32 C
Semarang
Wednesday, October 27, 2021
HomeBisnisPengertian Marketer : Tugas, Tips Pemula, Contoh Kelebihan dan Kekurangan

Ternak Uang

Pengertian Marketer : Tugas, Tips Pemula, Contoh Kelebihan dan Kekurangan

Setiap orang yang bergelut dalam bidang usaha apapun pasti sudah sangat familier dengan istilah yang satu ini. Marketer merupakan suatu individu maupun kelompok yang menjual barang dan jasa kepada pasar. Ada juga pengertian yang menjelaskan bahwa marketer merupakan subjek yang melakukan aktivitas proses pembuatan, proses komunikasi untuk penyampaian dan pertukaran dari nilai atas suatu barang dan jasa kepada para konsumennya seperti, partner, masyarakat umum maupun klien.

Apa Itu Marketer?

Sederhananya marketer merupakan seorang yang beraktivitas dalam bisnis marketing atau pemasaran. Marketer memiliki tugas untuk membantu proses pemasaran suatu produk agar lebih dikenal oleh orang banyak sehingga dapat mencapai target yang diharapkan perusahaan. Marketer biasanya akan berafiliasi dengan para produsen dan membantu memasarkan produk secara online. Oleh karenanya marketer dapat berupa seorang penulis konten, reviewer, buzzer sosial media hingga seorang blogger. Sebab melakukan promosi merupakan tugas dari seorang marketer. Sehingga seorang marketer harus memiliki koneksi yang luas dan ide yang kreatif serta unik supaya dapat melakukan terobosan baru dibidang marketing.

Kegiatan marketing sendiri merupakan proses yang dilakukan oleh seseorang untuk memasarkan produknya secara langsung dengan cara melakukan interaksi dengan calon konsumennya. Ada juga kegiatan marketing yang hanya memasarkan produknya melalui situs online bahkan hanya via telpon. Tanpa kegiatan marketing atau pemasaran, maka suatu perusahaan tidak akan bisa mencapai target yang telah diharapkan mereka. Pada umumnya marketer menggunakan suatu alat pendukung dalam memasarkan produk yang ditawarkannya sehingga proses marketing dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan perkiraan yang telah diperhitungkan.

Perbedaan Marketer dan Reseller

Dalam kegiatan marketing tentunya tidak asing lagi pada istilah marketer dan reseller yang hampir memiliki pekerjaan yang sama. Baik keduanya juga tidak memiliki sistem yang rumit serta tidak mengharuskan pekerjanya untuk memiliki produk tersendiri. Marketer dan reseller sama-sama memiliki pekerjaan yang menjual atau menawarkan produk dan jasa miliki orang lain dan nantinya mendapatkan komisi sesuai dengan target yang mereka capai.

Perbedaan Marketer dan Reseller

Namun kedua pekerjaan ini tentunya memiliki perbedaan, seperti dalam proses menjual suatu produk dan jasa milik orang lain untuk sistem marketer tidak diharuskan untuk memiliki produk dan jasa tersebut terlebih dahulu. Sehingga hal itu membuat marketer tidak perlu untuk mengeluarkan uang modal.

Sementara untuk seorang reseller, pada umumnya memiliki syarat untuk membeli dan memakai jasa dari produk yang akan dipasarkannya terlebih dahulu, sehingga harus mengeluarkan modal terlebih dahulu sesuai dengan kesepakatan stock dari pihak perusahaannya.

Akan tetapi meskipun marketer tidak mengeluarkan banyak modal diawal kesepatakannya, tentunya komisi pendapatan yang akan dimiliki juga tidak sebesar seorang reseller. Umumnya marketer hanya mendapatkan komisi dengan kisaran antara 20-50%. Namun semuanya tergantung kembali dengan kesepakatan dengan perusahaan.

Tugas Marketer Perusahaan

Seorang marketer yang aktif dalam media digital tentunya memiliki tugas utama untuk melakukan proses penjualan atau marketing, mendapatkan konsumen, melakukan sales, serta brand awareness terhadap produk dan jasa yang ditawarkan.

