Pengertian Antisosial – Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

Artikel Pilihan

Antisosial adalah gangguan kepribadian yang membuat seseorang memiliki perilaku menyimpang dari norma dan terus dilakukan dari waktu ke waktu. Antisosial mengarah ke perbuatan yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan juga orang lain.

Pengertian Antisosial

Antisosial merupakan kondisi seseorang yang tidak dapat memberikan penilaian atau membedakan antara baik dan buruk dari hal yang dilakukannya.

Dengan begitu, penderita akan punya kecenderungan menyakiti orang lain seperti tindakan tidak terpuji, penipuan, tindakan kekerasan dan tindakan lain yang dilakukan hanya untuk kesenangan pribadi.

Di dalam KBBI, antisosial diartikan sebagai seseorang yang tidak senang bergaul, memiliki sikap yang menutup diri dari masyarakat serta cenderung mengganggu ketenteraman umum.

Pada dasarnya ketika melakukan sesuatu yang tidak baik, maka antisosial juga punya rasa bersalah. Akan tetapi, rasa bersalah tersebut tidak menghambat orang tersebut untuk melakukan tindakan.

Perilaku antisosial bisa terjadi karena kondisi keluarga, lingkungan, pendidikan dan juga masyarakat. Seorang antisosial cenderung pemarah serta dapat bertindak sebagai seorang kriminal.

Gangguan kepribadian antisosial juga disebut dengan sosiopat sebab tidak dapat menyesuaikan serta beradaptasi dengan lingkungan masyarakat.

Para penderitanya biasanya memiliki perilaku yang kasar, agresif, tidak senang berinteraksi dan kurang memiliki rasa empati.

Baca Juga : Social Anxiety Disorder – Penyebab, Faktor, Komplikasi dan Pengobatan

Bentuk-bentuk Perilaku Antisosial

  • Antisosial karena deviasi individual: Terjadi karena pembawaan, penyakit atau kecelakaan yang dialami dan pengaruh sosiokultural.
  • Antisosial karena deviasi situasional: Kondisi yang berkaitan dengan tingkah laku seseorang yang mendapat rangsangan, pembatasan dan tekanan dari orang lain.
  • Antisosial karena deviasi biologis: Terjadi karena faktor pembatas yang tidak memberikan persepsi atau menyebabkan respon tertentu.

Baca Juga : Pengertian Fobia – Jenis, Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi

Gejala Antisosial

1. Manipulatif

Gejala pertama dari antisosial adalah manipulatif. Umumnya, seseorang yang antisosial ingin mendapatkan keuntungan dari hal yang dilakukan meski dengan cara memanipulasi orang.

Pada saat semua hal yang dilakukan tercapai dan memperoleh keuntungan dari hal tersebut, maka akan timbul rasa puas yang dirasakan. Akan tetapi di sisi lain, ada orang lain yang akan merasa dirugikan karena perilaku manipulatif tersebut.

Gejala manipulatif tersebut adalah gejala yang merugikan yang dilakukan dengan cara mempengaruhi orang lain dari pendapat, sikap dan perilaku.

2. Tidak Memiliki Rasa Empati

Rasa empati harus dimiliki setiap orang karena dengan empati, maka kita bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain sehingga bisa lebih menghargai. Akan tetapi untuk penderita antisosial, rasa empati sulit dilakukan.

Contohnya seperti ketika seseorang sedang mengalami kesusahan, maka penderita antisosial tidak akan membantu karena menganggap tidak akan memperoleh keuntungan.

Penderita antisosial tidak mengerti jika saat membantu seseorang, maka sebenarnya ada juga keuntungan yang bisa diperoleh. Keuntungan yang diperoleh pada saat membantu seseorang adalah rasa bahagia karena sudah berhasil menolong orang lain yang sedang kesusahan.

3. Sering Berbohong

Penderia antisosial sering merugikan orang lain sehingga juga sering melakukan kebohongan agar bisa dipercaya orang lain.

4. Tidak Bisa Membedakan Baik dan Buruk

Gejala selanjutnya dari antisosial adalah tidak bisa membedakan antara baik dan buruk ketika melakukan sesuatu. Gejala ini umumnya bisa membahayakan diri sendiri dan juga orang lainn.

5. Selalu Mengulangi Kesalahan yang Sama

Untuk orang yang normal, maka ketika melakukan kesalahan akan mengevaluasi kesalahan tersebut agar tidak terulang kembali. Bisa dikatakan jika orang normal akan menganggap kesalahan sebagai suatu pembelajaran.

Sementara untuk seseorang antisosial, akan terus mengulangi kesalahan yang sama karena menganggap jika hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Ini disebabkan karena untuk orang antisosial, melakukan kesalahan yang sama adalah hal yang wajar.

