Apa Itu Web Designer ? Pengertian, Tugas, Keahlian, Tools Software dan Tips

0
84
1 Apa Itu Web Designer Adalah Pengertian, Tugas, Keahlian, Tools Software dan Tips

Pada era saat ini penggunaan internet menjadi dasar penting bagi orang yang melakukan pekerjaan menggunakan media teknologi. Salah satu medianya yaitu web design yang merupakan sesuatu kegiatan yang terkait untuk pengembangan tampilan dan gaya suatu website beserta konten yang ada didalamnya dengan semenarik mungkin.

Apa itu Web Designer?

Orang yang melakukan kegiatan web desain dikenal dengan web designer. Secara umum web desainer adalah seorang profesional IT yang bertanggung jawab untuk merancang tata letak, tampilan visual dan kegunaan situs web. Seorang web designer harus bisa mengintegrasikan komponen dengan semua elemen terkait untuk menciptakan suatu rancangan website, salah satunya dengan merancang tampilan web yang bersifat user friendly. Dengan harapan tampilan website tersebut nantinya dapat dinikmati melalui monitor seperti handphone, komputer maupun tablet. Sederhananya Web Designer dapat diartikan lebih mudah dengan seseorang yang mendesain suatu web.

Web designer memulai pekerjaannya begitu mendapatkan suatu permintaan dari perusahaan, institusi, lembaga masyarakat maupun intansi pemerintah. Tidak hanya mementingkan estetika dari penampilan, tetapi juga memperhatikan tombol navigator, menyaring informasi untuk dimasukkan pada laman website rancangannya. Hal tersebut sangat penting untuk menciptakan situs yang mudah dimengerti oleh pengunjung dan meninggalkan bekas mendalam dipikiran pengunjung dengan sistem yang disukai mereka.

Tugas Web Designer

Seorang web designer memiliki tugas utama seperti merancang layout secara visual kemudian menyalurkan setiap ide-ide kreatifnya pada setiap elemen baik pemilihan warna, font, gambar dan lain sebagainya untuk suatu web yang akan di rancang. Oleh karena itu seorang web designer dituntut harus memiliki kreatifitas serta cerdas secara teknis, sebab kreativitas dan kecerdasan mereka yang akan digunakan untuk mendesain suatu web nantinya. Dua poin tersebut sangat berguna ketika membuat web bukan hanya untuk mudah dalam proses pengaksesan namun juga dapat menarik perhatian dari orang-orang atau pengunjung.

2 Tugas Web Designer

Pekerjaan web designer untuk mendesain suatu halaman web juga dituntut memiliki nilai estetika yang bagus. Mereka harus pandai memadukan berbagai macam warna sesuai dengan tujuan laman webite yang akan dibuat. Misalkan mereka akan membuat lama web untuk anak-anak, maka dari itu mereka harus menyesuaikan warna, font serta gambar yang mencerminkan kesukaan dari anak-anak. Disamping itu, desain struktur dan layout yang dibuat web designer tidak boleh rumit dan tentunya memberi kemudahan diakses oleh pengunjung anak-anak.

Contoh yang lain adalah pembuatan web design untuk orang profesional. Tentu saja selain mudah untuk diakses, pemilihan gambar laman dan font tidak dianjurkan meriah seperti web untuk anak-anak. Halaman web ini dianjurkan dengan pemilihan warna dan font terlihat lebih kasual dan simpel. Kemampuan tersebut yang membuat seorang web designer perlu memahami banyak hal untuk menyesuaikan web dengan calon usernya.

a. Merancang Konsep untuk Layout

Tahap pertama yang dilakukan oleh web designer yaitu membuat suatu rancangan layout untuk website. Rancangan layout tersebut nantinya akan memiliki bentuk bermacam-macam. Ada web designer yang merancang wireframe dengan cara mencoret-coret diatas kertas terlebih dahulu, ada yang hanya dengan membayangkannya saja sudah mampu untuk merealisasikannya menggunakan aplikasi edit Photoshop, dan ada juga yang langsung membuatnya di browser.

b. Merancang Layout dalam Bentuk Visual

Setelah mendapatkan gambaran rancangan yang akan dibuat, proses selanjutnya adalah merealisasikan rancangan tersebut. Seperti yang sudah disinggung pada proses sebelumnya, merealisasikan bentuk visual dari rancangan salah satunya dapat menggunakan aplikasi edit seperti Photoshop, Firework, ataupun Gimp. Pada tahap ini seorang web designer dapat memberikan ide-ide kreatifnya terkait setiap elemen yang akan ditambahkan pada website, seperti pemberian font, warna, gambar dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Pengertian Troubleshooting : Definisi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Seorang web designer tidak hanya memberikan ide kreatif secara asal berdasarkan estetikanya saja, namun dalam pemilihan setiap elemen tentunya mereka harus memiliki penjelasan yang terperinci dalam rancangannya.

c. Konversi Layout Visual ke HTML dan CSS

Proses selanjutnya yaitu untuk mengkonversi layout visual dalam bentuk HTML dan CSS sehingga nantinya dapat dijalankan dengan baik di mesin pencarian browser. Karena desain visual saja tidak cukup, maka dari itu rancangan yang telah dibuat harus dapat berfungsi dan bisa berjalan dengan baik. Proses ini dikenal juga dengan sebutan slicing, karena hampir semua desain web dibuat menggunakan Photoshop.

