Web Developer : Pengertian, Profesi, Macam Jenis, Gaji, Tugas, Skill dan Tips

0
261
Tips Tutorial Langkah Cara menjadi Programmer Dengan Mudah Dan Cepat

Pengertian Web Developer

Apa Itu Web Developer?

Secara umum definisi Web developer yaitu seseorang yang bekerja sebagai pengembang website untuk melakukan perancangan, membuat serta memelihara suatu situs web. Web developer sendiri bisa dikatakan sebagai orang yang mengembangkan dan merupakan seseorang yang berhubungan dengan pembuatan suatu web.

Web developer juga biasanya dikenal sebagai programmer yang akan membuat aplikasi serta program untuk dimasukkan ke world wide web. Biasanya seorang web developer akan tahu bagaimana cara untuk membuat sebuah website dari awal, cara untuk membuat kode custom yang memang jika diperlukan sebuah fitur khusus pada suatu website, dan tahu bagaimana cara mengembangkan semua layout website hingga fungsi dari website itu sendiri.

Sederhananya, pekerjaan web developer ini sendiri bisa dikatakan sebagai orang yang bertanggung jawab dalam menciptakan dan mengelola suatu website.

Profesi ini cukup banyak dipekerjakan oleh berbagai perusahaan yang memang bergelut didalam bidang perangkat lunak, IT, maupun bagian konsultasi komputer. Selain itu ada juga beberapa web developer yang memilih bekerja sebagai seorang freelancer, sehingga tidak memiliki keterikatan dengan perusahaan, namun memiliki kontrak dengan client.

Seorang web developer sendiri memiliki fokus utama untuk bisa selalu menciptakan suatu aplikasi serta layanan website yang bersifat konsisten juga efisien. Seorang pengembang website akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh kliennya.

Pada umumnya pekerjaan web developer terbagi menjadi tiga, yaitu back end web, front end web, dan full stack web. Sebelum kamu melamar untuk mendapatkan pekerjaan sebagai web developer tentunya kamu harus mengetahui apa saja tugas maupun tanggung jawab pekerjaan ini.

Jenis-Jenis Web Developer

Sebelumnya telah diketahui bahwa pekerjaan sebagai pengembang website atau web-developer sendiri terbagi atas tiga, yaitu back end, front end, dan full stack developer. Berikut ini perbedaan dan tugas dari ketiganya.

1. Back End Web Developer

Jenis pekerjaan back end web developer merupakan seseorang yang memiliki tugas untuk mengelola bagian dari segi sisi dalam website misalnya server, aplikasi serta database. Seorang yang sebagai back end developer biasanya akan memiliki tugas seperti melakukan proses penyimpanan data pengguna, memproses form untuk pendaftaran, melakukan perhitungan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seorang yang bekerja sebagai back end developer wajib untuk menguasai beberapa bahasa pemrograman seperti Python, PHP, SQL, NodeJS, Ruby serta beberapa bahasa pemrograman lainnya yang sangat dibutuhkan.

PHP atau Hypertext Preprocessor adalah suatu bahasa pemrograman untuk back end yang digunakan oleh kurang lebih 82.3% website yang tengah menggunakan teknologi seperti back end. Kalau kamu sering melihat login formulir, nah login formulir ini dibuat dengan menggunakan PHP. Ketika kamu memasukkan informasi untuk login, maka PHP sendiri akan mempelajari dan mengecek pada database apakah informasi yang kamu masukkan telah benar atau tidak. Jika telah benar, maka kamu dapat masuk ke akun ataupun dashboard.

Phyton merupakan suatu bahasa pemrograman yang bisa melakukan eksekusi untuk sejumlah intsruksi yang bersifat multiguna secara langsung dengan metode yang orientasi pada objek. Bahasa pemrograman phyton sendiri sering kali digunakan sebagai bahasa pemrograman back end yang ada diluar negeri, terutama Negara Amerika. Saat ini Negara Indonesia juga sudah mulai banyak yang menggunakan bahasa pemrograman Phyton untuk proses back end.

NodeJS, merupakan salah satu perangkat lunak yang sengaja didesain untuk mengembangkan aplikasi yang berbasis website dalam segi sisi back end. NodeJS juga dikenal sebagai dasar dari Javascript, sehingga memiliki syntax yang sama seperti Javascript. Sebelum mulai digunakan untuk back end, perangkat NodeJS sebelumnya hanya digunakan untuk proses front end saja.

