Cara Memilih Investasi Saham di Indonesia : Keuntungan dan Resiko

0
62
Cara Memilih Investasi Saham di Indonesia Keuntungan dan Resiko

Begitu kata kunci “investasi saham” terbesit dalam benakmu, lantas kemudian menelusurinya di mesin pencari dan tertuju ke halaman di website ini, apakah itu berarti kamu sedang berencana untuk memulai investasi saham?. Atau sebenarnya kamu belum memutuskan untuk berinvestasi saham, namun ingin lebih dulu memahami tentang bagaimana dasar-dasarnya?. Mungkin juga, kamu hanya sekadar ingin menambah wawasan mengenai apa itu investasi saham?.

Apapun jawabannya, maka bisa dipastikan bahwa kamu telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai hal tersebut. Tenang saja, melalui artikel di website ini, usahamu itu tidak akan sia-sia. Jika memang kemudian artikel ini tidak banyak membantu, setidaknya wawasan kamu mengenai dasar-dasar investasi saham akan terbuka.

Baiklah untuk mengawalinya, tahukah kamu bahwa kondisi investasi di Indonesia saat ini masih terbilang sangat minim, meski dalam beberapa tahun terakhir terjadi pertumbuhan jumlah investor.

Menurut catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), pertumbuhan jumlah investor pada tahun 2020 mencapai 53,47 persen dibanding tahun 2019 lalu. Sampai dengan tahun 2020, jumlah investor saham yang terdaftar berjumlah 1.695.268 single investor identification (SID). Padahal pada tahun 2019 jumlah tersebut hanya mencapai 1.104.610 SID.

Jumlah tersebut tentunya berbanding jauh di bawah jumlah penduduk usia produktif di Indonesia yang angkanya melebihi ratusan juta orang. Hal ini juga bisa berarti bahwa peluang untuk meraih sukses melalui investasi saham masih sangat terbuka lebar.

Sekilas Tentang Pasar Modal, Bursa Efek dan Saham

Ketika memulai investasi saham, maka kamu perlu lebih dulu memahami mengenai pasar modal. Pernahkah kamu mendengar istilah tersebut sebelumnya?. Selain itu, apakah kamu sudah mengetahui tentang bursa efek? apa fungsinya?. Serta apakah pengertian saham itu?.

2 Sekilas Tentang Pasar Modal, Bursa Efek dan Saham

Kita akan mulai dari pengertian pasar modal. Jadi, pasar modal pada prinsipnya berfungsi mempertemukan pihak yang membutuhkan dana jangka panjang dengan pihak yang membutuhkan sarana investasi dalam bentuk produk keuangan meliputi saham, obligasi, reksadana dan sejenisnya. Representasi dari pasar modal di Indonesia yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) sebagai pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem serta sarana untuk memfasilitasi perdagangan efek atau saham.

Sementara, saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan. Jika kamu memiliki saham sebuah perseroan atau persuahaan dari membelinya di bursa efek, dengan demikian sama artinya bahwa kamu tercatat sebagai pemilik perusahaan tersebut.  

Keuntungan Investasi Saham

Ada dua keuntungan nyata yang bisa diperoleh dari kepemilikan saham. Keuntungan yang bisa kamu dapatkan yakni ;

Baca Juga :  Tips Reksadana Untuk Pemula Biar Untung

1. Capital Gain

Capital gain biasa juga disebut sebagai keuntungan dari kenaikan harga. Keuntungan ini didapatkan investor dari penjualan kembali aset (efek/saham) yang telah diinvestasikannya.

Seorang investor saham dikatakan untung apabila harga saham saat penjualan lebih tinggi dibanding saat melakukan pembelian.

2. Dividen

Secara sederhana, dividen bisa diartikan sebagai pembagian keuntungan perusahaan. Dalam investasi saham, pembagian keuntungan melalui dividen mengacu pada pembagian laba perusahaan kepada investor berdasarkan porsi kepemilikannya.

Jumlah laba perusahaan tentu dapat diketahui melalui laporan kinerja keuangan perusahaan dalam periode tertentu.

Risiko Investasi Saham

3 Risiko Investasi Saham

Karena saham merupakan instrumen investasi yang high risk-high return, maka selain dapat memberi keuntungan, investasi saham juga bisa memberikan risiko-risiko kepada investor. Risiko-risiko yang dimaksud yakni ;

1. Capital loss

Ini merupakan pengertian terbalik dari capital gain. Investor cukup mungkin mengalami kerugian akibat penurunan harga saham yang telah diinvestasikan.