Web designer nantinya akan memotong-motong rancangan desain visual menjadi suatu potongan gambar-gambar. Hal ini untuk mengantisipasi kapasitas gambar yang akan digunakan tidak terlalu besar pada website yang akan dibuat, disamping itu fungsi lain pemotongan gambar agar web designer dapat menentukan bagian yang nantinya dapat dibuat dinamis juga statis.

d. Membuat Susunan Markup (HTML)

Selanjutnya adalah proses untuk mengatur tata letak suatu elemen yang telah dimasukkan ke dalam web sesuai dengan rancangan visual yang telah jadi sebelumnya. Pada proses ini web designer membutuhkan kemampuan mengetahui bahasa markup, berupa HTML (Hypertext Markup Language).

Seorang Web Designer harus mengerti tentang HTML, sebab desain yang mereka buat pada akhirnya akan terbuka pada layar monitor menggunakan web pencarian browser, sehingga mereka memiliki tanggung jawab agar desain tersebut nantinya bisa ditampilkan dengan baik pada platform tersebut. Seiring berkembangnya zaman, mesin pencarian juga semakin bertambah sehingga seorang web designer juga harus memperhatikan kompatibilitas tampilan desain mereka diberbagai mesin pencarian pilihan para pengunjung.

7 Cara Belajar Menjadi Web Designer Profesional

Markup HTML hanya memberikan penampilan yang standar bagi sebuah web, sehingga web designer memerlukan CSS (Cascading Stylesheet) untuk menambah estetika tampilan bahasa markup tersebut. Melalui CSS inilah web designer dapat mengatur elemen-elemen yang diperlukannya seperti layout, kolom, warna, font dan lain sebagainya. Proses ini sendiri memiliki tujuan akhir untuk membuat tampilan pada browser dengan format HTML dan CSS akan sama dengan desain visual dari Photoshop.

e. Memberi Efek yang Perlu di Tambahkan

Contoh efek yang perlu ditambahkan pada tampilan website yaitu seperti waktu delay sebuah slide show, tentunya para pengguna akan merasa tidak nyaman dengan waktu jeda yang lama pada tampilan pergantian slide. Selain itu ada juga istilah seperti fluid layout yang meruoakan versi mobile dari tampilan web yang dibuat. Beberapa hal kecil ini sangat penting untuk diperhatikan oleh web designer demi kenyamanan para pengguna saat website sedang dijalankan.

f. Mengecek Kode sudah Benar (Validation)

Proses validasi ini menuntut para web designer untuk memperhatikan kualitas kode yang dimasukkan. Kode bahasa HTML yang telah dimasukkan setidaknya harus divakidasi terlebih dahulu menggunakan tools semacam W3 validator, sehingga kedepannya penampilan web terhindar dari masalah gagal menampilkan desain tampilan.

g. Revisi/ Update (Version control/GIT)

Suatu website yang dibuat tentunya tidak selalu akan berakhir dengan sempurna atau terhindar dari suatu kesalahan. Ketika permasalahan tersebut datang maka tugas seorang web designer adalah membetulkan kembali desain tampilan web tersebut. Ada salah satu langkah mudah dalam bentuk collaboration antara web programmer dan web designer dimana mereka akan membentu suatu tim yang menggunakan software semacam Git, sehingga beberapa perubahan yang dilakukan oleh web designer nantinya akan di push menggunakan software tersebut. Fungsinya sendiri ketika terjadi kesalan yang memerlukan proses pengulangan nantinya tidak akan sulit mengelolanya kembali. Oleh karena itu seorang web designer juga perlu mengetahui cara pengoperasion software tersebut.

Saat desain tampilan web telah berubah menjadi sebuah template HTML dan CSS dengan lengkap beserta efek tambahan yang digunakan seperti dropdown menu dan slideshow, maka tahap selanjutnya akan dilanjutkan oleh web developer untuk diubah menjadi website dinamis yang tadinya hanya berupa beberapa halaman HTML menjadi website yang memiliki skala besar.