Baca Juga :  Pengertian Token : Macam Jenis, Penggunaan, dan Contohnya

SQL atau Structured Query Language merupakan suatu kumpulan perintah khusus yang diperuntukkan supaya dapat mengakses data yang ada didalam database relasional. SQL sendiri merupakan salah satu teknologi untuk melakukan proses penyimpanan data yang sangat populer. SQL juga berfungsi untuk melakukan filter, menghapus, menambahkan hingga menggabungkan suatu informasi. Kamu bisa menganggap database sebagai ruang penyimpanan, walaupun memiliki ruangan yang besar dan seorang karyawan yang menjaganya. Akan tetapi karyawan tersebut hanya bisa berbicara dengan bahasa SQL, sehingga untuk memintanya melakukan suatu instruksi haruslah menggunakan bahasa SQL.

Kalau kamu sudah pernah melihat job desc seorang back end developer sebelumnya, pastinya sudah familier dengan fokus seperti framework PHP misalnya seperti Symfony, CakePHP, Zend. Selain itu juga pengalaman untuk control software seperti CVS, Git, maupaun SVN serta Linux yang paling banyak digunakan.

Seorang back end developer biasanya akan menggunakan tools tersebut agar bisa berkontribusi pada aplikasi website dengan kode yang bersih, terdokumentasi, dan portable. Namun sebelum seorang back end developer menulis kode-kode tersebut, mereka masih harus berkolaborasi atau bekerja sama dengan tim yang lain untuk mengetahui tujuan pembuatan website tersebut. Sehingga nantinya mereka bisa menyusun semua keperluan teknis yang dibutuhkan serta bisa memberikan solusi yang efisien dan efektif untuk teknologinya.

Kalau kamu mengunjungi website adammuiz.com, maka server dari adammuiz.com nantinya akan mengirimkan informasinya ke perangkatmu. Sehingga kamu bisa melihat tampilan halaman dari web adammuiz.com proses tersebut merupakan hasil dari pekerjaan dari seorang back end developer.

2. Front End Web Developer

Jenis pekerjaan front end web developer merupakan seorang pengembang web yang memiliki tugas untuk melakukan proses desain serta membangun antar muka suatu website. Front end developer memiliki peran untuk membangun bagian dari interface dari segi sisi user. Oleh karena itu seorang front end developer harus menguasai beberapa bahasa pemrograman seperti HTML, CSS dan Javascript.

HTML atau Hypertext Markup Language adalah suatu bahasa suatu script atau dikenal dengan markup yang memiliki fungsi untuk membangun maupun menyusun bentuk struktur didalam suatu website. HTML dapat dibilang sebagai bentuk level terbawah untuk teknologi front end yang menjadi dasar bagian styling.

CSS atau Cascading Style Sheets sering kali juga disebut sebagai pelengkap dari HTML. Dimana jika HTML menjadi dasar sebuah styling maka Framework CSS yang nantinya akan menjadi penyempurna dari layout atau bentuk tampilan suatu website.

Javascript merupakan salah satu bahasa pemrograman yang juga wajib untuk dikuasai oleh seorang yang bekerja sebagai pengembang suatu website. Javascript sendiri memiliki fungsi untuk membuat suatu website menjadi lebih aktif maupun bersifat interaktif, bahasa sederhananya utnuk membuat website terlihat lebih berfungsi. HTML, CSS, maupun Javascript sendiri saling memiliki keterikatan dimana HTML dapat dikatakan sebagai rangkanya, CSS dapat dikatakan sebagai antarmuka, serta dengan dukungan dari Javascript yang akan membuat website lebih bersifat fungsional. Misalnya terdapat tombol retweet pada Twitter dan like pada Facebook, Javascript nantinya akan menghadirkan representasi visual untuk user juga akan meembantu web developer supaya mencatat apa yang telah di kli oleh pengguna atau user.