Tugas Marketer Perusahaan

Selain itu marketer juga memiliki tugas untuk mengelola semua media digital yang akan digunakannya dalam mempromosikan poduk dan jasa. Media digital yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Website Marketing

Website marketing sendiri memberikan kemampuan marketer untuk mendatangkan banyak visitor. Mereka dapat memebrikan sugesti kepada calon pembeli dengan desain, tampilan, navigasi, landing page dan copywriting untuk dapat menarik perhatian para pengunjung situs website tersebut.

b. SEO (Search Engine Optimization)

Dengan kata lain SEO (Search Engine Optimization) dapat memebrikan peluang bagi marketer untuk mendatangkan banyak pengunjung yang dapat berubah menjadi pembeli. Sebab SEO memberikan tujuan untuk memudahkan suatu situs website menaiki peringkat mesin pencarian. Sehingga marketer bisa mendapatkan calon pembeli dari sekian banyak visitor di situs halaman websitenya.

c. SEM (Search Engine Marketing)

Selain SEO (Search Engine Optimization), pengelolaan SEM (Search Engine Marketing) merupakan salah satu cara yang cukup mudah untuk muncul di peringkat atas mesin pencarian browser agar bisa mendapatkan banyak visitor dan calom pembelinya.

Sistem SEM (Search Engine Marketing) sendiri mengharuskan marketer untuk membayar ke Google Ads dengan pengaturan biaya per klik sesuai harga kata kunci yang tentunya sangat bervariasi kisaran harga tawaran murah dan juga mahal sesuai dengan tingkat kompetisinya.

Tentu saja sistem ini tidak boleh dilakukan oleh marketer yang belum berpengalaman, sehingga hanya yang memiliki sertifikat Google partner saja yang boleh memakai sistem ini. Hal ini karena biaya yang dikeluarkan bukan dalam jumlah yang sedikit, namun hasil yang didapatkan juga terbilang cukup setara dengan keinginan ketika mengambil iklan.

d. SMM (Social Media Marketing)

Sebelumnya setelah menggunakan Google Ads, kini kita beralih ke iklan sosial media. Mungkin kita sudah sering mendengar Facebook Ads, Instagram Ads, dan Youtube Ads. Hal ini tentunya berbeda dengan memposting postingan di feed sosial media.

Sistem ini sendiri dinilai cukup strategi dalam menggunakan sosial media, sebab dinilai bagus untuk membangun brand awareness produk dan jasa yang mereka pasarkan. Sistemnya hampir sama dengan mesin pencarian, semakin tinggi traffic yang didapatkan maka semakin tinggi juga kesempatan untuk mendapatkan pembeli dari hasil Ads tersebut.

e. Mengelola Display Advertiser

Selain iklan google dan media sosial lain, ada juga yang dikenal dengan istilah Display Advertiser. Display Advertiser sendiri sudah sering dilihat ketika membuka website yang terkenal. Seperti banner iklan yang muncul pada halaman website Kompas atau Detik.com, tentunya dikerjakan oleh seorang digital marketer.

Sistem ini sendiri memiliki tujuan yang tidak jauh dari menarik perhatian para pengunjung terhadap produk dan brand bisnis yang ditawarkan oleh mereka. Iklan display yang seperti ini selalu dapat menjadi andalan setiap perusahaan besar untuk membangun branding dan awareness suatu produk dan jasa yang mereka pasarkan.

f. Membangun Strategi Funneling Marketing

Seorang marketer memiliki tugas untuk membangun strategi funneling suatu marketing. Jika dikatakan teknik SEO, SEM, dan SMM memiliki tujuan untuk menarik visitor sebanyak-banyaknya sehingga dapat memberikan prospek yang besar juga merupakan istilah dari lead generation. Maka selanjutnya ada teknik Interest, Decision, dan Action.

Interest sendiri bergelut dalam tugas bidang situs halaman website, newslater email, dan landung page. Dimana mereka akan memikirkan cara untuk visitor supaya dapat melakukan contact untuk order produk atau jasa yang mereka pasarkan.

Selanjutnya ada decision, dimana tahap ini merupakan proses follow up customer atau klien yang dilakukan oleh telemarketing. Ada juga beberapa owner dari produsen yang melakukan komunikasi sendiri dengan kliennya.

Terakhir ada action, yang menjadi final rancangan strategi marketer. Pada proses ini calon pembeli atau customer sudah ingin melakukan pemesanan terhadap produk dan jasa yang mereka pasarkan.