Baca Juga :  Pengertian Fotografer : Penjelasan Profesi, Skill, Tugas, Ruang Lingkup, Macam Jenis dan Contoh

Keahlian dan Kualifikasi Web Designer

Menjadi seorang web designer tentunya haruslah mengetahui tentang desain. Mereka dituntut untuk bisa menggunakan berbagai macam software atau biasa dikenal dengan istilah tools. Menjadi web designer bukan berarti kamu harus harus wajib memahami kode-kode program yang ada pada web, sebab fokus seorang web designer hanyalah pada rancangan tampilan sebuah web. Namun jika mengetahui tekniknya juga akan menjadi suatu keuntungan yang lebih untuk mereka.

3 Perbedaan Web Designer dan Web Developer

Seorang web designer tentunya juga harus memiliki kreatifitas, berpikiran terbuka, teliti, dapat berkomunikasi dengan baik sebab web designer tentunya bekerja dalam tim, inovatif juga tidak ragu untuk eksplore agar mendapatkan ide. Skill penting yang perlu dimiliki web designer adalah sebagai berikut:

a. HTML dan CSS

Merupakan bahasa pemrograman yang perlu diketahui untuk menjalankan sebuah website, selain itu perihal usability, standar W3C yang diperuntukkan HTML dan CSS, kompabilitas tampilan mesin pencarian yang berbeda serta responsive web design.

b. Pengolah Gambar

Web designer memerlukan keterampilan untuk mengolah gambar agar dapat menentukan tampilan dari website yang akan dibuat, yang paling dasar adalah aplikasi Corel Draw dan Adobe Photoshop

c. Animasi

Meski terdengar sepele namun seorang web designer juga harus familier dengan membuat animasi, sehingga nantinya dapat memasukkannya dalam website untuk terlihat dinamis dan estetik

Tools Web Design

Web Designer tentunya memiliki kemampuan untuk memakai beberapa software atau yang dikenal dengan sebutan tools dari awal perancangan hingga perilisan dalam proses pembuatan desainnya. Berikut adalah beberapa Tools yang sering digunakan web designer.

4 Tools Web Design

a. CMS

Pembangunan sebuah web umumnya tidaklah dikerjakan oleh satu orang saja. Jika sebagai Web Designer diminta oleh client yang tidak begitu paham untuk membuat sebuah web sendirian tanpa sebuah tim maka bisa menggunakan bantuan dengan penggunaan CMS. Alih alih membangun web dari nol dengan melakukan koding dari awal, penggunaan cms justru lebih efektif bagi seorang web desainer yang harus melakukan pekerjaan solo. Karena dengan CMS seorang Web Designer hanya tinggal meneruskan memodifikasi tampilan web sesuai dengan permintaan client.

Salah satu CMS yang paling populer untuk membangun website saat ini adalah WordPress. WordPress memiliki banyak keunggulan yang bisa dimanfaatkan oleh pemula dalam mendesain suatu website. WordPress sendiri menyediakan ribuan tema yang bisa di instal, edit serta mengoptimalkan tema sesuai dengan selera dan kebutuhan dari penggunanya. Selain itu untuk menambahkan fitur lainnya tidak perlu melakukan koding dari awal, karena pada cms wordpress sudah tersedia banyak plugin yang mungkin sesuai dengan fitur yang diinginkan oleh client. Oleh karena itu WordPress dikenal dengan sebutan CMS yang mudah digunakan untuk pemula dan menjadi salah satu tools terbaik.

b. Dreamwaever

Salah satu software dari Adobe ini juga sering digunakan oleh web designer. Tools dreamwaver bisa membantu seorang web designer untuk bekerja dengan lebih efisien. Menariknya tools ini dapat memungkinkan untuk sistem kolaborasi sehingga anggota tim yang lain dapat melihat hasil pekerjaan anda. Selain itu tools dreamwaver memiliki fitur seperti responsive design yang membantu web designer untuk membuat desain yang terbilang responsive. Ada juga fitur Higlight Syntax, Live View, dan Code Hinting yang memudahkan seorang web designer yang membuat website dengan HTML bisa langsung mendapat source code yang dibutuhkannya.

c. Adobe Photoshop

Adobe Photoshop menjadi salah satu tools yang paling banyak digunakan oleh designer dan tidak diragukan lagi kegunaannya. Photoshop menawarkan banyak pilihan warna gradien yang bisa digunakan oleh web designer untuk menciptakan tampilan desain yang unik dan menarik.