Ketika kamu membuka suatu website, maka kamu akan disuguhkan oleh tampilan seperti warna, tulisan, slider hingga menu dropdown yang semuanya diatur oleh bahasa pemrograman diatas. Selain menguasai bahasa-bahasa pemrograman tersebut, seorang front end developer juga harus tahu mengenai framework seperti Backbone, EmberJS, Bootsrap dan AngularJS yang akan memudahkan mereka untuk memberikan kepastian bahwa nantinya konten akan selalu terlihat bagus disemua perangkat atau mobile friendly.

Selain itu seorang front end developer juga harus mengerti tentang library misalnya seperti LESS juga jQuery yang bisa membuat satu kode sehingga dapat digunakan dengan lebih optimal dan efisien. Kalau kamu pernah melihat deksripsi pekerjaan seorang front end developer, maka tak jarang juga banyak yang meminta pengalaman mereka dengan Ajax, yang merupakan suatu teknik yang digunakan untuk Javascript sehingga halaman suatu website dapat dimuat.

Baca Juga :  Lowongan Freelance Online di Indonesia

Seorang front end developer sudah biasa untuk bekerja sama dengan seorang designer untuk proses pembuatan mockups dari development atau suatu pengembangan hingga terciptanya suatu website. Front end developer juga harus bisa dengan ahli mengidentifikasi permasalahan yang ada pada user experience serta memberikan rekomendasi dan solusi selama proses pembuatan desain sehingga tidak terjadi masalah yang sama.

Bukan hanya itu seorang front end developer juga terbiasa untuk bekerja dengan tim yang lain untuk lebih memahami tentang kebutuhan, tujuan  serta kesempatan yang ingin didapatkan dari bisnis website tersebut. Hal tersebut tentunya sangat berguna selama proses pembuatan website yang nantinya dapat memenuhi kebutuhan dan tujuan pembuatan website tersebut.

Pekerjaan front end developer sendiri dapat dikatakan untuk bertanggung jawab untuk semua desain yang telah dibangun oleh back end developer. Sehingga kebanyakan orang yang bekerja menjadi front end developer adalah orang yang memiliki kreatifitas yang tinggi.

Saat kamu mengujungi halaman utama suatu website, itu semua merupakan hasil pekerjaanya bidang ini. Designer nantinya akan membuat logo serta berbagai macam ilustrasi juga graphic yang sesuai dengan konsep website tersebut yang selanjutkan front end developer akan bertugas menyatukan semua elemen pada website tersebut dengan berbagai bahasa pemrograman.  

3. Fullstack Web Developer

Jenis pekerjaan Fullstack Web Developer merupakan suatu pekerjaan yang memiliki tugas untuk membuat sisi luar juga dalam suatu website. Sehingga untuk menjadi seorang Fullstack Web Developer tentunya haruslah bisa menguasai bidang Back end dan Front end Developer. NodeJS, merupakan salah satu perangkat lunak yang sengaja didesain untuk mengembangkan aplikasi yang berbasis website membuat pekerjaan seorang Fullstack developer menjadi lebih mudah. Melalui survey yang dilakukan oleh Stackoverlow memberitahukan bahwa Javascript menjadi yang paling banyak digunakan oleh back end, front end, dan fullstack developer.

Peran fullstack developer sendiri pertama kali diperkenalkan oleh suatu departemen engineering Facebook pada tahun 2010. Sederhananya fullstack developer merupakan seorang yang bekerja dengan cara cross functional, mereka mahir dalam back end juga front end developer. Biasanya fullstack developer bekerja seperti sistem back end developer yaitu dalam bidang server website. Akan tetapi fullstack developer juga sangat fasih menggunakan bahasa front end developer yang mengatur tampilan suatu website.

Walaupun bekerja tergantung pada proyek, fullstack developer juga perlu untuk memiliki pengetahuan tentang cara kerja suatu website. Misalnya mereka harus bisa mengatur juga mengkonfigurasi server untuk Linux, menggunakan Javascript untuk kebutuhan front end, menulis API server-side serta menggunakan CSS yang digunakan untuk proses desain suatu website. Pada umumnya seorang fullstack developer akan bertanggung jawab terhadap semua experience pengguna suatu website, mulai dari tampilannya hingga waktu loadingnya.

Baca Juga :  Pengertian Instagram : Sejarah, Fitur, Kelebihan, Cara Menggunakan, Fungsi dan Cara Download

Tugas Seorang Web Developer

1. Membuat Situs

Pada umumnya tugas seorang web developer sendiri yaitu untuk membangun suatu situs website.

