Seluk Beluk Tentang Startup : Apa dan Bagaimana?

Adam Muiz
Adam Muizhttps://adammuiz.com/
The only thing I know is that on the other side of a decision, I'm there. And if I'm there, no matter what path I go, there'll always be something to love.

Salam Kenal

Artikel Pilihan

Pernah mendengar tentang startup sebelumnya? Memang, di zaman yang sudah serba modern seperti sekarang ini, startup menjadi sesuatu hal sudah kerap muncul.

Bahkan, menurut survey yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, jumlah perusahaan startup pun semakin bertambah banyak dari tahun ke tahun.

Misalnya saja, pada tahun 2015, jumlah perusahaan startup yang ada di Indonesia mencapai 52 buah. Jumlah tersebut bertambah berkali lipat menjadi 956 buah perusahaan di tahun 2018.

Tentu, pada tahun ini, jumlah perusahaan startup tersebut bisa dikatakan semakin bertambah. Pertambahan ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa startup memiliki potensi yang sangat besar.

Apa Itu Perusahaan Startup?

Dalam pengertian singkat, apa yang dimaksud dengan startup adalah perusahaan rintisan yang didirikan oleh satu atau banyak orang yang bertujuan untuk mengembangkan produk atau layanan unit dan disesuaikan dengan target pasar. Jenis perusahaan ini umumnya menggunakan sistem online guna memasarkan dan mengenalkan produk serta layanan yang dimiliki.

Beberapa pakar mengatakan bahwa startup memiliki kelebihan terutama perihal upaya mendapatkan dana dibandingkan dengan perusahaan tradisional. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh yang besar dari startup terhadap kegiatan ekonomi dalam range yang cukup besar.

Ciri dari Perusahaan Startup

Sebagai jenis perusahaan yang baru, startup memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan jenis perusahaan lain, termasuk perusahaan tradisional. Adapun beberapa ciri umum dari sebuah perusahaan startup diantaranya adalah:

  • Mengandalkan dana yang berasal dari para investor
  • Test market perusahaan cenderung masih kecil
  • Mengutamakan disruption dan inovasi dalam pelaksanaan usaha
  • Beroperasi dengan menggunakan platform digital
  • Jumlah karyawan yang ada dalam perusahaan cenderung sedikit
  • Budaya dari perusahaan startup cenderung lebih unik dan juga lebih fleksibel

Selain beberapa ciri di atas, pada umumnya, perusahaan startup memiliki usia yang cenderung masih belia di bawah 4 tahun. Hal ini sejalan dengan perkembangan dunia startup yang baru berjalan beberapa tahun belakangan.

Perbedaan Perusahaan Startup dan Perusahaan Tradisional

Dibandingkan dengan perusahaan tradisional, ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan dari perusahaan startup. Adapun beberapa perbedaan yang dimaksud diantaranya adalah:

1. Target Pasar

Target pasar menjadi salah satu perbedaan dari perusahaan startup dan tradisional. Dalam hal ini, perusahaan startup cenderung memiliki target pasar yang sangat luas dan berusaha mendapatkan pasar yang ada sebanyak mungkin. Hal ini dikarenakan perusahaan startup memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan dengan perusahaan tradisional.

2. Inovasi yang Dilakukan

Bisa dikatakan bahwa inovasi merupakan pembeda utama dari perusahaan startup dan perusahaan tradisional. Pasalnya, bisnis startup dijalankan dengan dasar teknologi yang berkembang dengan sangat pesat dan signifikan. Oleh karenanya, inovasi mutlak perlu dilakukan sebagai upaya untuk senantiasa mengikuti perkembangan teknologi tersebut.

3. Tingkat Pertumbuhan

Perbedaan lain dari bisnis startup dan tradisional adalah pada sisi pertumbuhan. Umumnya, usaha yang kecil harus mematok pertumbuhan dengan sangat cepat dan berorientasi pada keuntungan. Apabila target tersebut tercapai, maka tidak perlu tambahan performa yang signifikan untuk melakukan peningkatan.

Nah, berkaitan dengan hal ini, perusahaan startup akan senantiasa mengalami sebuah pertumbuhan dengan ide segar yang baru. Ide ini akan menciptakan model bisnis yang bisa didesain ulang sehingga tampak baru dan unik untuk menghadapi persaingan yang ketat.

Tentu, selain beberapa hal di atas, masih ada beragam perbedaan lain dari startup dan perusahaan tradisional. Namun, melihat perkembangan teknologi yang ada, arah bisnis ke depan cenderung mengarah pada konsep bisnis startup.

Tips Membangun Startup

Mengambil risiko untuk membuka bisnis bisa menyenangkan dan terkadang juga sangat menantang. Dapat dilihat sendiri banyak berita tentang startup bubble, sekitar 90% dari startup bangkrut karena berbagai macam faktor.[1]

Hal ini mungkin tampak seperti statistik yang menakutkan bagi pelaku usaha, tetapi kenyataannya sebuah bisnis tetap bisa menghindari risiko kegagalan dengan menerapkan beberapa faktor yang mendukung kesuksesan.

Sangat mungkin untuk membuat startup sukses dan tetap berkembang jika menerapkan pedoman yang tepat. Adapun beberapa tips dalam membangun startup yang berkualitas dan mampu bertahan dari banyak rintangan bisnis antara lain sebagai berikut ini.

Tips Mengembangkan Startup

1. Tetapkan Rencana Bisnis yang Solid

Dalam beberapa tahun terakhir, sering terdengar bahwa rencana bisnis tidak selalu begitu diperlukan. Hal ini keliru karena dengan rencana yang solid sebuah startup bisa berkembang dengan baik dan bertahan dari banyak risiko bisnis.