Kelebihan Marketer

Kelebihan Marketer

a. Tidak memerlukan modal

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, seorang marketer tidak harus mengeluarkan modal seperti yang dilakukan oleh seorang reseller sehingga bersifat lebih hemat pengeluaran.

b. Tidak perlu melakukan stok barang

Tidak seperti seorang reseller yang memiliki target stok barang yang harus diambil, seorang marketer malah bersifat lebih santai tanpa ada banyak persyaratan.

c. Tidak membutuhkan tempat kerja

Marketer hanya memerlukan sosial media untuk memantau proses penawaran produk dan jasanya, sehingga bersifat lebih fleksibel dalam menerima dan juga memesankan produk serta jasa seseorang. Oleh karena itu marketer tidak memerlukan toko untuk melakukan pekerjaannya.

d. Mendapat keuntungan bersih

Seorang marketer akan mendapatkan keuntungan bersih dari hasil mempromosikan produk maupaun jasa dari supplier/ produsen. Mereka tidak melakukan pemotongan biaya-biaya seperti pajak dan lain semacamnya. Mereka mendapatkan komisi sesuai dengan kesepakatan yang telah diajukan kedua belah pihak.

e. Tidak perlu pusing jika barang tidak habis/tidak laku

Tugas seorang marketer hanyalah mempromosikan ataupun memasarkan produk dan jasa dari supplier dan produsen. Mereka tidak memiliki targer pencapaian apapun, sehingga tidak perlu pusing ketika barang maupun jasa yang mereka pasarkan tidak habis ataupun tidak laku dipasaran.

f. Menjual produk tanpa memikirkan gaji karyawan dan proses produksi

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya marketer memiliki tugas utama menjual produk dari supplier atau produsen, mereka hanya bekerja individu sehingga tidak perlu memikirkan gaji untuk karyawan produksi dan pengeluaran dari proses produksi yang dilakukan oleh produsennya.

g. Tidak repot untuk proses pengemasan barang

Sistem pekerjaan dari marketer yaitu menjadi penghubung antara calon pembeli dengan produsennya. Ketika mendapatkan calon pembeli maka mereka akan menghubungkannya dengan supplier atau produsen untuk langkah proses transaksi pembayarannya. Proses pengepakan dan pengiriman barang atau jasa pun sepenuhnya menjadi kontrol penuh oleh si produsen, sehingga seorang marketer tidak repot-repot lagi untuk melakukan proses pengepakan dan pengiriman kepada pembeli.

Kekurangan Marketer

Kekurangan Marketer

a. Perlu berhati-hati ketika memilih produsen/supplier

Pekerjaan yang terlihat mudah dan banyak diminati ini sering kali menjadi bahan kejahatan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bukan hanya sekali atau dua kali, namun sudah berkali-kali seseorang mengaku sebagai produsen dan memerlukan orang sebagai marketer produk yang dipasarkannya. Namun akhirnya itu hanya bentuk iseng penipuan belaka. Hal ini tentu menjadi bentuk kekhawatiran besar untuk seseorang yang baru ingin memulai karirnya sebagai seorang marketer.

b. Memilih produsen/supplier yang bisa memberikan kepastian

Masih ada sangkut pautnya dengan poin yang sebelumnya, seorang marketer tentunya harus memilih produsen yang juga bisa memberikannya kepastian. Sebagai contoh ketika pembeli sudah memiliki niat untuk membeli suatu produk, namun ternyata supplier ataupun produsen tersebut memiliki sifat yang sangat slow respon. Tentunya hal ini akan membuat calon pembeli merasa tidak nyaman dan memilih untuk membeli di tempat yang lain.

c. Memilih produsen/supplier untuk memberikan bayaran hak penghasilannya.

Setelah mendapatkan supplier atau produsen yang serius dan juga fast respon dalam pengerjaannya, tentunya untuk tips yang terakhir harus lebih diperhatikan oleh seorang marketer. Ketika usahanya sudah memberikan supplier atau produsen tersebut banyak pembeli, akan tetapi giliran ditanya tentang hak penghasilan malah tidak merespon dengan baik. Hal ini tentunya membuat rugi marketer, baik raga dan juga mentalnya ibarat sudah bekerja namun tidak dibayar dengan baik.

Tips Menjadi Marketer Bagi Pemula

Maraknya situs dan media sosial online pada zaman ini menjadi suatu bisnis yang menggiurkan. Banyak influencer seperti reviewer, blogger dan buzzer sosial media yang dapat memiliki pendapatan kisaran belasan hingga puluhan juta setiap melakukan pemostingan tweet, artikel, foto maupun video.

Seorang marketer memiliki sistem kerja yang tidak memerlukan modal untuk menjalankannya. Mereka hanya memasarkan produk dan memosting foto yang diberikan oleh produsen untuk para calon konsumennya. Marketer sendiri akan mendapatkan keuntungan berdasarkan selisih harga yang telah ditetapkan oleh produsen sebelumnya dengan selisih harga jualnya.