2. Membuat Rencana Proses Pembuatan Situs

Proses pembuatan rencana situs website ini untuk dapat mengetahui apa saja instruksi yang terdapat didalamnya. Hal ini juga dilakukan untuk menimbang setiap bobot halaman didalam setiap instruksi supaya tidak menimbulkan permasalahan nantinya. Nantinya rencana yang telah dibuat akan diserahkan pada seluruh kru yang ada didalam tim.  Sehingga dalam proses pembagian tugas bisa dilakukan sesuai dengan dasar kemampuan masing-masing personal. Selain itu, waktu peengerjaan juga menjadi suatu hal penting untuk ikut dipertimbangkan.

3. Melakukan Uji Pada Situs

Ketika telah dilakukan proses peluncuran, maka umumnya tes tersebut akan dilakukan oleh tim dari quality assurance. Namun tidak jarang juga proses pengetesan tersebut dilakukan oleh orang-orang dari bagian web developer. Proses pengecekan sendiri dilakukan supaya bisa mengetahui tentang masalah ketika proses penggunaan website yang diluncurkan. Pada beberapa perusahaan, proses pengecekan sendiri selalu rutin untuk dilakukan oleh banyak orang, sehingga masalahnya juga dapat ditemukan dengan lebih cepat. 

4. Membuat Dan Menguji API

API merupakan suatu protokol komunikasi antara berbagai macam bagian yang dimaksudkan untuk membuat sederhana implementasi serta pemeliharaan pada perangkat lunak. API sendiri digunakan untuk menjadi perpustakaan sebuah situs yang akan dibangun. Setelah proses pembuatan Api akan langsung dilakukan dokumentasi. Hal ini sendiri karena API sangatlah penting untuk proses pengembangan dan pemeliharaan suatu situs website.

5. Bertanggung Jawab Dan Membuat Dokumentasi

Proses dokumentasi sendiri sangat wajib dilakukan, sebab dokuemntasi sangat membantu proses pelacakan semua aspek serta meningkatkan kualitas suatu situs website. Proses ini tentunya memiliki fokus utama yaitu untuk pengembangan, pemeliharaan serta alat untuk transfer ilmu kepada orang lain.

Skill Yang Diperlukan Oleh Web Developer

  1. Wawasan Yang Luar Biasa
  2. Ahli Dan Teliti Dalam Memecahkan Masalah
  3. Mampu Bekerja Sama Dengan Tim Dan Bertanggung Jawab
  4. Memiliki Kemampuan Komunikasi Dan Multitasking

Gaji Web Developer

Gaji seorang web developer sendiri sebenarnya tergantung posisi, lokasi pekerjaan, serta perusahaan tempatnya bekerja. Gaji seorang web developer di Negara Indonesia untuk bagian Front end developer bisa mencapai Rp 90 Juta per tahunnya. Sementara untuk gaji bagian Back end dan Fullstack developer bisa mencapai Rp100 Juta per tahunnya. Ada juga menurut situs lowongan kerja web developer, gaji rata-ratanya dalam sebulan dapat mencapai kisaran 5 hingga 12 juta.

Menurut Neuvoo.ca sendiri rata-rata gaji web developer di Negara Amerika bisa mencapai $63,254 per tahun atau jika dihitung per bulannya bisa mendapatkan $5,2711, dan sekitar $32 per jamnya. Jika dirupiahkan, maka setidaknya dalam sejam mereka akan mendapatkan penghasilan sekitar Rp 448.000. tentunya sangat menggiurkan bukan?

Tips Menjadi Web Developer

  1. Mencari Tahu Peluang Karir
  2. Memilih Spesialisasi Yang Tepat
  3. Mengikuti Boot Camp Coding
  4. Membuat Portofolio Offline Dan Online
  5. Memperluas Wawasan
  6. Mempelajari Berbagai Macam Pertanyaan Interview Untuk Programmer
  7. Mengikuti Sertifikasi Untuk Mendapatkan Kualifikasi
  8. Memperbanyak Pengalaman
  9. Meningkatkan Kemampuan
  10. Memperluas Jaringan Koneksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here