6. Sering Mengintimidasi atau Mengancam

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial sehingga akan selalu berinteraksi dengan orang lain. Ini bertujuan supaya tali persaudaraan bisa tetap terjaga dan bisa saling membantu antara satu dengan yang lainnya.

Akan tetapi untuk antisosial menganggap jika untuk mewujudkan keinginan harus dilakukan denngan cara mengintimidasi dan mengancam.

7. Sombong dan Ingin Menang Sendiri

Sombong dan selalu mau menang sendiri juga menjadi gejala dari antisosial. Ini yang membuat seseorang dengan antisosial selalu dijauhi orang lain.

Faktor Penyebab Antisosial

1. Faktor Genetik

Faktor penyebab antisosial yang pertama adalah faktor genetik yang diturunkan orangtua atau anggota keluarga. Jika ada anggota keluarga atau orangtua yang memiliki gangguan antisosisal, maka kemungkinan besar juga akan memiliki risiko mengalami gangguan antisosial yang lebih besar.

2. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan yang buruk juga bisa menyebabkan munculnya gangguan antisosial atau sosiopat baik lingkungan pendidikan, keluarga atau masyarakat.

Peristiwa buruk yang pernah terjadi di masa lalu seperti kekerasan pada anak oleh anggota keluarga, pelecehan sesual dan sebagainya bisa menyebabkan seseorang tumbuh menjadi antisosial.

Penyebab Antisosial

  • Memiliki anggota keluarga antisosial, gangguan kesehatan mental serta gangguan kepibadian yang lain.
  • Mengalami peristiwa tidak menyenangkan di masa lalu seperti penelantaran, pelecehan seksual, kekerasan dan lainnya.
  • Memiliki keluarga yang tidak harmonis dan membuat anak menjadi bahan pelampiasan sehingga tumbuh menjadi antisosial.
  • Gangguan perilaku yang terjadi di masa kanak-kanak atau childhood disorder.

Pencegahan Antisosial

1. Pendidikan Dasar Sejak Dini

Pendidikan dasar sejak dini harus dilakukan karena bisa mengurangi risio terjadinya perilaku antisosial. Beberapa hal yang menjadi bagian dari pendidikan sejak dini adalah penyelesaian masalah, pengenalan emosi, pengendalian emosi marah, membiasakan diri untuk berinteraksi dengan orang lain serta pelatihan tentang keterampilan sosial.

2. Lewat Guru Konseling di Sekolah

Lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor yang bisa memicu terjadinya perilaku antisosial. Untuk itu, sekolah sebaiknya bisa memberikan tenaga ahli seperti guru konseling supaya proses pendidikan dapat berjalan secara baik serta bisa memberi motivasi belajar untuk murid.

3. Pendidikan Dalam Masyarakat

Organisasi kepemudaan atau karang taruna di masyarakat sebenarnya sudah diberikan pelatihan dari ahli konseling seperti psikiater dan psikolog. Dengan begitu, keduanya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan bantuan untuk mereka yang mengalami antisosial.

4. Pemeriksaan Kejiwaan dan Kepribadian

Psikiater atau psikolog bisa memberikan pengarahan atau bimbingan kondisi kepribadian atau kejiwaan untuk yang seseorang yang memiliki kepribadian antisosial.

Pengobatan Antisosial

Tingkat keparahan antisosial akan berbeda-beda sehingga untuk penanganan dan penyembuhan yang diberikan juga berbeda-beda. Berikut adalah beberapa pengobatan yang biasa diberikan:

1. Psikoterapi

Psikoterapi bisa digunakan sebagai sarana penanganan dan penyembuhan antisosial yang terbagi menjadi 2 jenis, yakni:

  • Cognitive Behavior Therapy [CBT]

Psikoterapi CBT merupakan terapi yang dilakukan terapis untuk melatih serta mengubah pola pikir pasien. Lewat terapi ini, cara berpikir penderita antisosial bisa dilatih sekaligus diubah ke arah yang jauh lebih baik.

  • Mentalization Based Therapi [MBT]

Terapi MBT merupakan terapi yang menitikberatkan pada metode berpikir sebelum bereaksi. Lewat terapi ini, penderita antisosial diharapkan bisa berpikir untuk tidak melakukan hal yang merugikan orang lain atau diri sendiri.

2. Obat-obatan

Sebetulnya, belum ada obat yang bisa menyembuhkan kepribadian antisosial. Namun, ada beberapa jenis obat yang bisa dipakai untuk mengurangi risiko gangguan antisosial, seperti:

  • Obat antipsikotik.
  • Obat anti konvulsan.
  • Obat antidepresan.

Sumber Referensi

  • https://www.alodokter.com/kepribadian-antisosial-tidak-sesederhana-yang-dikira
  • https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/beda-antisosial-dan-asosial/
  • https://www.gramedia.com/best-seller/antisosial/
  • https://www.gurupendidikan.co.id/sikap-anti-sosial/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa

Download Gratis