebiasaan menabung. Dan lebih terpenting lagi, kamu tidak harus memiliki uang yang banyak dulu, baru kemudian berencana menabung. Memang sebagai pelajar saat ini kamu belum memiliki penghasilan tetap. Tapi, kebiasaan menabung haruslah dipupuk sejak seusia kamu.

4 Mendapat Hasil Maksimal Dari Menabung

Uang yang kamu sisihkan untuk ditabung, pastinya nanti akan memberi banyak manfaat. Semisal, menutupi kekurangan biaya sekolah atau kuliah. Membeli berbagai kebutuhan penting yang sifatnya dadakan, seperti memperbaiki gadget yang kamu gunakan untuk belajar.

Atau membiayai hobi positifmu, seperti fotografi, membeli raket bulutangkis, sepatu futsal atau basket, dan masih banyak lagi. Pada bagian sebelumnya, kamu telah mengetahui cara mengelola keuangan secara sederhana. Nah, pada bagian ini sebenarnya akan membahas pengelolaan keuangan yang sedikit lebih kompleks dari pembahasan sebelumnya.

Baca Juga :  Situs Website Freelancer di Indonesia dan Luar Negeri

Namun, agar tetap tampak sederhana, dan bisa membuatmu lebih enjoy untuk menyimak artikel ini sampai di bagian akhir, maka berikut ini adalah tips untuk mendapat hasil yang maksimal dari menabung.

1. Menentukan Tujuan Menabung

Langkah pertama yang harus dilakukan agar mendapat hasil maksimal dari menabung adalah menentukan tujuan. Hal ini biasanya berkaitan dengan pertanyaan, untuk apa uang tabungan akan dipergunakan, berapa jumlah yang dibutuhkan, dan berapa lama waktu menabung yang diperlukan agar mencapai jumlah tersebut.

Tentukan juga apakah rencana tersebut merupakan target jangka pendek atau jangka panjang. Mencukupi biaya pendidikan adalah satu contoh tujuan menabung untuk jangka panjang. Sedangkan tujuan menabung jangka pendek biasanya meliputi biaya keperluan sehari-hari bahkan yang bersifat ekstra dan tidak terlalu prioritas.

2. Tetapkan Prioritas

Tentukan dan tetapkan prioritas di tiap kebutuhan. Hal ini bertujuan agar tiap pos anggaran tidak saling mengganggu. Kamu pasti masih ingat tentang pengkategorian pengeluaraan yang diperkenalkan oleh Hani Motoko, pada uraian sebelumnya. Inilah salah satu tujuan dari pengkategorian tersebut.

3. Susun dan Tetapkan Anggaran

Susun anggaran belanja yang dibutuhkan dalam sebulan. Untuk mencegah pengeluaran yang terlalu banyak, maka kamu harus menentukan batas jumlah pengeluaran maksimum.

Bandingkan perkiraan jumlah pengeluaran dengan jumlah pemasukan dalam sebulan. Selanjutnya, sisihkan atau alokasikan 10 hingga 15 persen dari pemasukan untuk ditabung. Lakukan langkah ini secara konsisten, maka nilai tabunganmu akan terus meningkat secara konstan.

4. Potong Dana Pengeluaran

Kurangi beberapa anggaran pada pos pengeluran yang tidak menjadi prioritas. Semisal, dana untuk nongkrong, jajan di luar, atau menonton film di bioskop dan lainnya.

Untuk efisiensi, kamu juga bisa mengubah kebiasaan sehari-hari, seperti membawa bekal, menggunakan transportasi pribadi ketimbang transportasi umum dan tidak mudah tergiur untuk membeli barang yang sedang diskon. 

5. Tinjau Pengeluaran Secara Berkala

Lakukan peninjauan atas catatan-catatan pengeluaranmu. Bisa tiap minggu atau bulan. Langkah ini untuk mengetahui progres serta kendala-kendala yang kamu hadapi agar bisa segera terselesaikan. Dengan melihat perkembangan yang telah kamu hasilkan sendiri, maka akan memacu semangat untuk menabung lebih giat.

6. Pikir Ulang Saat Akan Berbelanja

Salah satu kunci agar hasil tabungan lebih maksimal adalah menghindari pemborosan. Pikirkan ulang ketika kamu hendak  membelanjakan sesuatu. Ingat kembali tujuan menabung, dan alasan awal mengapa kamu memilih untuk menyisihkan beberapa uang yang kamu dapat untu ditabung.

Pertimbangkan apa-apa saja kebutuhan yang dianggap penting, mendesak dan bisa ditunda. Dengan begitu uang yang kamu miliki dapat benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.

Meski kamu adalah pelajar yang belum memiliki penghasilan mapan, bukan berarti mustahil untuk mendapat hasil maksimal dari menabung. Poin terpentingnya adalah bagaimana keseriusan dan konsistensi dalam mewujudkan keinginan dan tujuanmu dari menabung. Semoga artikel ini dapat membantu kamu mencapai hal-hal tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here