Rencana bisnis dapat melayani banyak tujuan, termasuk memetakan model bisnis, mengantisipasi risiko, dan bahkan menarik investor. Memiliki rencana bisnis yang tepat merupakan langkah baik untuk membantu perusahaan tetap berada di jalur dan fokus pada tujuan.

2. Memiliki Tim yang Kuat

Tidak ada bisnis yang telah mencapai keuntungan tinggi dan mampu bertahan lama tanpa salah satu faktor penting ini yaitu tim yang solid. Salah satu tips yang sangat penting bagi sebuah startup yaitu perlu membangun kelompok dari individu yang kuat untuk membantu mendorong bisnis menuju kesuksesan.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam anggota tim adalah keahlian, loyalitas, dan etos kerja. Pastikan semua orang dalam tim tetap pada pendirian yang sama untuk membantu mewujudkan visi tersebut.

3. Menemukan Investor yang Tepat

Investor umumnya mencari startup untuk menyediakan dana dengan harapan dapat membantu perusahaan baru dan mendapatkan keuntungan. Investor tertarik pada bisnis inovatif yang terlihat memiliki potensi membuat jejak pada suatu industri.

Meskipun ada banyak investor umumnya mencari “perusahaan unicorn”, tentu ini menyebabkan tidak semua startup mendapatkan investor yang tepat. Oleh karena ini sangat bermanfaat untuk pergi mencari investor yang juga paham dengan apa tujuan dari perusahaan yang dibangun.

4. Pastikan Pasar Membutuhkan Produk yang Ditawarkan

Terdapat banyak perusahaan yang sepertinya menjual produk yang sudah umum dijual dan tidak begitu dibutuhkan. Memang benar bisnis tetap bisa berjalan dengan produk yang sudah banyak pebisnis lain juga tawarkan. Serta dengan lebih kreatif mungkin bisnis tetap bisa berasing dari kompetitor lainnya dan tetap mendapatkan keuntungan.

Pastikan produk atau layanan dalam bisnis memiliki sesuatu yang spesial dan tidak dimiliki pesaing sebagai alasan mengapa masyarakat lebih memilih produk atau layananmu. Dengan adanya keunikan yang ditawarkan membuat produk dan layanan memiliki nilai lebih bagi pelanggan.

Jika sudah melakukan riset pasar dan benar-benar memahami industri yang ditarget, maka perlu memberikan sesuatu yang menarik bagi pembeli potensial. Mengetahui pasar dengan baik akan menjadi kekuatan pendorong untuk memberikan opsi yang berguna bagi konsumen dalam ceruk pasar.

5. Berinvestasi dalam Strategi Pemasaran

Tidak peduli betapa menakjubkannya perusahaan yang dikelola, tidak akan bisa menjadi menguntungkan atau sukses tanpa memasarkan bisnis dengan benar. Salah satu tips startup yang paling penting lainnya untuk perusahaan baru adalah memastikan kualitas strategi pemasaran dan periklanan sesuai dengan standar.

Misalnya, jika akan mengiklankan perusahaan konstruksi secara online atau offline, maka perlu mempertimbangkan mencari marketer dengan strategi yang terbukti tepat untuk pasar sehingga membantu mendapatkan hasil.

6. Fokus pada Menawarkan Solusi

Pelanggan adalah detak jantung dari setiap bisnis, dan sebagian besar pengusaha masuk ke bisnis memiliki tujuan untuk membantu orang. Bagi seroang pebisnis, hal ini merupakan sesuatu yang tidak boleh dilupakan.

Berfokus pada menawarkan solusi untuk masalah audiens mungkin merupakan salah satu tips startup yang paling diremehkan tetapi besar pengaruhnya. Komunikasi secara langsung dengan pelanggan dan beri tahu bahwa perusahaan memahami mereka dan siap melayani.

Walaupun kita tahu bahwa keuntungan sangat penting untuk didapatkan, pastikan untuk tidak terlalu fokus menghasilkan uang saat manusia merupakan inti dari bisnis yang dijalani.

Manfaat dari memberikan produk dan layanan terbaik sebagai solusi untuk pelanggan bisnis yaitu secara tidak langsung akan membangun citra yang sangat berpengaruh besar untuk Branding.[2]

Baca Juga : Pengertian Digital Branding – Manfaat, Strategi, Cara dan Contoh

7. Pemilih Pada Peluang Baru yang Muncul

Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, akan muncul banyak peluang yang nampak didepan mata, namun tidak semua peluang yang ada memiliki nilai yang berharga untuk bisnis.

Menghabiskan waktu dan energi untuk peluang yang tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan hanyalah pengalih perhatian. Tetap fokus pada pelanggan dan selalu berusaha membuat mereka memiliki ikatan yang erat dengan produk atau layanan yang ditawarkan.[3]

Sumber Referensi

[1] https://www.forbes.com/sites/neilpatel/2015/01/16/90-of-startups-will-fail-heres-what-you-need-to-know-about-the-10/
[2] https://www.mikegingerich.com/blog/how-to-grow-your-startup-10-startup-tips-to-help-grow-your-business/
[3] https://www.inc.com/clate-mask/7-steps-to-growing-your-startup-the-right-way.html

Salam kenal dari Adam Muiz !
Support mencapai 10K Subscriber yuk
😁 Terimakasih
Follow Adam Muiz on WordPress.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending

Artikel Serupa

Download Gratis