Baca Juga :  Pengertian Translator : Profesi, Tugas, Macam Jenis, Penghasilan dan Keahlian

Selain itu tools Photoshop juga memberikan panel design yang sangat lengkap, contohnya seperti layer mask, drawing tool, sistem grid, scripting tools dan lain sebagainya yang selanjutnya dapat diubah formatnya menjadi CSS sehingga web designer dapat mendesain suatu website lebih cepat dan menarik.

d. Invision Studio

Tools Invision Studio sendiri menwarkan fitur yang mempermudah web designer untuk melakukan perancangan website, seperti fitur UI Library, drawing tools, Review, Navigation Panel, Comment, dan Sharing Tools. Berdasarkan hal tersebut web designer dapat dengan mudah untuk merancang layout, animasi, membuat unique graphic, tabel, font tulisan dan elemen penting lainnya. Beberapa tools didalamnya juga bisa untuk mengubah font, gaya paragraf hingga mampu untuk mengubah layer langsung dalam bentuk CSS.

Tools ini juga memungkinkan untuk dapat menginport foto dan langsung mengeditnya, sehingga desain selanjutnya bisa di eksport dalam bentuk kode bahasa yang ditampilkan pada halaman website yang dibuat. Invision Studio menyediakan fitur seperti prototyping yang membantu seorang web designer agar bisa berkolaborasi dengan tim yang lain, yang memudahkan mereka saling memberikan komentar langsung mengenai desain yang sedang dibuat.

e. Sketch

Bagi para pengguna OS Mac tentunya sudah tidak asing lagi dengan software yang satu ini. Sketch menjadi salah satu tools terbaik untuk membuat desain interface website. Tools ini menyediakan fitur UI Library, yang dapat menyimpan berbagai elemen desain yang web designer buat, karena sangat penting untuk seorang web designer yang membuat desain secara konsisten. Selain itu tools sketch juga memiliki fitur built-in exporting yang memudahkan web designer untuk bisa mengekspor desainnya menjadi berbagai macam format yang diinginkan.

Elemen Desain yang perlu dihindari Web Designer

Ada beberapa elemen desain yang perlu diperhatikan oleh seorang web designer, sehingga nantinya menjadi web yang lebih efisien dan tidak disukai oleh para pengunjung, diantaranya adalah sebagai berikut.

6 Keahlian dan Kualifikasi Web Designer

a. Link dan tombol tidak jelas

Pengunjung biasanya ingin sesuatu yang bersifat instan, mudah ditemui, dan mudah juga pengerjaannya. Oleh karena itu mereka tidak akan mencari tautan maupun tombol melainkan mereka akan lebih memilih gambar cepat terlihat dan teks singkat yang membawa mereka menuju halaman baru yang diinginkan

b. Gambar yang mengganggu

Beberapa desain website yang dibuat ada yang menerapkan hal ini. Website yang memiliki latar belakang dan gambar yang mengganggu akan membuat pengunjung tidak merasa nyaman. Menggunakan latar belakang tentunya menjadi suatu hal yang bagus, namun dalam kasus kebanyakan akan membuat pengunjung tidak fokus dalam informasi yang diberikan oleh website tersebut, sehingga memerlukan konsentrasi yang tinggi untuk membaca informasi yang ada didalam website.

c. Elemen rumit seperti animasi

Zaman dahulu pernah ngetrend fitur seperti kursor pengguna yang dapat diubah, kemudian gambar animasi gift yang dapat bergerak, serta fitur bintang-bintang berjatuhan. Namun seiring berjalannyaa waktu para pengunjung tidak lagi tertarik dengan hal itu dan menjadi sedikit gangguan, terlebih lagi jika pengguna masuk dari handphone, hal itu hanya kan memberatkan respon dari website.

d. Desain tidak responsif

Website tidak hanya diperuntukkan kepada layar monitor komputer saja, bahkan saat ini lebih banyak pengunjung yang mengakses lewat handphone dan tablet mereka. Hal itu membuat seorang web designer harus menyesuaikan bentuk desain berbagai macam layar gadget yang digunakan oleh pengunjung.

e. Foto yang tidak relevan

Biasanya ada beberapa orang yang mengelola website mereka dengan memasukkan gambar-gambar yang bertujuan untuk membuat pengunjung tidak bosan mengunjunginya. Namun, hal itu sebenarnya tidak perlu, terlebih lagi dengan foto-foto yang tidak ada sangkut pautnya dengan informasi yang disediakan oleh web tersebut.

Source Refrence Artikel :

https://glints.com/id/lowongan/karier-web-designer/#.YGh8TOgzaMo
https://campus.quipper.com/careers/perancang-web-designer
https://www.niagahoster.co.id/blog/web-designer/
https://www.niagahoster.co.id/blog/desain-web/
https://www.teorikomputer.com/2016/08/pengertian-web-designer-dan-syarat.html
http://www.lsp-telematika.or.id/blog/halaman/post/perbedaan-antara-web-designer-web-developer-dan-web-master.html
https://www.garuda.website/blog/apa-itu-web-design/
http://www.tutorial-webdesign.com/tugas-pekerjaan-seorang-web-designer/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here