Kondisi ini terjadi ketika harga saham pada saat dijual ternyata lebih rendah ketimbang harga beli. Maka dari itu, capital loss bisa disebut juga sebagai kerugian yang dialami akibat penurunan harga.

2. Suspend

Bursa efek dapat menghentikan perdagangan sebuah saham atau diistilahkan saham suspend. Dengan demikian, investor atau pemiliknya tidak dapat melakukan aktivitas apapun termasuk menjual saham hingga status suspend-nya dicabut.

3. Likuiditas

Risiko ini terjadi apabila perusahaan yang sahamnya kamu miliki dinyatakan bangkrut oleh pengadilan sehingga kemudian dibubarkan. Secara teori, kamu selaku investor akan mendapat sisa dari aset (harta) yang dimiliki perusahaan setelah menuntaskan seluruh kewajibannya.

Cara Memiliki Saham

Setelah mengetahui beberapa hal di atas, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana caranya untuk memiliki saham?. Untuk itu, simak langkah-langkah berikut.

4 Cara Memiliki Saham

1. Buat Rekening Efek

Persiapkan dokumen pribadi untuk membuat rekening efek agar kamu bisa membeli saham. Dokumen yang wajib dilampirkan biasanya hanya salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Nomor Peserta Wajib Pajak (NPWP).

Apabila kamu adalah pelajar, atau ibu rumah tangga yang tidak memiliki NPWP, dapat melampirkan NPWP orang tua atau suami. Selain itu, lampirkan pula salinan buku rekening tabunganmu, serta persiapkan materai.

2. Pilih Perusahaan Sekuritas

Untuk membuka rekening efek, kamu harus mendatangi kantor perusahaan sekuritas atau mengunduh aplikasi perusahaan sekuritas secara online. Perusahaan sekuritas adalah pihak yang memfasilitasi kegiatan investasi atau sebagai perantara perdagangan efek. Pilihlah perusahaan yang memiliki izin usaha dan diakui oleh otoritas jasa keuangan (OJK).

3. Isi Formulir Pembukaan Rekening Efek

Langkah selanjutnya yakni mengisi formulir pembukaan rekening efek dan melengkapinya dengan dokumen yang disyaratkan.

Rekening efek ini nantinya dipergunakan untuk mencatat transaksi jual dan beli efek atau saham. Nilai aset investasimu yang berupa efek juga tercatat di rekening tersebut. Sedangkan pembayaran atau penerimaan dari setiap transaksi efek dilakukan melalui rekening dana investor (RDI), yakni rekening tabungan pribadimu di bank.

Baca Juga :  Pentingnya Investasi di Usia Muda dan Tips Invest Bagi Pemula

4. Mendepositkan Dana Investasi

Setelah rekening efek aktif dan terhubung dengan RDI milikmu, langkah selanjutnya adalah menyetorkan dana awal sebagai modal investasi. Tiap perusahaan sekuritas menetapkan besaran deposit awal yang beragam. Ada yang Rp1 Juta, Rp3 Juta, bahkan ada pula yang Rp100 ribu saja.

Kamu baru bisa membeli saham melalui bursa efek ketika proses deposit dinyatakan berhasil.

Sampai di titik ini, kamu sebenarnya sudah membuat sebuah kemajuan. Kini kamu mengetahui tentang pengertian pasar modal, bursa efek, saham dan bagaimana cara memilikinya. Meski hanya sekilas, yang terpenting adalah kamu telah memiliki bekal mengenai hal yang paling fundamental dalam dunia investasi saham.

Pada bagian selanjutnya, ada panduan berinvestasi saham, khususnya bagi kamu yang baru akan memulai. Simak terus sampai di bagian akhir artikel ini.

Strategi Investasi Saham

Sekalipun hanya berkutat pada aktivitas membeli, menunggu hingga harga naik, kemudian menjual, investasi atau trading saham tidak sesederhana apa yang tampak oleh kasat mata. Tanpa pengetahuan dan jam terbang, kamu tentu akan kesulitan meraih keuntungan yang konsisten apalagi sukses dari investasi saham. Jadi, sangat penting bagi kamu selaku investor untuk terus mengasah pengetahuan dan kemampuan.

5 Strategi Investasi Saham

Dari cara tersebut kamu akan memahami saham apa yang mesti dibeli, kapan harus membeli, dan kapan waktu yang tepat untuk menjualnya. Bagaimana cara kamu meminimalisir risiko investasi saham. Selain itu, apabila kamu adalah investor pemula, berapa banyak dana yang akan kamu belanjakan di pasar saham. Lantas berapa keuntungan yang kamu targetkan dari investasi.

Agar kamu dapat memahami strategi-strategi tersebut, maka simak dulu panduan memulai investasi saham berikut ini.

1. Investasikan Waktu Untuk Belajar

Pada bagian sebelumnya telah disinggung bahwa sampai di tahap ini kamu telah membuat kemajuan. Ya, karena kamu telah menglokasikan waktu untuk mempelajari dasar-dasar dari investasi saham.  

Literasi merupakan cara sederhana tapi efektif untuk mempelajari investasi atau trading saham. Telusuri beragam artikel tentang saham yang tersedia di Internet. Seperti artikel di website ini contohnya. 

Bergabung dengan komunitas atau forum yang membahas saham juga bisa menjadi opsi lain. Dalam forum seperti ini biasanya ada orang yang cukup ahli atau praktisi. Kamu bisa bertanya dan mendapat tambahan pengetahuan dari orang-orang seperti itu.

2. Jangan Investasikan Seluruh Modalmu

Penting untuk kamu perhatikan, bahwa pengelolaan adalah salah satu faktor kunci kesuksesan dalam investasi. Meski memiliki modal besar, kamu tentu tidak ingin menghadapi risiko di kemudian hari. Kerugian 5 persen dari Rp10 juta dengan 5 persen dari Rp100 juta tentu sangat berbeda.

Baca Juga :  Pengertian Marketer : Tugas, Tips Pemula, Contoh Kelebihan dan Kekurangan

Mulailah dengan investasi dengan nominal kecil. Beberapa perusahaan atau aplikasi sekuritas saat ini sudah cukup banyak yang menawarkan investasi saham dengan modal terjangkau.

3. Pahami Kinerja Perusahaan

Mulailah dari saham perusahaan yang memiliki kinerja bagus. Untuk itu, kamu perlu memahami industri yang dilakoninya, apakah saat ini sedang naik atau turun.  Pahami betul-betul perusahaan yang akan akan kamu beli sahamnya, dan jadikan strategi ini sebagai peganganmu sebagai investor.

4. Pilih Saham Big Caps

Big caps adalah istilah untuk saham bernilai kapitalisasi pasar besar. Istilah lain dari big caps yakni saham lapis satu atau blue chips.

6 Strategi Investasi Saham

Sedangkan definisi blue chips adalah saham dari perusahaan yang memiliki reputasi nasional dari segi kualitas. Biasanya, perusahaan yang masuk kategori ini turut memiliki kemampuan dan kehandalan operasional selain dapat memberi keuntungan dalam berbagai situasi ekonomi.

5. Saham PER Rendah

Price to Earning Ratio atau rasio PE (PER) merupakan hasil kalkulasi perbandingan harga saham suatu perusahaan dengan keuntungan tahunan perusahaan. Angka tersebut sering dijadikan sebagai acauan tingkat kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan yang dimilikinya.

Saham-saham bernilai PER rendah menjadi menarik, sebab laba per saham relatif tinggi dibanding harga sahamnya. Rumus menghitung nilai PER yakni harga pasar per saham dibagi penghasilan per saham.

Sebenarnya tidak ada patokan ambang batas nilai PE, karena itu pun masih perlu dibandingkan dengan PE dari emiten serupa. Saham dengan angka PER tinggi, tidak tertutup kemungkinan harganya bakal naik.

6. Peka Terhadap Kondisi Ekonomi Dan Politik

Ketika memiliki saham dari sebuah perusahaan, berarti kamu juga memiliki perusahaan tersebut. Perlu diketahui, bahwa dalam kondisi rill, tiap perusahaan cukup rentan terhadap kondisi perekonomian.

Kebijakan (politik) pastinya turut mententukan kondisi perekonomian yang berpengaruh pada pergerakan harga saham yang kamu miliki. Sebagai investor, kamu harus peka terhadap situasi ekonomi dan politik terkini.

Di samping poin-poin yang telah diulas di atas, tentu masih ada faktor lain yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi saham.  

Sebagai penutup artikel, satu hal penting untuk dipahami bahwa persepsi “main saham” seperti yang dikenal luas selama ini merupakan pendapat yang salah. Apalagi jika kamu berpikir menjadi investor karena mengikuti influencer, teman, publik figur, tuntutan gaya hidup sehingga terjun untuk “main saham”, maka ini juga anggapan yang salah.

Saham bukanlah sebuah permainan, apalagi adu peruntungan (perjudian). Melainkan investasi saham. Memang baik jika dapat memulai investasi saham melalui pasar modal sejak dini, akan tetapi sangatlah penting untuk membekali dirimu dengan pemahaman yang benar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here