28 C
Semarang
Wednesday, December 8, 2021

Pengertian Akulturasi – Faktor Penyebab, Proses, Bentuk, Dampak dan Contoh

Artikel Pilihan

Akulturasi merupakan proses sosial yang terjadi ketika sekelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari sebuah kebudayaan asing.

Kebudayaan asing tersebut semakin lama diterima serta diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menghilangkan unsur kebudayaan.

Biasanya, unsur kebudayaan asing yang digabungkan dengan kebudayaan setempat bisa dengan mudah disesuaikan dengan kondisi setempat. Dengan begitu, akan lebih mudah digunakan dan memberikan manfaat.

Penolahan penggabungan kebudayaan hanya akan diterapkan pada sistem kepercayaan, falsafah hidup serta ideologi.

Pengertian Akulturasi

Akulturasi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan acculturation merupakan proses sosial di dalam masyarakat. Ini menyebabkan terjadinya interaksi 2 budaya yang berbeda. Dengan begitu, budaya baru akan terbentuk akan tetapi sifat dan unsur budayanya yang asli tetap ada.

Sedangkan pendapat lainnya mengatakan jika akulturasi merupakan proses sosial dimana kelompok atau seseorang dari budaya tertentu yang mengadopsi praktik serta nilai budaya lain yang berbeda akan tetapi budaya sendiri tetap dipertahankan.

Proses akulturasi biasanya terjadi pada kelompok minoritas atau imigran yang secara etnis atau budaya berbeda dari masyarakat mayoritas pada area mereka bermigrasi tersebut.

Akan tetapi, proses akulturasi juga bisa terjadi pada budaya masyarakat mayoritas yang mengadopsi unsur budaya masyarakat minoritas sebab ada interaksi pada tingkat individu serta kelompok baik secara langsung, lewat seni, media atau sastra.

Pengertian Akulturasi Menurut Para Ahli

1. Menurut John W. Berry

Ia berpendapat jika akulturasi merupakan proses perubahan budaya serta psikologis yang terjadi karena kontak 2 kelompok atau lebih serta anggota dari setiap kelompok.

2. Menurut Muhammad Hasyim

Ia berpendapat jika akulturasi merupakan perpaduan dari 2 budaya berbeda pada kehidupan yang damai serta harmonis.

3. Menurut Soerjono Soekanto

Ia berpendapat jika akulturasi merupakan proses sosial yang bisa terjadi jika sebuah kelompok masyarakat dengan suatu kebudayaan dihadapkan dengan unsur kebudayaan asing.

4. Menurut Gillin & Gillin

Di dalam bukunya yang berjudul “Culture Sosiology”, akulturasi diartikan sebagai proses masyarakat yang berbeda kebudayaan mengalami perubahan karena kontak yang sama serta lagsung. Namun, ini tidak sapai bercampur sempurna serta bulat dari kedua kebudayaan tersebut.

Semakin lama, kebudayaan asing tersebut kemudian melebur dengan kebudayaan asli namun tidak menghilangkan kepribadian kedua unsur budaya tersebut.

Baca Juga :  Pengertian Moral : Fungsi, Tujuan, Jenis, Wujud dan Contoh

5. Menurut Koentjaraningrat

Ia berpendapat jika akulturasi merupakan proses sosial masuknya kebudayaan asing dengan perlahan sehingga bisa diterima tanpa harus menghilangkan kebudayaan asli masyarakat setempat.

6. Menurut Dwi Hayudiarto

Ia berpendapat jika akulturasi merupakan proses sosial yang bisa terjadi pada saat sekumpulan orang dengan budaya tertentu berhadapan dengan unsur budaya asing sehingga bisa diterima dengan bertahap dan menjadi budaya mereka sendiri tanpa harus kehilangan budaya asli.

Faktor Penyebab Akulturasi

Akulturasi yang terjadi di suatu masyarakat bisa terjadi karena banyak faktor. Berikut adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya akulturasi tersebut:

1. Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor penyebab akulturasi yang bersumber dari dalam masyarakat tersebut. Beberapa hal yang termasuk dalam faktor internal diantaranya:

  • Penduduk semakin bertambah serta berkurang akibat kematian, kelahiran serta migrasi.
  • Ada penemuan baru di banyak bidang yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat.
  • Terjadi konflik dalam masyarakat secara individu atau kelompok.
  • Terjadi pemberontakan atau revolusi di sebuah negara.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor penyebab akulturasi yang bersumber dari luar. Berikut adalah beberapa faktor eksternal tersebut:

  • Terjadi perubahan alam yang bisa berpengaruh pada kehidupan masyarakat.
  • Terjadi perang di suatu negara.
  • Ada pengaruh kebudayaan asing lewat proses difusi atau penyebaran budaya, asimilasi serta akulturasi.