Ketika mendapatkan customer, maka seorang marketer akan memberitahukan kepada supplier atau dikenal dengan istilah produsen bahwa ada yang melakukan proses pemesanan dan selanjutnya menginstruksikan calon pembeli untuk melakukan transaksi kepada supplier. Kemudian nantinya produsen atau supplier akan mengirimkan langsung barang yang dipesan oleh pembeli dengan catatan identitas pengirim adalah milik produsen itu sendiri, hal ini dikarena marketer hanya seorang perantara atau penghubung diantara keduanya.

Tips Menjadi Marketer Bagi Pemula

Seorang marketer pemula harus memperhatikan beberapa hal sebelum memulai karirnya. Mereka harus memiliki niat yang kuat dari dalam hati untuk melakukan perdagangan. Selain itu untuk menjadi marketer haruslah menghilangkan rasa malu, sebab mereka dituntut agar dapat bersosialisasi dengan baik kepada calon konsumen, memiliki keterampilan berbicara yang baik mengenai produk yang ditawarkan serta mampu untuk mengunggulkan produk mereka dipasar.

Marketer juga perlu untuk memiliki sifat seorang analis, sebab mereka harus bisa menganalisa data penjualan produk, pelanggan serta laporan keuangan yang telah dihasilkan. Berdasarkan semua analisa yang dikerjakan seorang marketer dapat menentukan strategi dengan mudah untuk melakukan pemasaran suatu produk dengan lebih efisien dan optimal.

Lebih mudahnya jika menganggap marketer adalah seorang penjual suatu produk, tentunya dalam memasarkan produknya mereka akan memanfaatkan sosial media yang lebih banyak disukai oleh orang-orang. Sehingga sangat penting bagi marketer untuk mengetahui sesuatu yang sedang trending, yang banyak disukai, serta penggunaan sosial media yang sering digunakan oleh calon konsumennya. Setelah mengetahui poin-poin penting tersebut maka, langkah yang akan dilakukan oleh seorang marketer selanjutnya adalah melakukan alokasi dana untuk iklan secara efektif dari sosial media.

Seorang marketer pemula terlebih dahulu harus mengetahui cara mendekati pelanggan atau calon pembeli dengan baik. Oleh karena itu pertama-tama mereka harus mengajaknya berkenalan, setelah memulai proses perkenalan maka nantinya akan lebih mudah bagi marketer untuk menawarkan produk yang sedang dipasarkan. Oleh karena itu marketer dituntut untuk bisa bersosialisasi dengan orang-orang.

Tidak lupa juga marketer harus memiliki penampilan yang rapi dan terlihat sopan, sehingga konsumen atau calon pembeli dapat terpikat dengan keyakinannya untuk mempertimbangkan produk yang ditawarkan pastinya berkategori berkualitas baik dan tinggi. Selanjutnya yang harus diperhatikan adalah jangan cepat untuk merasa puas! Meskipun sudah mendapatkan hasil yang memuaskan, akan tetapi sangat penting untuk terus berusaha semakin mempromosikan produk atau jasa yang ditawarkan agar semakin banyak orang yang mengetahuinya. Hal ini juga akan membuat marketer terhindar dari rasa malas, sebab jika terperangkap dengan sifat ini tentunya sangat susah untuk keluar dan hanya diri kita sendiri yang bisa membuat kita sukses.

Source Reference Artikel:

https://elitemarketer.id/productivity/apa-itu-digital-marketing-2/
https://idcloudhost.com/menjadi-seorang-marketer-yang-andal-dan-benar/
https://www.wartaekonomi.co.id/read221882/awas-tertukar-ini-perbedaan-affiliate-marketer-dan-reseller
https://www.dhadigital.com/berikut-ini-daftar-pekerjaan-digital-marketer-di-perusahaan/
https://www.gurupendidikan.co.id/marketing/
https://elghaida.com/marketer/
https://hello-marketer.com/ilmu-marketing/apa-itu-marketer/
http://marketingkami.blogspot.com/2009/03/marketer-atau-marketeer.html
https://uprint.id/blog/marketing-adalah/
https://kirim.email/10-skill-marketer-jaman-now/
https://www.jurnal.id/id/blog/tips-belajar-internet-marketing-dasar-untuk-pemula/
https://elitemarketer.id/productivity/apa-itu-digital-marketing-2/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Populer