Proses Akulturasi

Di masa awal hidup sampai akhir hayat, manusia akan mendapatkan proses budaya. Proses sosialisasi serta pendidikan budaya yang ditanamkan menjadi kepribadian serta perilaku yang melekat di sistem saraf setiap orang.

Dengan proses belajar tersebut, maka manusia harus berinteraksi serta berkomunikasi antar sesamanya. Proses tersebut diperoleh setiap manusia yang disebut dengan enkulturasi.

Budaya serta individu punya hubungan pada proses enkulturasi sehingga manusia bisa menyesuaikan diri dengan kondisinya.

Apabila ada imigran yang masuk ke wilayah pribumi, maka imigran tersebut akan belajar untuk menyesuaikan serta menciptakan situasi relevandi masyarakat pribumi.

Pola menyesuaikan imigran pada wilayah masyarakat pribumi tersebut yang dinamakan dengan akulurasi. Ciri khas dari budaya setempat akan dipertahankan serta saling melengkapi dengan unsur dari kebudayaan asing.

Bentuk Akulturasi

Ada beberapa bentuk dari akulturasi yang terjadi di masyarakat seperti berikut ini:

  • Subsitusi: Proses penggantian unsur budaya lama dengan unsur budaya baru dengan cara memberi nilai tambah untuk penggunanya.
  • Sinkretisme: Proses terbentuknya sistem baru sebagai akibat dari perpaduan unsur budaya lama dengan yang baru. Sikretisme ini bisa terjadi di sistem keagamaan.
  • Penambahan atau addition: Proses pemberian nilai tambah untuk unsur budaya lama dengan unsur budaya yang baru.
  • Penggantian atau deculturation: Proses akulturasi yang membuat unsur budaya lama diganti degnan budaya baru. Contohnya seperti delman digantikan dengan angkutan umum.
  • Originasi: Proses masuknya unsur budaya baru yang memberi perubahan besar untuk hidup masyarakat. Contohnya seperti listrik yang masuk ke desa terpencil.
  • Penolakan atau rejection: Penolakan pada budaya baru sebab dianggap bisa memberikan dampak negatif sehingga masyarakat tidak siap atau tidak setuju dengan pembaruan budaya tersebut.
Baca Juga :  Pengertian Disiplin - Tujuan, Jenis, Macam dan Manfaat

Dampak Akulturasi

Di dalam akulturasi biasanya sering terjadi perubahan serta perkembangan kebudayaan di masyarakat setempat. Perubahan ini bisa memberikan dampak positif atau negatif untuk masyarakat seperti berikut ini:

  • Adisi: Penambahan unsur kebudayaan lama dengan unsur kebudayaan yang baru sehingga menyebabkan perubahan struktural atau tidak sama sekali.
  • Sinkretisme: Perpaduan dari unsur kebudayaan lama dengan unsur kebudayaan baru namun tetap tidak meninggalkan jati diri serta membentuk sistem kebudayaan yang baru.
  • Substitusi: Unsur kebudayaan yang sudah ada atau terdahulu yang kemudian diganti dengan unsur kebudayaan baru khususnya yang bisa memenuhi fungsi. Biasanya, kemungkinan terjadi perubahan strukturalnya sangat kecil.
  • Dekulturasi: Pertumbuhan unsur kebudayaan yang baru dengan tujuan memenuhi segala kebutuhan yang baru mengikuti perubahan situasi.
  • Rejeksi: Penolakan unsur perubahan yang terjadi cepat sehingga tidak bisa diterima kebanyakan orang. Ini kemudian bisa menimbulkan penolakan sampai pemberontakan atau gerakan kebangkitan.

Contoh Akulturasi

Akulturasi bisa terjadi di berbagai bidang kehidupan dan berikut beberapa contohnya:

  • Seni bangunan: Akulturasi bisa terjadi di dalam seni bangunan. Contohnya bangunan Masjid Menara Kudur di Jawa Tengah yang merupakan perpaduan budaya Jawa Hindu dan Islam.
  • Seni rupa: Perpaduan budaya India serta Indonesia yakni patung Budha di Candi Borobudur serta relief yang dilukis pada rumah panggung, hiasan merpati serta perahu bercadik yakni karya seni asli dari Indonesia.
  • Seni sastra: Penyebaran agama Islam di Indonesia menjadi contoh akulturasi. Tulisan arab berkembang menjadi Arab Gundul atau Arab Melayu.
  • Budaya asing yang lainnya: Ada beberapa budaya asing yang juga diterapkan di Indonesia sebagai bentuk akulturasi. Contohnya seperti Angpaw dari Tiongkok, Hallowen dari Eropa, Valentine dari Eropa dan lain sebagainya.
Sumber Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-akulturasi.html
https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-akulturasi-menurut-para-ahli/
https://rimbakita.com/akulturasi/

[Total: Rata-rata: ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa